<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos KCIC Buka Suara soal Kereta Cepat Whoosh Bikin WIKA Rugi</title><description>Dwiyana Slamet Riyadi buka suara soal kereta cepat Whoosh Jakarta- Bandung membuat PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengalami kerugian</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/320/3038880/bos-kcic-buka-suara-soal-kereta-cepat-whoosh-bikin-wika-rugi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/320/3038880/bos-kcic-buka-suara-soal-kereta-cepat-whoosh-bikin-wika-rugi"/><item><title>Bos KCIC Buka Suara soal Kereta Cepat Whoosh Bikin WIKA Rugi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/320/3038880/bos-kcic-buka-suara-soal-kereta-cepat-whoosh-bikin-wika-rugi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/320/3038880/bos-kcic-buka-suara-soal-kereta-cepat-whoosh-bikin-wika-rugi</guid><pubDate>Rabu 24 Juli 2024 15:41 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/24/320/3038880/bos-kcic-buka-suara-soal-kereta-cepat-whoosh-bikin-wika-rugi-yKDaXXorYJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bos KCIC Buka Suara soal Kereta Cepat Whoosh Bikin WIKA Rugi. (Foto: Okezone.com/KCIC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/24/320/3038880/bos-kcic-buka-suara-soal-kereta-cepat-whoosh-bikin-wika-rugi-yKDaXXorYJ.jpg</image><title>Bos KCIC Buka Suara soal Kereta Cepat Whoosh Bikin WIKA Rugi. (Foto: Okezone.com/KCIC)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi buka suara soal kereta cepat Whoosh Jakarta- Bandung membuat PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengalami kerugian.
Dwiyana mengatakan, hal tersebut sebaiknya ditanyakan langsung kepada WIKA. Menurutnya. yang terpenting adalah WIKA sebagai kontraktor harus mengikuti kontrak.

BACA JUGA:
Kereta Cepat Diperpanjang ke Surabaya, KCIC: Lagi Dibahas China

&quot;Saya pikir tanyakan ke WIKA aja deh. Yang penting kalau di KCIC, WIKA itu sebagai kontraktor, ya kan. Artinya, semua penagihan dari kontraktor itu harus ikuti semua yang ada di klausul di kontrak EPC (Engineering Procurement Construction, semua harus GCG (Good Corporate Governance),&quot; ujarnya saat dijumpai di Istana Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2024).
Sebelumnya, WIKA menyatakan beban bunga utang proyek kereta cepat Whoosh Jakarta - Bandung tergolong cukup tinggi. Hal itu praktis membebani kinerja keuangan perseroan dan berkontribusi dalam mencatatkan rugi pada tahun buku 2023.

BACA JUGA:
Jokowi Panggil Dirut KCIC, Evaluasi Kereta Cepat Whoosh

Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Agung Budi Waskito, menyatakan beban bunga utang proyek Kereta Cepat Whoosh tinggi dan membebani kinerja keuangan emiten bersandi saham WIKA. Akibatnya, perusahaan mencatatkan kerugian konsolidasi hingga Rp56 triliun.
Agung mengaku, tingginya penyertaan untuk proyek kereta cepat ini membuat perseroan semakin rajin untuk menerbitkan obligasi untuk mendapatkan pinjaman. Bahkan total beban bunga yang ditanggung perseroan lewat penerbitan obligasi tembus Rp11 triliun.Sehingga memang dengan pinjaman yang cukup besar ini di dalam laporan tadi ada dua komponen. Pertama adalah beban bunga yang tinggi yang kedua adalah beban lain-lainnya.
&quot;Pertama adalah beban bunga yang memang cukup tinggi. Yang kedua adalah beban lain-lain di antaranya mulai tahun 2022 itu kita juga sudah mulai mencatat adanya kerugian dari PSBI atau Kereta Cepat yang tiap tahun juga cukup besar, pak. Jadi kira-kira gitu, pak,&quot; jelas Agung.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi buka suara soal kereta cepat Whoosh Jakarta- Bandung membuat PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengalami kerugian.
Dwiyana mengatakan, hal tersebut sebaiknya ditanyakan langsung kepada WIKA. Menurutnya. yang terpenting adalah WIKA sebagai kontraktor harus mengikuti kontrak.

BACA JUGA:
Kereta Cepat Diperpanjang ke Surabaya, KCIC: Lagi Dibahas China

&quot;Saya pikir tanyakan ke WIKA aja deh. Yang penting kalau di KCIC, WIKA itu sebagai kontraktor, ya kan. Artinya, semua penagihan dari kontraktor itu harus ikuti semua yang ada di klausul di kontrak EPC (Engineering Procurement Construction, semua harus GCG (Good Corporate Governance),&quot; ujarnya saat dijumpai di Istana Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2024).
Sebelumnya, WIKA menyatakan beban bunga utang proyek kereta cepat Whoosh Jakarta - Bandung tergolong cukup tinggi. Hal itu praktis membebani kinerja keuangan perseroan dan berkontribusi dalam mencatatkan rugi pada tahun buku 2023.

BACA JUGA:
Jokowi Panggil Dirut KCIC, Evaluasi Kereta Cepat Whoosh

Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Agung Budi Waskito, menyatakan beban bunga utang proyek Kereta Cepat Whoosh tinggi dan membebani kinerja keuangan emiten bersandi saham WIKA. Akibatnya, perusahaan mencatatkan kerugian konsolidasi hingga Rp56 triliun.
Agung mengaku, tingginya penyertaan untuk proyek kereta cepat ini membuat perseroan semakin rajin untuk menerbitkan obligasi untuk mendapatkan pinjaman. Bahkan total beban bunga yang ditanggung perseroan lewat penerbitan obligasi tembus Rp11 triliun.Sehingga memang dengan pinjaman yang cukup besar ini di dalam laporan tadi ada dua komponen. Pertama adalah beban bunga yang tinggi yang kedua adalah beban lain-lainnya.
&quot;Pertama adalah beban bunga yang memang cukup tinggi. Yang kedua adalah beban lain-lain di antaranya mulai tahun 2022 itu kita juga sudah mulai mencatat adanya kerugian dari PSBI atau Kereta Cepat yang tiap tahun juga cukup besar, pak. Jadi kira-kira gitu, pak,&quot; jelas Agung.</content:encoded></item></channel></rss>
