<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Unilever (UNVR) Turun 10% Jadi Rp2,4 Triliun di Semester I-2024</title><description>Laba PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami penurunan pada semester I 2024.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/278/3039020/laba-unilever-unvr-turun-10-jadi-rp2-4-triliun-di-semester-i-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/278/3039020/laba-unilever-unvr-turun-10-jadi-rp2-4-triliun-di-semester-i-2024"/><item><title>Laba Unilever (UNVR) Turun 10% Jadi Rp2,4 Triliun di Semester I-2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/278/3039020/laba-unilever-unvr-turun-10-jadi-rp2-4-triliun-di-semester-i-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/278/3039020/laba-unilever-unvr-turun-10-jadi-rp2-4-triliun-di-semester-i-2024</guid><pubDate>Rabu 24 Juli 2024 19:17 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/24/278/3039020/laba-unilever-unvr-turun-10-jadi-rp2-4-triliun-di-semester-i-2024-ZubeU5zCwD.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Unilever alami penurunan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/24/278/3039020/laba-unilever-unvr-turun-10-jadi-rp2-4-triliun-di-semester-i-2024-ZubeU5zCwD.jpeg</image><title>Laba Unilever alami penurunan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Laba PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami penurunan pada semester I 2024. Unilever mengantongi laba bersih Rp2,46 triliun di enam bulan pertama tahun 2024. Angka itu turun 10% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,75 triliun.
Sementara itu, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp19,04 triliun, turun 6,15% dari sebelumnya sebesar Rp20,29 triliun. Adapun, pendapatan domestik naik  4,1% dibandingkan semester II 2023, namun turun sebesar 5,7% secara tahunan yang utamanya disebabkan oleh Pertumbuhan Harga Dasar (UPG) yang melemah.

BACA JUGA:
Unilever PHK 3.200 Karyawan


Dari sisi pengeluaran, beban pemasaran dan penjualan UNVR tercatat sebesar Rp4,58 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp4,46 triliun. Kemudian, beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp1,68 triliun, serta beban lainnya tercatat sebesar Rp823 juta.
Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap mengatakan, pada semester pertama 2024 ini perseroan menangani beberapa tantangan jangka pendek. Meski menghadapi banyak tantangan, lanjut dia, perseroan tetap mencatatkan kemajuan di bagian-bagian yang penting bagi masa depan perseroan.

Benjie menyebut, UNVR tetap teguh pada upaya untuk membangun bisnis dengan cara memperkuat fundamental, mengutamakan peningkatan daya saing brand perseroan, serta mendorong efisiensi biaya untuk mendongkrak profitabilitas.
&amp;ldquo;Secara bersamaan, kami menjalankan program transformasi untuk mempertajam fokus dan mendorong pertumbuhan melalui organisasi yang lebih ramping dan akuntabel,&amp;rdquo; kata Benjie dalam keterangan resminya, Rabu (24/7/2024).
Lebih lanjut, Benjie menyampaikan bahwa perseroan telah beroperasi di  Indonesia selama lebih dari 90 tahun. Meski telah melewati berbagai  tantangan seperti kondisi yang tidak menentu, persaingan ketat, serta  kebutuhan konsumen yang terus berkembang, perseroan tetap berpegang  teguh pada visi jangka panjang.
&amp;ldquo;Kami percaya bahwa berbekal pengalaman, potensi masa depan, dan  talenta terdepan, kami akan bangkit kembali, terus bertumbuh dan melaju  bersama Indonesia,&amp;rdquo; ujar Benjie.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Laba PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami penurunan pada semester I 2024. Unilever mengantongi laba bersih Rp2,46 triliun di enam bulan pertama tahun 2024. Angka itu turun 10% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,75 triliun.
Sementara itu, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp19,04 triliun, turun 6,15% dari sebelumnya sebesar Rp20,29 triliun. Adapun, pendapatan domestik naik  4,1% dibandingkan semester II 2023, namun turun sebesar 5,7% secara tahunan yang utamanya disebabkan oleh Pertumbuhan Harga Dasar (UPG) yang melemah.

BACA JUGA:
Unilever PHK 3.200 Karyawan


Dari sisi pengeluaran, beban pemasaran dan penjualan UNVR tercatat sebesar Rp4,58 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp4,46 triliun. Kemudian, beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp1,68 triliun, serta beban lainnya tercatat sebesar Rp823 juta.
Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap mengatakan, pada semester pertama 2024 ini perseroan menangani beberapa tantangan jangka pendek. Meski menghadapi banyak tantangan, lanjut dia, perseroan tetap mencatatkan kemajuan di bagian-bagian yang penting bagi masa depan perseroan.

Benjie menyebut, UNVR tetap teguh pada upaya untuk membangun bisnis dengan cara memperkuat fundamental, mengutamakan peningkatan daya saing brand perseroan, serta mendorong efisiensi biaya untuk mendongkrak profitabilitas.
&amp;ldquo;Secara bersamaan, kami menjalankan program transformasi untuk mempertajam fokus dan mendorong pertumbuhan melalui organisasi yang lebih ramping dan akuntabel,&amp;rdquo; kata Benjie dalam keterangan resminya, Rabu (24/7/2024).
Lebih lanjut, Benjie menyampaikan bahwa perseroan telah beroperasi di  Indonesia selama lebih dari 90 tahun. Meski telah melewati berbagai  tantangan seperti kondisi yang tidak menentu, persaingan ketat, serta  kebutuhan konsumen yang terus berkembang, perseroan tetap berpegang  teguh pada visi jangka panjang.
&amp;ldquo;Kami percaya bahwa berbekal pengalaman, potensi masa depan, dan  talenta terdepan, kami akan bangkit kembali, terus bertumbuh dan melaju  bersama Indonesia,&amp;rdquo; ujar Benjie.</content:encoded></item></channel></rss>
