<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kementerian PUPR Ajak Pelaku Jasa Konstruksi Meriahkan Konstruksi Indonesia 2024</title><description>Kementerian PUPR mengajak seluruh masyarakat jasa konstruksi berkolaborasi memanfaatkan dan menyemarakkan rangkaian&amp;nbsp;Konstruksi Indonesia 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/11/3039023/kementerian-pupr-ajak-pelaku-jasa-konstruksi-meriahkan-konstruksi-indonesia-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/11/3039023/kementerian-pupr-ajak-pelaku-jasa-konstruksi-meriahkan-konstruksi-indonesia-2024"/><item><title>Kementerian PUPR Ajak Pelaku Jasa Konstruksi Meriahkan Konstruksi Indonesia 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/11/3039023/kementerian-pupr-ajak-pelaku-jasa-konstruksi-meriahkan-konstruksi-indonesia-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/11/3039023/kementerian-pupr-ajak-pelaku-jasa-konstruksi-meriahkan-konstruksi-indonesia-2024</guid><pubDate>Rabu 24 Juli 2024 15:59 WIB</pubDate><dc:creator>Agustina Wulandari </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/24/11/3039023/kementerian-pupr-ajak-pelaku-jasa-konstruksi-meriahkan-konstruksi-indonesia-2024-z3CHnGduVX.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pengunjung melihat rencana pameran Konstruksi Indonesia 2024. Insert: Dirjen Bina Konstruksi Kemen PUPR bersama pejabat-pejabat membuka KI 2024 di Jakarta, Selasa (23/7). (Foto: dok Kemen PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/24/11/3039023/kementerian-pupr-ajak-pelaku-jasa-konstruksi-meriahkan-konstruksi-indonesia-2024-z3CHnGduVX.jpeg</image><title>Pengunjung melihat rencana pameran Konstruksi Indonesia 2024. Insert: Dirjen Bina Konstruksi Kemen PUPR bersama pejabat-pejabat membuka KI 2024 di Jakarta, Selasa (23/7). (Foto: dok Kemen PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)&amp;nbsp;melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi kembali menyelenggarakan&amp;nbsp;event Konstruksi Indonesia (KI) pada 2024 ini sebagai bentuk&amp;nbsp;apresiasi terhadap kontribusi masyarakat jasa konstruksi dan media&amp;nbsp;pertukaran informasi antar stakeholders kontruksi.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&quot;KI 2024 hadir kembali untuk menindaklanjuti kesuksesan KI 2023 serta&amp;nbsp;sebagai bentuk dukungan pertumbuhan dan perkembangan jasa konstruksi&amp;nbsp;melalui serangkaian agenda untuk menciptakan peluang usaha serta&amp;nbsp;menjadi booster bagi stakeholder jasa konstruksi,&quot; kata Direktur Jenderal&amp;nbsp;Bina Konstruksi Kementerian PUPR Abdul Muis saat Launching KI 2024 di&amp;nbsp;Jakarta, Selasa (23/7/2024).&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Pada&amp;nbsp;2024, daya saing nasional Indonesia berada di peringkat 27,&amp;nbsp;naik 7 peringkat dari 2023, sehingga Indonesia masuk dalam 3 besar&amp;nbsp;di kawasan Asia Tenggara setelah Singapura dan Thailand.
