<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut: Tidak Ada BBM Baru!</title><description>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tidak aka nada BBM jenis baru.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/25/320/3039450/luhut-tidak-ada-bbm-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/25/320/3039450/luhut-tidak-ada-bbm-baru"/><item><title>Luhut: Tidak Ada BBM Baru!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/25/320/3039450/luhut-tidak-ada-bbm-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/25/320/3039450/luhut-tidak-ada-bbm-baru</guid><pubDate>Kamis 25 Juli 2024 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/25/320/3039450/luhut-tidak-ada-bbm-baru-CIM1vf1IG7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut tegaskan tidak ada BBM jenis baru (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/25/320/3039450/luhut-tidak-ada-bbm-baru-CIM1vf1IG7.jpg</image><title>Luhut tegaskan tidak ada BBM jenis baru (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wNC8xLzE3OTIyNi81L3g4d2JlNm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tidak aka nada BBM jenis baru. Namun, pemerintah bakal menstandarkan BBM yang dikonsumsi kendaraan bermotor dengan mesin euro 4 dan 5.
Hal ini dalam rangka memperbaiki emisi gas buang yang dihasilkan kendaraan dari penggunaan BBM fosil.

BACA JUGA:
Daftar Harga BBM Pertalite, Pertamax hingga Dexlite per 25 Juli 2024 


&quot;Tidak ada BBM baru, masih sama, tapi kita mau kualitas yang lebih bagus, kita mau standar ke mesin euro 4 dan 5,&quot; kata Luhut usai peluncuran Golden Visa di Jakarta, Kamis (25/7/2024).
Meski demikian, Luhut mengaku memang masih perlu cukup banyak yang perlu diperbaiki dan penyesuaian dari proses pengolahan minyak mentah untuk menjadi BBM yang sesuai dengan standar mesin euro 4 dan 5.

BACA JUGA:
Tiket Konser, BBM hingga Deterjen Bakal Kena Cukai, Ini Penjelasan Bea Cukai


&quot;Tapi kan refinery nya harus diperbaiki. Karena refinery kita itu lama kan jadi harus ada penyesuaian sana sini,&quot; lanjutnya.
Luhut mengungkapkan, saat ini beban kerugian yang ditanggung dari penggunaan BBM yang memiliki emisi gas buang kotor cukup besar. Baik dari sisi fiskal APBN, maupun ongkos kesehatan masyarakat yang terdampak dari adanya polusi udara.
Mestinya, dikatakan luhut, Pemerintah bisa berhemat hingga Rp45  triliun atau lebih untuk memberikan subsidi BBM yang saat ini bisa  digunakan oleh semua orang. Hal ini dianggap kurang efektif karena  banyak juga dimanfaatkan oleh masyarakat yang sebetulnya tidak  memerlukan subsidi.
&quot;Yang sekarang kita hitung-hitung, ngapain mensubsidi untuk bensin  saya gitu. Itu kan rugi kita banyak. Mestinya kita hemat Rp45 triliun  atau lebih,&quot; tambahnya.
Sedangkan dari ongkos lingkungan hasil dari pencemaran gas buang  kendaraan, beban Pemerintah besar untuk menanggung biaya kesehatan  masyarakat. &quot;Tapi subsidi kesehatan itu kan besar sekali gara-gara air  pollution. Saya kira Rp10 triliun. Kalau total Rp38 triliun. Jadi  angkanya besar sekali,&quot; tambahnya.
Meski demikian wacana untuk menstandarkan BBM ke mesin euro 4 dan 5  ini tentu memerlukan ongkos tambahan dan tentu punya harga yang berbeda,  sebab ada komponen yang lebih untuk membuat BBM dengan standar yang  lebih tinggi. Hal inilah yang dihitung Pemerintah agar tidak membebani  ekonomi masyarakat.
&quot;Ya makanya nanti itu bertahap. Kita tidak tahu kapan periodenya.  Lagi dihitung betul-betul. Kita gak mau juga mengganggu ekonomi kita  yang cukup bagus sekarang ini,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wNC8xLzE3OTIyNi81L3g4d2JlNm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tidak aka nada BBM jenis baru. Namun, pemerintah bakal menstandarkan BBM yang dikonsumsi kendaraan bermotor dengan mesin euro 4 dan 5.
Hal ini dalam rangka memperbaiki emisi gas buang yang dihasilkan kendaraan dari penggunaan BBM fosil.

BACA JUGA:
Daftar Harga BBM Pertalite, Pertamax hingga Dexlite per 25 Juli 2024 


&quot;Tidak ada BBM baru, masih sama, tapi kita mau kualitas yang lebih bagus, kita mau standar ke mesin euro 4 dan 5,&quot; kata Luhut usai peluncuran Golden Visa di Jakarta, Kamis (25/7/2024).
Meski demikian, Luhut mengaku memang masih perlu cukup banyak yang perlu diperbaiki dan penyesuaian dari proses pengolahan minyak mentah untuk menjadi BBM yang sesuai dengan standar mesin euro 4 dan 5.

BACA JUGA:
Tiket Konser, BBM hingga Deterjen Bakal Kena Cukai, Ini Penjelasan Bea Cukai


&quot;Tapi kan refinery nya harus diperbaiki. Karena refinery kita itu lama kan jadi harus ada penyesuaian sana sini,&quot; lanjutnya.
Luhut mengungkapkan, saat ini beban kerugian yang ditanggung dari penggunaan BBM yang memiliki emisi gas buang kotor cukup besar. Baik dari sisi fiskal APBN, maupun ongkos kesehatan masyarakat yang terdampak dari adanya polusi udara.
Mestinya, dikatakan luhut, Pemerintah bisa berhemat hingga Rp45  triliun atau lebih untuk memberikan subsidi BBM yang saat ini bisa  digunakan oleh semua orang. Hal ini dianggap kurang efektif karena  banyak juga dimanfaatkan oleh masyarakat yang sebetulnya tidak  memerlukan subsidi.
&quot;Yang sekarang kita hitung-hitung, ngapain mensubsidi untuk bensin  saya gitu. Itu kan rugi kita banyak. Mestinya kita hemat Rp45 triliun  atau lebih,&quot; tambahnya.
Sedangkan dari ongkos lingkungan hasil dari pencemaran gas buang  kendaraan, beban Pemerintah besar untuk menanggung biaya kesehatan  masyarakat. &quot;Tapi subsidi kesehatan itu kan besar sekali gara-gara air  pollution. Saya kira Rp10 triliun. Kalau total Rp38 triliun. Jadi  angkanya besar sekali,&quot; tambahnya.
Meski demikian wacana untuk menstandarkan BBM ke mesin euro 4 dan 5  ini tentu memerlukan ongkos tambahan dan tentu punya harga yang berbeda,  sebab ada komponen yang lebih untuk membuat BBM dengan standar yang  lebih tinggi. Hal inilah yang dihitung Pemerintah agar tidak membebani  ekonomi masyarakat.
&quot;Ya makanya nanti itu bertahap. Kita tidak tahu kapan periodenya.  Lagi dihitung betul-betul. Kita gak mau juga mengganggu ekonomi kita  yang cukup bagus sekarang ini,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
