<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BCA Raup Laba Bersih Rp26,9 Triliun di Semester I-2024, Naik 11%</title><description>PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) meraup pertumbuhan laba bersih senilai Rp26,9 triliun pada Semester I 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/278/3038929/bca-raup-laba-bersih-rp26-9-triliun-di-semester-i-2024-naik-11</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/278/3038929/bca-raup-laba-bersih-rp26-9-triliun-di-semester-i-2024-naik-11"/><item><title>BCA Raup Laba Bersih Rp26,9 Triliun di Semester I-2024, Naik 11%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/278/3038929/bca-raup-laba-bersih-rp26-9-triliun-di-semester-i-2024-naik-11</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/278/3038929/bca-raup-laba-bersih-rp26-9-triliun-di-semester-i-2024-naik-11</guid><pubDate>Rabu 24 Juli 2024 16:44 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/24/278/3038929/bca-raup-laba-bersih-rp26-9-triliun-di-semester-i-2024-naik-11-PHieXirIRB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BCA kantongi laba bersih Rp26,9 triliun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/24/278/3038929/bca-raup-laba-bersih-rp26-9-triliun-di-semester-i-2024-naik-11-PHieXirIRB.jpg</image><title>BCA kantongi laba bersih Rp26,9 triliun (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wOC8xLzE2Mzk3OC81L3g4ajU3c3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) meraup pertumbuhan laba bersih senilai Rp26,9 triliun pada Semester I 2024. Laba BCA naik 11,1% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp24,2 triliun.
Adapun BCA dan entitas anak membukukan peningkatan total kredit sebesar 15,5% (yoy) menjadi Rp850 triliun per Juni 2024. Pertumbuhan total kredit tersebut berada di atas rata-rata industri
Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan, pertumbuhan ini ditopang ekspansi pembiayaan secara berkualitas, serta peningkatan volume transaksi dan pendanaan.

BACA JUGA:
Disebut Bakal Groundbreaking di IKN Juli 2024, Ini Kata BCA


&quot;Kredit untuk bisnis tercatat tumbuh dengan solid, baik di segmen korporasi maupun UMKM. Peningkatan juga terjadi di segmen kredit konsumer, ditopang pelaksanaan BCA Expoversary 2024,&quot; kata Jahja dalam press conference kinerja BCA Semester I 2024, Rabu (24/7/2024).
Menurut Jahja, Event yang diselenggarakan sekitar dua bulan tersebut berhasil mengumpulkan total aplikasi KPR dan kredit kendaraan bermotor (KKB) sekitar Rp50 triliun.

BACA JUGA:
Pengumuman! BCA Tutup Layanan Bank Draft Mulai 12 Agustus 2024


&quot;Kami berterima kasih atas kepercayaan nasabah, serta dukungan dari pemerintah dan otoritas, sehingga BCA dapat melalui paruh pertama 2024 dengan baik,&quot; ungkap Jahja.
BCA mencatat kredit korporasi menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi per Juni 2024, naik 19,9% YoY mencapai Rp388,6 triliun. Kredit komersial  tumbuh 7,9% YoY menjadi Rp127,8 triliun, dan kredit UKM naik 12,7% YoY hingga menyentuh Rp114,4 triliun.
Portofolio kredit konsumer meningkat 13,6% YoY menjadi Rp210,2  triliun, didorong penyaluran KPR yang tumbuh 10,8% YoY mencapai Rp126,9  triliun serta pertumbuhan KKB sebesar 18,4% YoY menjadi Rp62,1 triliun.
Kenaikan outstanding pinjaman konsumer lainnya (sebagian besar kartu kredit) tercatat sebesar 20,2% YoY mencapai Rp17,8 triliun.
Penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan, termasuk di  dalamnya investasi pada obligasi hijau serta kredit dengan skema  sustainability linked loans, tumbuh 9,3% YoY menyentuh Rp198 triliun per  Juni 2024, setara 23,2% dari total portofolio pembiayaan.
Konsisten mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik, BCA  telah menyalurkan pembiayaan untuk kendaraan bermotor listrik sekitar  Rp1,5 triliun per Juni 2024, tumbuh 2 kali lipat secara YoY.
BCA juga kembali menghadirkan program Kredit Multiguna Usaha  #KaMUKartini, yang memberikan kredit dengan bunga spesial mulai 3,21%  p.a. untuk perempuan pengusaha. Per Juni 2024, penyaluran Kredit  Multiguna Usaha #KaMUKartini meningkat 250% secara tahunan.
Perbaikan kualitas pinjaman BCA mengiringi solidnya pertumbuhan  kredit. Rasio loan at risk (LAR) tercatat sebesar 6,4% pada semester I  2024, turun dibandingkan angka setahun lalu yaitu 9%.
Rasio kredit bermasalah (NPL) berada di angka 2,2%. Rasio pencadangan  NPL dan LAR berada pada level yang memadai, masing-masing sebesar  190,2% dan 71,2%.
Di sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) naik 5% YoY  menyentuh Rp1.125 triliun. Dana giro dan tabungan (CASA) berkontribusi  82% lebih dari total DPK, tumbuh 5,8% mencapai Rp915 triliun.
Solidnya pertumbuhan CASA selaras dengan total frekuensi transaksi  BCA yang naik 21% YoY mencapai 17 miliar pada semester I 2024, tumbuh 4  kali lipat dalam 5 tahun terakhir. Khusus di kanal digital, frekuensi  transaksi mobile banking dan internet banking mencapai 14,8 miliar, naik  24% YoY.
Sejalan dengan solidnya kinerja penyaluran kredit dan pendanaan, BCA  mempertahankan pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest  income/NII) pada semester I 2024 sebesar 7,9% YoY, mencapai Rp39,9  triliun.
Pendapatan selain bunga naik 12,1% YoY menjadi Rp12,4 triliun. Total  pendapatan operasional mencapai Rp52,4 triliun, naik 8,9% YoY.  Peningkatan kualitas aset diiringi turunnya biaya provisi BCA hingga  6,8% YoY.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wOC8xLzE2Mzk3OC81L3g4ajU3c3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) meraup pertumbuhan laba bersih senilai Rp26,9 triliun pada Semester I 2024. Laba BCA naik 11,1% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp24,2 triliun.
Adapun BCA dan entitas anak membukukan peningkatan total kredit sebesar 15,5% (yoy) menjadi Rp850 triliun per Juni 2024. Pertumbuhan total kredit tersebut berada di atas rata-rata industri
Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan, pertumbuhan ini ditopang ekspansi pembiayaan secara berkualitas, serta peningkatan volume transaksi dan pendanaan.