Anggaran&amp;nbsp;infrastruktur nasional pada tahun ini juga cukup besar yaitu sebesar&amp;nbsp;Rp423,4 triliun atau 12,73 persen&amp;nbsp;dari Rp3.325,1 triliun total anggaran belanja&amp;nbsp;negara.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&quot;Besarnya anggaran infrastruktur nasional tentunya harus dilakukan dengan&amp;nbsp;akuntabel dan berkeadilan serta diikuti oleh kesiapan seluruh rantai pasok&amp;nbsp;industri konstruksi, baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya,&quot; kata Abdul&amp;nbsp;Muis.&amp;nbsp;
Dengan mengusung tema &amp;ldquo;Agility dan Adaptability Sektor Konstruksi yang&amp;nbsp; Berdaya Saing&amp;rdquo;, KI 2024 menjadi pengingat bahwa seluruh masyarakat jasa&amp;nbsp;konstruksi dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan industri&amp;nbsp;konstruksi yang begitu cepat demi mencapai keberhasilan dan keberlanjutan&amp;nbsp;proyek konstruksi di masa kini dan masa depan serta mewujudkan visi&amp;nbsp;Indonesia Emas 2045.&amp;nbsp;
&quot;Industri konstruksi harus agile dalam merespon perkembangan teknologi,&amp;nbsp; perubahan regulasi, dan dinamika pasar dengan cepat dan efektif. Kita juga&amp;nbsp; harus mampu beradaptasi untuk menyesuaikan strategi sesuai dengan&amp;nbsp;kondisi yang terus berubah agar dapat tetap kompetitif di tengah persaingan&amp;nbsp; yang semakin ketat,&quot; katanya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
KI 2024 terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan yang dimulai sejak Juni 2024 dan puncaknya akan digelar pada 6-8 November 2024 di ICE&amp;nbsp; BSD, Tangerang.
Adapun agenda utamanya antara lain konferensi, fair and&amp;nbsp;expo, penghargaan Konstruksi Indonesia 2024, Kompetisi Tenaga Kerja&amp;nbsp; Konstruksi Tingkat Nasional, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia&amp;nbsp; (BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI), penyusunan Buku&amp;nbsp; Konstruksi Indonesia 2024, serta lomba foto dan video.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Dengan terselenggaranya event KI 2024 ini diharapkan dapat menciptakan media pertukaran informasi supply and demand dan komunikasi&amp;nbsp;stakeholder jasa konstruksi baik nasional dan internasional, sekaligus&amp;nbsp; menjadi ajang promosi untuk mendorong investasi, kreativitas, teknologi&amp;nbsp; konstruksi, dan kegiatan konstruksi nasional.&amp;nbsp;
&quot;Saya mengajak seluruh masyarakat jasa konstruksi untuk bersama-sama&amp;nbsp; dan berkolaborasi memanfaatkan dan menyemarakkan rangkaian&amp;nbsp;Konstruksi Indonesia 2024 ini sebagai ajang yang produktif dan inspiratif&amp;nbsp; bagi kita semua untuk mendorong industri konstruksi menuju masa depan&amp;nbsp; yang lebih baik,&quot; tutur Abdul Muis.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Turut hadir Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Investasi Canka&amp;nbsp;Amprawati Suryadi Putri, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Dewi&amp;nbsp;Chomistriana, serta Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstuksi (LPJK) Taufiq&amp;nbsp;Widjoyojo.
Selain itu juga hadir Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah&amp;nbsp;(LKPP) Agus Prabowo, para pimpinan tinggi pratama di lingkungan&amp;nbsp;Kementerian PUPR, para Direktur Utama Perusahaan Penyedia Jasa&amp;nbsp; Konstruksi dan Konsultansi, para Direktur Utama Perusahaan Asuransi dan&amp;nbsp; Perbankan, dan para Direktur Utama Perusahaan Pendukung Industri&amp;nbsp; Konstruksi.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)&amp;nbsp;melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi kembali menyelenggarakan&amp;nbsp;event Konstruksi Indonesia (KI) pada 2024 ini sebagai bentuk&amp;nbsp;apresiasi terhadap kontribusi masyarakat jasa konstruksi dan media&amp;nbsp;pertukaran informasi antar stakeholders kontruksi.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&quot;KI 2024 hadir kembali untuk menindaklanjuti kesuksesan KI 2023 serta&amp;nbsp;sebagai bentuk dukungan pertumbuhan dan perkembangan jasa konstruksi&amp;nbsp;melalui serangkaian agenda untuk menciptakan peluang usaha serta&amp;nbsp;menjadi booster bagi stakeholder jasa konstruksi,&quot; kata Direktur Jenderal&amp;nbsp;Bina Konstruksi Kementerian PUPR Abdul Muis saat Launching KI 2024 di&amp;nbsp;Jakarta, Selasa (23/7/2024).&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Pada&amp;nbsp;2024, daya saing nasional Indonesia berada di peringkat 27,&amp;nbsp;naik 7 peringkat dari 2023, sehingga Indonesia masuk dalam 3 besar&amp;nbsp;di kawasan Asia Tenggara setelah Singapura dan Thailand.
