<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Iuran Wajib Tapera Dukung Program 3 Juta Rumah Prabowo-Gibran</title><description>Iuran wajib Tapera akan mendukung program 3 juta rumah Prabowo-Gibran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/23/470/3038508/iuran-wajib-tapera-dukung-program-3-juta-rumah-prabowo-gibran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/23/470/3038508/iuran-wajib-tapera-dukung-program-3-juta-rumah-prabowo-gibran"/><item><title>Iuran Wajib Tapera Dukung Program 3 Juta Rumah Prabowo-Gibran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/23/470/3038508/iuran-wajib-tapera-dukung-program-3-juta-rumah-prabowo-gibran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/23/470/3038508/iuran-wajib-tapera-dukung-program-3-juta-rumah-prabowo-gibran</guid><pubDate>Selasa 23 Juli 2024 21:02 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/23/470/3038508/iuran-wajib-tapera-dukung-program-3-juta-rumah-prabowo-gibran-5eK0nUENlc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BP Tapera dorong program 3 juta rumah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/23/470/3038508/iuran-wajib-tapera-dukung-program-3-juta-rumah-prabowo-gibran-5eK0nUENlc.jpg</image><title>BP Tapera dorong program 3 juta rumah (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Iuran wajib Tapera akan mendukung program 3 juta rumah Prabowo-Gibran. Pasalnya, pengumpulan dana Tapera akan memberikan kemudahan bagi para pekerja swasta untuk mengakses pembiayaan perumahan dengan memberikan bunga lebih rendah ketimbang bank konvensional.
Deputi Komisioner Bidang Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma mengatakan, dengan program tapera, diharapkan tingkat kemampuan masyarakat membeli rumah bisa semakin meningkat.

BACA JUGA:
Konsep Tumpang Tindih, Pengusaha Minta Aturan Iuran Tapera Direvisi

&quot;Intinya kan kalau kami ditugaskan untuk menghimpun dana. Kalau memang nanti pemerintahan pak Prabowo dan pak Gibran menentukan jumlahnya dan bentukan dari pembiayaan yang dibutuhkan bisa terhitung,&quot; ujarnya dalam acara Rakernas Apersi 2024 di Pullman Jakarta, Selasa (23/7/2024).
Sehingga targetnya realisasi program 3 juta rumah itu nantinya tidak membebani ruang fiskal alias APBN. Sebab sudah memiliki sumber pendanaan sendiri lewat iuran yang dibayarkan oleh para pekerja swasta.

BACA JUGA:
3 Fakta Iuran Tapera Tetap Wajib di 2027

&quot;Mau sekarang atau nanti (diterapkan), kita sekarang akan mengembangkan sumber-sumber pendanaan. Intinya kami harus siap mensupport program yang dicanangkan Pemerintahan Prabowo dan Gibran,&quot; tambahnya.
Sid Herdi menuturkan, nantinya lewat dana yang dihimpun dari kepesertaan pekerja swasta itu akan dikelola oleh manajer investasi, kemudian imbal hasil atas investasi yang dilakukan akan menjadi sumber dana yang digunakan untuk memberikan subsidi selisih bunga.&quot;Maka di salah satu caranya kita ingin lihat kemungkinan di produk  KPR itu kita adjust sedikit. Mungkin kita akan coba mengadopsi skema  suku bunga kliring,&quot; kata Sid Herdi.
Pada kesempatan yang berbeda, Pengamat Properti Panangian  Simanungkalit memproyeksikan kebutuhan biaya untuk merealisasikan  program Capres terpilih Prabowo-Gibran membangun 3 juta rumah sekitar  Rp120 triliun per tahunnya.
Kebutuhan biaya yang besar tersebut menurutnya tidak akan efektif  jika hanya mengandalkan APBN sebagai instrumen pembiayaan. Sehingga  diperlukan sumber pembiayaan lain untuk mendukung program 3 juta rumah  tersebut.
&quot;Kita butuh setidaknya Rp120 triliun per tahun untuk mendanai sektor  perumahan. Jadi dana abadi ini saya kira dapat menjadi salah satu solusi  pembiayaan perumahan,&quot; ujar Panangian dalam diskusi di Jakarta.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Iuran wajib Tapera akan mendukung program 3 juta rumah Prabowo-Gibran. Pasalnya, pengumpulan dana Tapera akan memberikan kemudahan bagi para pekerja swasta untuk mengakses pembiayaan perumahan dengan memberikan bunga lebih rendah ketimbang bank konvensional.
Deputi Komisioner Bidang Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma mengatakan, dengan program tapera, diharapkan tingkat kemampuan masyarakat membeli rumah bisa semakin meningkat.

BACA JUGA:
Konsep Tumpang Tindih, Pengusaha Minta Aturan Iuran Tapera Direvisi

&quot;Intinya kan kalau kami ditugaskan untuk menghimpun dana. Kalau memang nanti pemerintahan pak Prabowo dan pak Gibran menentukan jumlahnya dan bentukan dari pembiayaan yang dibutuhkan bisa terhitung,&quot; ujarnya dalam acara Rakernas Apersi 2024 di Pullman Jakarta, Selasa (23/7/2024).
Sehingga targetnya realisasi program 3 juta rumah itu nantinya tidak membebani ruang fiskal alias APBN. Sebab sudah memiliki sumber pendanaan sendiri lewat iuran yang dibayarkan oleh para pekerja swasta.

BACA JUGA:
3 Fakta Iuran Tapera Tetap Wajib di 2027

&quot;Mau sekarang atau nanti (diterapkan), kita sekarang akan mengembangkan sumber-sumber pendanaan. Intinya kami harus siap mensupport program yang dicanangkan Pemerintahan Prabowo dan Gibran,&quot; tambahnya.
Sid Herdi menuturkan, nantinya lewat dana yang dihimpun dari kepesertaan pekerja swasta itu akan dikelola oleh manajer investasi, kemudian imbal hasil atas investasi yang dilakukan akan menjadi sumber dana yang digunakan untuk memberikan subsidi selisih bunga.&quot;Maka di salah satu caranya kita ingin lihat kemungkinan di produk  KPR itu kita adjust sedikit. Mungkin kita akan coba mengadopsi skema  suku bunga kliring,&quot; kata Sid Herdi.
Pada kesempatan yang berbeda, Pengamat Properti Panangian  Simanungkalit memproyeksikan kebutuhan biaya untuk merealisasikan  program Capres terpilih Prabowo-Gibran membangun 3 juta rumah sekitar  Rp120 triliun per tahunnya.
Kebutuhan biaya yang besar tersebut menurutnya tidak akan efektif  jika hanya mengandalkan APBN sebagai instrumen pembiayaan. Sehingga  diperlukan sumber pembiayaan lain untuk mendukung program 3 juta rumah  tersebut.
&quot;Kita butuh setidaknya Rp120 triliun per tahun untuk mendanai sektor  perumahan. Jadi dana abadi ini saya kira dapat menjadi salah satu solusi  pembiayaan perumahan,&quot; ujar Panangian dalam diskusi di Jakarta.</content:encoded></item></channel></rss>
