<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba dan Pendapatan Turun, Bos Unilever Singgung Geopolitik</title><description>Laba dan pendapatan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami penurunan di semester pertama tahun 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/278/3039085/laba-dan-pendapatan-turun-bos-unilever-singgung-geopolitik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/278/3039085/laba-dan-pendapatan-turun-bos-unilever-singgung-geopolitik"/><item><title>Laba dan Pendapatan Turun, Bos Unilever Singgung Geopolitik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/278/3039085/laba-dan-pendapatan-turun-bos-unilever-singgung-geopolitik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/278/3039085/laba-dan-pendapatan-turun-bos-unilever-singgung-geopolitik</guid><pubDate>Rabu 24 Juli 2024 21:43 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/24/278/3039085/laba-dan-pendapatan-turun-bos-unilever-singgung-geopolitik-2VTUVtukQO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Unilever alami penurunan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/24/278/3039085/laba-dan-pendapatan-turun-bos-unilever-singgung-geopolitik-2VTUVtukQO.jpg</image><title>Laba Unilever alami penurunan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Laba dan pendapatan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami penurunan di semester pertama tahun 2024. Bos Unilever mengakui penurunan penjualan lantaran ada pengaruh dari kondisi geopolitik.
Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp19,04 triliun, turun 6,15% dari sebelumnya sebesar Rp20,29 triliun. Secara rinci, penjualan dalam negeri atau domestik tercatat sebesar Rp18,50 triliun, turun dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp19,62 triliun. Kemudian, penjualan ekspor tercatat sebesar Rp537,34 miliar.

BACA JUGA:
Laba Unilever (UNVR) Turun 10% Jadi Rp2,4 Triliun di Semester I-2024


Dari sisi produknya, penjualan produk kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh tercatat sebesar Rp12,28 triliun, turun dari sebelumnya sebesar Rp13,25 triliun. Sementara, penjualan produk makanan dan minuman tercatat sebesar Rp6,76 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp7,04 triliun.
Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap mengatakan bahwa penurunan kinerja di sepanjang enam bulan pertama tahun ini disebabkan oleh melemahnya permintaan konsumen akibat ketidakpastian ekonomi. Selain itu, masyarakat juga mengalami perubahan prioritas belanja.

BACA JUGA:
Unilever PHK 3.200 Karyawan


&amp;ldquo;Juga masih terpengaruh kondisi geopolitik. Kami melihat lingkungan pasar yang cukup menantang,&amp;rdquo; kata Benjie dalam konferensi pers secara daring pada Rabu (24/7/2024).
Selain itu, kinerja perseroan hingga saat ini disebut masih terdampak oleh aksi boikot yang diserukan bagi produk atau perusahaan yang terafiliasi dengan Israel. Benjie menyampaikan, penjualan perseroan sangat terdampak aksi boikot pada November dan Desember tahun lalu.
&amp;ldquo;Situasi ini memang kompleks, puncaknya di November dan Desember,  tapi saat ini dampaknya tidak setinggi periode tersebut, kami akan  mencoba menjangkau lebih banyak konsumen,&amp;rdquo; ujar Benjie.
Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Benjie menyebut bahwa perseroan  melakukan sejumlah strategi antara lain, mengoreksi hoax dan informasi  palsu yang beredar di masyarakat. Selain itu, perseroan juga  mengidentifikasi area terdampak paling buruk seperti di Padang dan Aceh.
Tak hanya itu, UNVR juga bekerja sama dengan komunitas masjid, serta  menggandeng tokoh agama untuk mengatasi sentimen negatif yang beredar di  masyarakat. Juga, secara aktif memantau sebaran informasi terkait  perseroan dan melakukan take down terhadap informasi yang salah.
&amp;ldquo;Ini merupakan langkah penting dan dilakukan bukan hanya satu kali saja,&amp;rdquo; imbuh Benjie.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Laba dan pendapatan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami penurunan di semester pertama tahun 2024. Bos Unilever mengakui penurunan penjualan lantaran ada pengaruh dari kondisi geopolitik.
Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp19,04 triliun, turun 6,15% dari sebelumnya sebesar Rp20,29 triliun. Secara rinci, penjualan dalam negeri atau domestik tercatat sebesar Rp18,50 triliun, turun dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp19,62 triliun. Kemudian, penjualan ekspor tercatat sebesar Rp537,34 miliar.

BACA JUGA:
Laba Unilever (UNVR) Turun 10% Jadi Rp2,4 Triliun di Semester I-2024


Dari sisi produknya, penjualan produk kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh tercatat sebesar Rp12,28 triliun, turun dari sebelumnya sebesar Rp13,25 triliun. Sementara, penjualan produk makanan dan minuman tercatat sebesar Rp6,76 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp7,04 triliun.
Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap mengatakan bahwa penurunan kinerja di sepanjang enam bulan pertama tahun ini disebabkan oleh melemahnya permintaan konsumen akibat ketidakpastian ekonomi. Selain itu, masyarakat juga mengalami perubahan prioritas belanja.

BACA JUGA:
Unilever PHK 3.200 Karyawan


&amp;ldquo;Juga masih terpengaruh kondisi geopolitik. Kami melihat lingkungan pasar yang cukup menantang,&amp;rdquo; kata Benjie dalam konferensi pers secara daring pada Rabu (24/7/2024).
Selain itu, kinerja perseroan hingga saat ini disebut masih terdampak oleh aksi boikot yang diserukan bagi produk atau perusahaan yang terafiliasi dengan Israel. Benjie menyampaikan, penjualan perseroan sangat terdampak aksi boikot pada November dan Desember tahun lalu.
&amp;ldquo;Situasi ini memang kompleks, puncaknya di November dan Desember,  tapi saat ini dampaknya tidak setinggi periode tersebut, kami akan  mencoba menjangkau lebih banyak konsumen,&amp;rdquo; ujar Benjie.
Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Benjie menyebut bahwa perseroan  melakukan sejumlah strategi antara lain, mengoreksi hoax dan informasi  palsu yang beredar di masyarakat. Selain itu, perseroan juga  mengidentifikasi area terdampak paling buruk seperti di Padang dan Aceh.
Tak hanya itu, UNVR juga bekerja sama dengan komunitas masjid, serta  menggandeng tokoh agama untuk mengatasi sentimen negatif yang beredar di  masyarakat. Juga, secara aktif memantau sebaran informasi terkait  perseroan dan melakukan take down terhadap informasi yang salah.
&amp;ldquo;Ini merupakan langkah penting dan dilakukan bukan hanya satu kali saja,&amp;rdquo; imbuh Benjie.</content:encoded></item></channel></rss>