Anggaran&amp;nbsp;infrastruktur nasional pada tahun ini juga cukup besar yaitu sebesar&amp;nbsp;Rp423,4 triliun atau 12,73 persen&amp;nbsp;dari Rp3.325,1 triliun total anggaran belanja&amp;nbsp;negara.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&quot;Besarnya anggaran infrastruktur nasional tentunya harus dilakukan dengan&amp;nbsp;akuntabel dan berkeadilan serta diikuti oleh kesiapan seluruh rantai pasok&amp;nbsp;industri konstruksi, baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya,&quot; kata Abdul&amp;nbsp;Muis.&amp;nbsp;
Dengan mengusung tema &amp;ldquo;Agility dan Adaptability Sektor Konstruksi yang&amp;nbsp; Berdaya Saing&amp;rdquo;, KI 2024 menjadi pengingat bahwa seluruh masyarakat jasa&amp;nbsp;konstruksi dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan industri&amp;nbsp;konstruksi yang begitu cepat demi mencapai keberhasilan dan keberlanjutan&amp;nbsp;proyek konstruksi di masa kini dan masa depan serta mewujudkan visi&amp;nbsp;Indonesia Emas 2045.&amp;nbsp;
&quot;Industri konstruksi harus agile dalam merespon perkembangan teknologi,&amp;nbsp; perubahan regulasi, dan dinamika pasar dengan cepat dan efektif. Kita juga&amp;nbsp; harus mampu beradaptasi untuk menyesuaikan strategi sesuai dengan&amp;nbsp;kondisi yang terus berubah agar dapat tetap kompetitif di tengah persaingan&amp;nbsp; yang semakin ketat,&quot; katanya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
KI 2024 terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan yang dimulai sejak Juni 2024 dan puncaknya akan digelar pada 6-8 November 2024 di ICE&amp;nbsp; BSD, Tangerang.
Adapun agenda utamanya antara lain konferensi, fair and&amp;nbsp;expo, penghargaan Konstruksi Indonesia 2024, Kompetisi Tenaga Kerja&amp;nbsp; Konstruksi Tingkat Nasional, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia&amp;nbsp; (BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI), penyusunan Buku&amp;nbsp; Konstruksi Indonesia 2024, serta lomba foto dan video.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Dengan terselenggaranya event KI 2024 ini diharapkan dapat menciptakan media pertukaran informasi supply and demand dan komunikasi&amp;nbsp;stakeholder jasa konstruksi baik nasional dan internasional, sekaligus&amp;nbsp; menjadi ajang promosi untuk mendorong investasi, kreativitas, teknologi&amp;nbsp; konstruksi, dan kegiatan konstruksi nasional.&amp;nbsp;
&quot;Saya mengajak seluruh masyarakat jasa konstruksi untuk bersama-sama&amp;nbsp; dan berkolaborasi memanfaatkan dan menyemarakkan rangkaian&amp;nbsp;Konstruksi Indonesia 2024 ini sebagai ajang yang produktif dan inspiratif&amp;nbsp; bagi kita semua untuk mendorong industri konstruksi menuju masa depan&amp;nbsp; yang lebih baik,&quot; tutur Abdul Muis.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Turut hadir Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Investasi Canka&amp;nbsp;Amprawati Suryadi Putri, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Dewi&amp;nbsp;Chomistriana, serta Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstuksi (LPJK) Taufiq&amp;nbsp;Widjoyojo.
Selain itu juga hadir Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah&amp;nbsp;(LKPP) Agus Prabowo, para pimpinan tinggi pratama di lingkungan&amp;nbsp;Kementerian PUPR, para Direktur Utama Perusahaan Penyedia Jasa&amp;nbsp; Konstruksi dan Konsultansi, para Direktur Utama Perusahaan Asuransi dan&amp;nbsp; Perbankan, dan para Direktur Utama Perusahaan Pendukung Industri&amp;nbsp; Konstruksi.</content:encoded></item></channel></rss>
