<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyaluran Paylater BCA Tembus Rp250 Miliar, Dirut: Tujuan Beli Barang</title><description>Penyaluran kredit paylater PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp250 miliar hingga Juni 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/320/3039084/penyaluran-paylater-bca-tembus-rp250-miliar-dirut-tujuan-beli-barang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/320/3039084/penyaluran-paylater-bca-tembus-rp250-miliar-dirut-tujuan-beli-barang"/><item><title>Penyaluran Paylater BCA Tembus Rp250 Miliar, Dirut: Tujuan Beli Barang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/320/3039084/penyaluran-paylater-bca-tembus-rp250-miliar-dirut-tujuan-beli-barang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/24/320/3039084/penyaluran-paylater-bca-tembus-rp250-miliar-dirut-tujuan-beli-barang</guid><pubDate>Rabu 24 Juli 2024 21:37 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/24/320/3039084/penyaluran-paylater-bca-tembus-rp250-miliar-dirut-tujuan-beli-barang-34qjWXxvPl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BCA salurkan paylater Rp250 miliar (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/24/320/3039084/penyaluran-paylater-bca-tembus-rp250-miliar-dirut-tujuan-beli-barang-34qjWXxvPl.jpg</image><title>BCA salurkan paylater Rp250 miliar (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wOC8xLzE2Mzk3OC81L3g4ajU3c3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Penyaluran kredit paylater PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp250 miliar hingga Juni 2024. Adapun BCA dan entitas anak membukukan peningkatan total kredit sebesar 15,5% secara tahunan (YoY) menjadi Rp850 triliun pada semester I 2024.
&quot;Sampai Juni sudah Rp250 miliar yang saldo dari paylater,&quot; kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam press conference kinerja BCA Semester I 2024, Rabu (24/7/2024).

BACA JUGA:
Daftar Lengkap Swift Code BCA dan Bank Lainnya di Indonesia


Jahja memandang kehadiran paylater menjawab tantangan di mana tidak semua orang memiliki akses ke uang tunai atau kartu kredit.
&quot;Kenapa ada paylater? Nah ini sebenarnya basicnya adalah kita tahu bahwa tidak semua orang bisa belanja dengan uang tunai. Artinya uang tunai itu uang yang ada di rekening dia,&quot; terang Jahja.

BACA JUGA:
Saham Tembus Rp10.000, Ini Kata Bos BCA soal Stock Split


Selain itu, Jahja mengakui bahwa meskipun BCA bukanlah pelopor layanan ini, mereka turut serta mengembangkan produk tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumen modern.
&quot;Jadi gini, sebenarnya kita akui paylater itu bukan BCA yang mulai ya. Jadi kita juga ikut digital produk lah istilahnya. Kita lihat kok di e-commerce e-commerce, fintech company, ada perkenalkan namanya paylater,&quot; jelas dia.
Pada pasar seperti ini, Paylater dinilai menjadi salah satu sarana  untuk memberi kesempatan pada saat masyarakat yang memang membutuhkan  belanja barang tetapi mungkin kemampuan tunainya belum ada, sehingga  pihaknya membantu dengan mekanisme BNPL.
&quot;Nah tetapi tujuan utama kita adalah untuk mereka beli barang. Bukan  diberikan uang tunai gitu. Atau paylater belakangan. Bukan itu  tujuannya, membeli barang, kemudian bayarnya bisa belakangan,&quot; tutur  Jahja.
Sebagaimana diketahui, Paylater BCA baru diluncurkan pada Oktober  2023 lalu. Fitur ini merupakan fasilitas kredit yang dapat digunakan  sebagai alternatif pembayaran melalui scan QRIS di aplikasi myBCA.
Pembayaran kembalinya dapat dicicil dengan pilihan jangka waktu.  Untuk bisa menggunakan fitur cicilan ini, nasabah harus sudah memiliki  BCA ID.
BCA menawarkan limit kredit hingga Rp20 juta pada produk Paylater BCA  dengan mekanisme revolving. Kemudian, pilihan tenor cicilan 1 bulan, 3  bulan, 6 bulan, atau 12 bulan.
Adapun, minimal transaksi Rp100.000. Lalu, transaksi di merchant QRIS  dengan menggunakan aplikasi myBCA dan pembayaran tagihan mandatory  melalui autodebet rekening BCA.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wOC8xLzE2Mzk3OC81L3g4ajU3c3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Penyaluran kredit paylater PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp250 miliar hingga Juni 2024. Adapun BCA dan entitas anak membukukan peningkatan total kredit sebesar 15,5% secara tahunan (YoY) menjadi Rp850 triliun pada semester I 2024.
&quot;Sampai Juni sudah Rp250 miliar yang saldo dari paylater,&quot; kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam press conference kinerja BCA Semester I 2024, Rabu (24/7/2024).

BACA JUGA:
Daftar Lengkap Swift Code BCA dan Bank Lainnya di Indonesia


Jahja memandang kehadiran paylater menjawab tantangan di mana tidak semua orang memiliki akses ke uang tunai atau kartu kredit.
&quot;Kenapa ada paylater? Nah ini sebenarnya basicnya adalah kita tahu bahwa tidak semua orang bisa belanja dengan uang tunai. Artinya uang tunai itu uang yang ada di rekening dia,&quot; terang Jahja.

BACA JUGA:
Saham Tembus Rp10.000, Ini Kata Bos BCA soal Stock Split


Selain itu, Jahja mengakui bahwa meskipun BCA bukanlah pelopor layanan ini, mereka turut serta mengembangkan produk tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumen modern.
&quot;Jadi gini, sebenarnya kita akui paylater itu bukan BCA yang mulai ya. Jadi kita juga ikut digital produk lah istilahnya. Kita lihat kok di e-commerce e-commerce, fintech company, ada perkenalkan namanya paylater,&quot; jelas dia.
Pada pasar seperti ini, Paylater dinilai menjadi salah satu sarana  untuk memberi kesempatan pada saat masyarakat yang memang membutuhkan  belanja barang tetapi mungkin kemampuan tunainya belum ada, sehingga  pihaknya membantu dengan mekanisme BNPL.
&quot;Nah tetapi tujuan utama kita adalah untuk mereka beli barang. Bukan  diberikan uang tunai gitu. Atau paylater belakangan. Bukan itu  tujuannya, membeli barang, kemudian bayarnya bisa belakangan,&quot; tutur  Jahja.
Sebagaimana diketahui, Paylater BCA baru diluncurkan pada Oktober  2023 lalu. Fitur ini merupakan fasilitas kredit yang dapat digunakan  sebagai alternatif pembayaran melalui scan QRIS di aplikasi myBCA.
Pembayaran kembalinya dapat dicicil dengan pilihan jangka waktu.  Untuk bisa menggunakan fitur cicilan ini, nasabah harus sudah memiliki  BCA ID.
BCA menawarkan limit kredit hingga Rp20 juta pada produk Paylater BCA  dengan mekanisme revolving. Kemudian, pilihan tenor cicilan 1 bulan, 3  bulan, 6 bulan, atau 12 bulan.
Adapun, minimal transaksi Rp100.000. Lalu, transaksi di merchant QRIS  dengan menggunakan aplikasi myBCA dan pembayaran tagihan mandatory  melalui autodebet rekening BCA.</content:encoded></item></channel></rss>
