<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saham Tembus Rp10.000, Ini Kata Bos BCA soal Stock Split</title><description>Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja buka suara soal rencana untuk stock split atau pemecahan nilai saham.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/278/3039002/saham-tembus-rp10-000-ini-kata-bos-bca-soal-stock-split</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/278/3039002/saham-tembus-rp10-000-ini-kata-bos-bca-soal-stock-split"/><item><title>Saham Tembus Rp10.000, Ini Kata Bos BCA soal Stock Split</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/278/3039002/saham-tembus-rp10-000-ini-kata-bos-bca-soal-stock-split</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/278/3039002/saham-tembus-rp10-000-ini-kata-bos-bca-soal-stock-split</guid><pubDate>Rabu 24 Juli 2024 18:46 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/24/278/3039002/saham-tembus-rp10-000-ini-kata-bos-bca-soal-stock-split-AF3Zk7NUKW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presdir BCA ungkap rencana stock split (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/24/278/3039002/saham-tembus-rp10-000-ini-kata-bos-bca-soal-stock-split-AF3Zk7NUKW.jpg</image><title>Presdir BCA ungkap rencana stock split (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja buka suara soal rencana untuk stock split atau pemecahan nilai saham. BCA memastikan belum memiliki rencana stock split hingga tahun depan.
Sebagai informasi, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sudah menyentuh Rp10.000 per awal Juli 2024. Adapun pada penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini BBCA ditutup pada level Rp10.075 per saham.

BACA JUGA:
BCA Raup Laba Bersih Rp26,9 Triliun di Semester I-2024, Naik 11%


&quot;Ya, kita tegaskan paling tidak tahun ini, kita tidak akan ada stock split. Tahun depan juga belum kita bicarakan dalam RBB, ya saya kalau memang nanti akan dilakukan ya kita hitung-hitung dalam RBB,&quot; ungkap Jahja dalam press conference kinerja BCA Semester I 2024, Rabu (24/7/2024).

BACA JUGA:
Disebut Bakal Groundbreaking di IKN Juli 2024, Ini Kata BCA


Jahja menegaskan bahwa rencana stock split belum ada di Rencana Bisnis Bank (RBB) BCA karena mengingat bank ini sudah pernah melakukan hal tersebut saat saham menyentuh harga Rp35.000.
&quot;Tetapi rasanya pada tingkat harga seperti sekarang ini, karena kita ingat waktu kita mengadakan stock split yang lalu, itu harga saham BCA sudah di Rp35.000 ya Rp35.000 kita split 1 banding 5. Jadi pada saat itu Rp7.000,&quot; jelas Jahja.
Melihat rekam jejaknya, BCA sudah melakukan empat kali stock split.  Sebanyak 3 kali, stock split dengan rasio 1:2, tepatnya pada tahun 2001,  2004, dan 2008.
Kemudian pada tahun 2021, BBCA kembali melakukan stock split dengan  rasio 1:5, pada saat berada di kisaran harga Rp30.000 per saham.
&quot;Jadi dari Rp35.000 dibagi 5 jadi Rp7.000-an. Rp7.000 sekarang sudah  Rp10.000. Tapi itu masih Rp10.000, jadi rasanya saat ini belum  diperlukan untuk kita lakukan stock split. Ya, saya pikir itu yang dapat  saya jelaskan,&quot; pungkas Jahja.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja buka suara soal rencana untuk stock split atau pemecahan nilai saham. BCA memastikan belum memiliki rencana stock split hingga tahun depan.
Sebagai informasi, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sudah menyentuh Rp10.000 per awal Juli 2024. Adapun pada penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini BBCA ditutup pada level Rp10.075 per saham.

BACA JUGA:
BCA Raup Laba Bersih Rp26,9 Triliun di Semester I-2024, Naik 11%


&quot;Ya, kita tegaskan paling tidak tahun ini, kita tidak akan ada stock split. Tahun depan juga belum kita bicarakan dalam RBB, ya saya kalau memang nanti akan dilakukan ya kita hitung-hitung dalam RBB,&quot; ungkap Jahja dalam press conference kinerja BCA Semester I 2024, Rabu (24/7/2024).

BACA JUGA:
Disebut Bakal Groundbreaking di IKN Juli 2024, Ini Kata BCA


Jahja menegaskan bahwa rencana stock split belum ada di Rencana Bisnis Bank (RBB) BCA karena mengingat bank ini sudah pernah melakukan hal tersebut saat saham menyentuh harga Rp35.000.
&quot;Tetapi rasanya pada tingkat harga seperti sekarang ini, karena kita ingat waktu kita mengadakan stock split yang lalu, itu harga saham BCA sudah di Rp35.000 ya Rp35.000 kita split 1 banding 5. Jadi pada saat itu Rp7.000,&quot; jelas Jahja.
Melihat rekam jejaknya, BCA sudah melakukan empat kali stock split.  Sebanyak 3 kali, stock split dengan rasio 1:2, tepatnya pada tahun 2001,  2004, dan 2008.
Kemudian pada tahun 2021, BBCA kembali melakukan stock split dengan  rasio 1:5, pada saat berada di kisaran harga Rp30.000 per saham.
&quot;Jadi dari Rp35.000 dibagi 5 jadi Rp7.000-an. Rp7.000 sekarang sudah  Rp10.000. Tapi itu masih Rp10.000, jadi rasanya saat ini belum  diperlukan untuk kita lakukan stock split. Ya, saya pikir itu yang dapat  saya jelaskan,&quot; pungkas Jahja.</content:encoded></item></channel></rss>