BACA JUGA:
Disebut Bakal Groundbreaking di IKN Juli 2024, Ini Kata BCA


&quot;Kredit untuk bisnis tercatat tumbuh dengan solid, baik di segmen korporasi maupun UMKM. Peningkatan juga terjadi di segmen kredit konsumer, ditopang pelaksanaan BCA Expoversary 2024,&quot; kata Jahja dalam press conference kinerja BCA Semester I 2024, Rabu (24/7/2024).
Menurut Jahja, Event yang diselenggarakan sekitar dua bulan tersebut berhasil mengumpulkan total aplikasi KPR dan kredit kendaraan bermotor (KKB) sekitar Rp50 triliun.

BACA JUGA:
Pengumuman! BCA Tutup Layanan Bank Draft Mulai 12 Agustus 2024


&quot;Kami berterima kasih atas kepercayaan nasabah, serta dukungan dari pemerintah dan otoritas, sehingga BCA dapat melalui paruh pertama 2024 dengan baik,&quot; ungkap Jahja.
BCA mencatat kredit korporasi menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi per Juni 2024, naik 19,9% YoY mencapai Rp388,6 triliun. Kredit komersial  tumbuh 7,9% YoY menjadi Rp127,8 triliun, dan kredit UKM naik 12,7% YoY hingga menyentuh Rp114,4 triliun.
Portofolio kredit konsumer meningkat 13,6% YoY menjadi Rp210,2  triliun, didorong penyaluran KPR yang tumbuh 10,8% YoY mencapai Rp126,9  triliun serta pertumbuhan KKB sebesar 18,4% YoY menjadi Rp62,1 triliun.
Kenaikan outstanding pinjaman konsumer lainnya (sebagian besar kartu kredit) tercatat sebesar 20,2% YoY mencapai Rp17,8 triliun.
Penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan, termasuk di  dalamnya investasi pada obligasi hijau serta kredit dengan skema  sustainability linked loans, tumbuh 9,3% YoY menyentuh Rp198 triliun per  Juni 2024, setara 23,2% dari total portofolio pembiayaan.
Konsisten mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik, BCA  telah menyalurkan pembiayaan untuk kendaraan bermotor listrik sekitar  Rp1,5 triliun per Juni 2024, tumbuh 2 kali lipat secara YoY.
BCA juga kembali menghadirkan program Kredit Multiguna Usaha  #KaMUKartini, yang memberikan kredit dengan bunga spesial mulai 3,21%  p.a. untuk perempuan pengusaha. Per Juni 2024, penyaluran Kredit  Multiguna Usaha #KaMUKartini meningkat 250% secara tahunan.
Perbaikan kualitas pinjaman BCA mengiringi solidnya pertumbuhan  kredit. Rasio loan at risk (LAR) tercatat sebesar 6,4% pada semester I  2024, turun dibandingkan angka setahun lalu yaitu 9%.
Rasio kredit bermasalah (NPL) berada di angka 2,2%. Rasio pencadangan  NPL dan LAR berada pada level yang memadai, masing-masing sebesar  190,2% dan 71,2%.
Di sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) naik 5% YoY  menyentuh Rp1.125 triliun. Dana giro dan tabungan (CASA) berkontribusi  82% lebih dari total DPK, tumbuh 5,8% mencapai Rp915 triliun.
Solidnya pertumbuhan CASA selaras dengan total frekuensi transaksi  BCA yang naik 21% YoY mencapai 17 miliar pada semester I 2024, tumbuh 4  kali lipat dalam 5 tahun terakhir. Khusus di kanal digital, frekuensi  transaksi mobile banking dan internet banking mencapai 14,8 miliar, naik  24% YoY.
Sejalan dengan solidnya kinerja penyaluran kredit dan pendanaan, BCA  mempertahankan pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest  income/NII) pada semester I 2024 sebesar 7,9% YoY, mencapai Rp39,9  triliun.
Pendapatan selain bunga naik 12,1% YoY menjadi Rp12,4 triliun. Total  pendapatan operasional mencapai Rp52,4 triliun, naik 8,9% YoY.  Peningkatan kualitas aset diiringi turunnya biaya provisi BCA hingga  6,8% YoY.</content:encoded></item></channel></rss>
