<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kesalahan CrowdStrike Bikin Lumpuh Dunia, Ini Penjelasannya</title><description>Kesalahan update dari penyedia keamanan siber CrowdStrike yang terjadi baru-baru ini telah membuat server sedunia lumpuh.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/23/320/3038154/kesalahan-crowdstrike-bikin-lumpuh-dunia-ini-penjelasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/23/320/3038154/kesalahan-crowdstrike-bikin-lumpuh-dunia-ini-penjelasannya"/><item><title>Kesalahan CrowdStrike Bikin Lumpuh Dunia, Ini Penjelasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/23/320/3038154/kesalahan-crowdstrike-bikin-lumpuh-dunia-ini-penjelasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/23/320/3038154/kesalahan-crowdstrike-bikin-lumpuh-dunia-ini-penjelasannya</guid><pubDate>Selasa 23 Juli 2024 10:28 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/23/320/3038154/kesalahan-crowdstrike-bikin-lumpuh-dunia-ini-penjelasannya-DstfbbaNvm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kesalahan CrowdStrike Bikin Lumpuh Dunia, Ini Penjelasannya (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/23/320/3038154/kesalahan-crowdstrike-bikin-lumpuh-dunia-ini-penjelasannya-DstfbbaNvm.jpg</image><title>Kesalahan CrowdStrike Bikin Lumpuh Dunia, Ini Penjelasannya (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Kesalahan update dari penyedia keamanan siber CrowdStrike yang terjadi baru-baru ini telah membuat server sedunia lumpuh. Dilaporkan bahwa setidaknya ada 8,5 juta perangkat Windows terdampak.

Dengan masalah ini, membuat sistem yang digunakan oleh rumah sakit, maskapai penerbangan, bank dan layanan besar lainnya terhenti. Sehingga menyebabkan kerugian besar di seluruh dunia.

CEO firma riset asal Michigan Anderson Economic Group Patrick Anderson memperkirakan kerugian akibat gangguan pada CrowdStrike bisa mencapai  USD1 miliar atau sekitar lebih dari Rp16 triliun.

BACA JUGA:Profil CEO CrowdStrike George Kurtz, Orang Paling Bertanggung Jawab soal Down Layanan Microsoft&amp;nbsp;


Lantas bagaimana kesalahan pada CrowdStrike bisa membuat lumpuh server sedunia?

Berikut penjelasannya, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber pada Selasa (23/7/2024).

Sebelumnya, perlu diketahui CrowdStrike sendiri merupakan perusahaan keamanan siber asal Amerika Serikat (AS) yang menawarkan serangkaian layanan keamanan menggunakan perangkat lunak berbasis cloud.

BACA JUGA:Dampak Krisis IT Global, Elon Musk Hapus CrowdStrike dari Semua Sistem Perusahaannya&amp;nbsp;


CrowdStrike digunakan oleh bisnis di seluruh dunia, termasuk bank dan bandara. Pada Jumat lalu, terjadi masalah sistem yang parah yang terus menimbulkan kekacauan beberapa hari kemudian.

Meskipun bug awal diidentifikasi dan diperbaiki pada hari yang sama, dampak lanjutannya terus berlangsung. Masalah terjadi karena kesalahan pembaruan yang melibatkan perangkat lunak Falcon.

Ketika diterapkan secara otomatis ke jutaan PC di seluruh dunia, hal ini secara tidak sengaja membuat perangkat Windows terkena Blue Screen of Death (BSOD) yang membuat banyak sistem menjadi offline.



Kesalahan CrowdStrike menyebabkan kegagalan fungsi yang pada dasarnya menonaktifkan sistem tersebut dan perangkat lunak yang banyak digunakan di seluruh dunia sehingga dampaknya sangat besar.



Saat ini, upaya perbaikan terus berlangsung dan Windows telah membantu merilis alat baru yang dirancang bagi admin TI agar perangkat terfampak dapat aktif kembali setelah pembaruan CrowdStrike yang bermasalah.



Alat baru Microsoft membuat drive USB yang dapat di-boot yang dapat digunakan admin untuk membantu memulihkan mesin yang terkena dampak tanpa terlalu banyak kesulitan.</description><content:encoded>JAKARTA - Kesalahan update dari penyedia keamanan siber CrowdStrike yang terjadi baru-baru ini telah membuat server sedunia lumpuh. Dilaporkan bahwa setidaknya ada 8,5 juta perangkat Windows terdampak.

Dengan masalah ini, membuat sistem yang digunakan oleh rumah sakit, maskapai penerbangan, bank dan layanan besar lainnya terhenti. Sehingga menyebabkan kerugian besar di seluruh dunia.

CEO firma riset asal Michigan Anderson Economic Group Patrick Anderson memperkirakan kerugian akibat gangguan pada CrowdStrike bisa mencapai  USD1 miliar atau sekitar lebih dari Rp16 triliun.

BACA JUGA:Profil CEO CrowdStrike George Kurtz, Orang Paling Bertanggung Jawab soal Down Layanan Microsoft&amp;nbsp;


Lantas bagaimana kesalahan pada CrowdStrike bisa membuat lumpuh server sedunia?

Berikut penjelasannya, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber pada Selasa (23/7/2024).

Sebelumnya, perlu diketahui CrowdStrike sendiri merupakan perusahaan keamanan siber asal Amerika Serikat (AS) yang menawarkan serangkaian layanan keamanan menggunakan perangkat lunak berbasis cloud.

BACA JUGA:Dampak Krisis IT Global, Elon Musk Hapus CrowdStrike dari Semua Sistem Perusahaannya&amp;nbsp;


CrowdStrike digunakan oleh bisnis di seluruh dunia, termasuk bank dan bandara. Pada Jumat lalu, terjadi masalah sistem yang parah yang terus menimbulkan kekacauan beberapa hari kemudian.

Meskipun bug awal diidentifikasi dan diperbaiki pada hari yang sama, dampak lanjutannya terus berlangsung. Masalah terjadi karena kesalahan pembaruan yang melibatkan perangkat lunak Falcon.

Ketika diterapkan secara otomatis ke jutaan PC di seluruh dunia, hal ini secara tidak sengaja membuat perangkat Windows terkena Blue Screen of Death (BSOD) yang membuat banyak sistem menjadi offline.



Kesalahan CrowdStrike menyebabkan kegagalan fungsi yang pada dasarnya menonaktifkan sistem tersebut dan perangkat lunak yang banyak digunakan di seluruh dunia sehingga dampaknya sangat besar.



Saat ini, upaya perbaikan terus berlangsung dan Windows telah membantu merilis alat baru yang dirancang bagi admin TI agar perangkat terfampak dapat aktif kembali setelah pembaruan CrowdStrike yang bermasalah.



Alat baru Microsoft membuat drive USB yang dapat di-boot yang dapat digunakan admin untuk membantu memulihkan mesin yang terkena dampak tanpa terlalu banyak kesulitan.</content:encoded></item></channel></rss>
