<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terima Izin Tambang dari Jokowi, Muhammadiyah Blunder?</title><description>Muhammadiyah akhirnya menerima tawaran izin kelola pertambangan atau IUP yang telah ditawarkan pemerintah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/25/320/3039467/terima-izin-tambang-dari-jokowi-muhammadiyah-blunder</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/25/320/3039467/terima-izin-tambang-dari-jokowi-muhammadiyah-blunder"/><item><title>Terima Izin Tambang dari Jokowi, Muhammadiyah Blunder?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/25/320/3039467/terima-izin-tambang-dari-jokowi-muhammadiyah-blunder</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/25/320/3039467/terima-izin-tambang-dari-jokowi-muhammadiyah-blunder</guid><pubDate>Kamis 25 Juli 2024 16:34 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/25/320/3039467/terima-izin-tambang-dari-jokowi-muhammadiyah-blunder-vfXmPm7ISr.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Muhammadiyah terima izin usaha tambang (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/25/320/3039467/terima-izin-tambang-dari-jokowi-muhammadiyah-blunder-vfXmPm7ISr.jpeg</image><title>Muhammadiyah terima izin usaha tambang (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMi8xLzE4MjQxMC81L3g5MWN4MWM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Muhammadiyah akhirnya menerima tawaran izin kelola pertambangan atau IUP yang telah ditawarkan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024. Pengamat UGM Fahmy Radhi mengaku terkejut dengan keputusan Muhammadiyah.
&quot;Saya sebenarnya agak terkejut dengan keputusan Muhammadiyah menerima (IUP). Karena Muhammadiyah biasanya selama ini kalau mengambil keputusan sangat rasional dan berdasarkan pada kajian-kajian,&quot; jelasnya ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (25/7/2024).

BACA JUGA:
Muhammadiyah: Keputusan Terima Izin Tambang Belum Disampaikan ke Pemerintah


Bahkan Fahmy menilai keputusan Muhammadiyah menerima tawaran itu sebagai suatu hal yang blunder.
&quot;Tapi saya kira keputusannya menurut saya blunder. Kenapa blunder? Karena seperti yang saya sampaikan bahwa itu bukan domain dari Muhammadiyah,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Muhammadiyah Terima Izin Usaha Tambang, Ini Pertimbangannya


Demikian diungkapkannya lantaran menurutnya, Muhammadiyah tidak pernah memiliki pengalaman dalam mengelola bisnis tambang.
&quot;Kalau mengelola pendidikan, rumah sakit itu sudah menjadi domainnya. Tapi untuk tambang, itu kan belum pernah sama sekali,&quot; tegas Fahmy.
Sebelumnya,Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah M Azrul  Tanjung mengungkapkan alasan pihaknya yang akhirnya memutuskan untuk  menerima tawaran tersebut. Adapun salah satunya yaitu karena banyaknya  pertimbangan.
&quot;Ya, Muhammadiyah itu kenapa tidak melakukan atau menerima atau  menolak secara langsung ya, karena banyak pertimbangan,&quot; paparnya.
Azrul bilang, untuk memutuskan hal ini, Muhammadiyah juga sudah melakukan kajian-kajian secara mendalam dan  berkali-kali.
&quot;Tidak hanya sekali dua kali, namun berkali-kali dan tidak hanya  intern Muhammadiyah tetapi juga melibatkan pihak luar misalnya pakar  hukum dari berbagai kampus, pakar tambang dari berbagai kampus, pakar  lingkungan hidup termasuk praktisi kita undang,&quot; tuturnya.
Azrul bilang, dari kajian-kajian tersebut, akhirnya Muhammadiyah  memberikan lampu hijau terhadap tawaran tersebut. Namun katanya,  pihaknya juga akan melihat lebih dulu mana lahan yang akan diberikan  oleh pemerintah
&quot;Nah dari kajian-kajian tersebut, ya dari berbagai aspek mudarat dan  manfaat, nah Muhammadiyah memberikan lampu hijau, kira-kira begitu untuk  menerima. Tapi nanti tentu Muhammadiyah akan lihat lahan mana yang akan  dikasih. Itu akan menimbulkan mudharat atau manfaat. Nah kita akan kaji  lagi,&quot; tutup Azrul.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMi8xLzE4MjQxMC81L3g5MWN4MWM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Muhammadiyah akhirnya menerima tawaran izin kelola pertambangan atau IUP yang telah ditawarkan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024. Pengamat UGM Fahmy Radhi mengaku terkejut dengan keputusan Muhammadiyah.
&quot;Saya sebenarnya agak terkejut dengan keputusan Muhammadiyah menerima (IUP). Karena Muhammadiyah biasanya selama ini kalau mengambil keputusan sangat rasional dan berdasarkan pada kajian-kajian,&quot; jelasnya ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (25/7/2024).

BACA JUGA:
Muhammadiyah: Keputusan Terima Izin Tambang Belum Disampaikan ke Pemerintah


Bahkan Fahmy menilai keputusan Muhammadiyah menerima tawaran itu sebagai suatu hal yang blunder.
&quot;Tapi saya kira keputusannya menurut saya blunder. Kenapa blunder? Karena seperti yang saya sampaikan bahwa itu bukan domain dari Muhammadiyah,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Muhammadiyah Terima Izin Usaha Tambang, Ini Pertimbangannya


Demikian diungkapkannya lantaran menurutnya, Muhammadiyah tidak pernah memiliki pengalaman dalam mengelola bisnis tambang.
&quot;Kalau mengelola pendidikan, rumah sakit itu sudah menjadi domainnya. Tapi untuk tambang, itu kan belum pernah sama sekali,&quot; tegas Fahmy.
Sebelumnya,Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah M Azrul  Tanjung mengungkapkan alasan pihaknya yang akhirnya memutuskan untuk  menerima tawaran tersebut. Adapun salah satunya yaitu karena banyaknya  pertimbangan.
&quot;Ya, Muhammadiyah itu kenapa tidak melakukan atau menerima atau  menolak secara langsung ya, karena banyak pertimbangan,&quot; paparnya.
Azrul bilang, untuk memutuskan hal ini, Muhammadiyah juga sudah melakukan kajian-kajian secara mendalam dan  berkali-kali.
&quot;Tidak hanya sekali dua kali, namun berkali-kali dan tidak hanya  intern Muhammadiyah tetapi juga melibatkan pihak luar misalnya pakar  hukum dari berbagai kampus, pakar tambang dari berbagai kampus, pakar  lingkungan hidup termasuk praktisi kita undang,&quot; tuturnya.
Azrul bilang, dari kajian-kajian tersebut, akhirnya Muhammadiyah  memberikan lampu hijau terhadap tawaran tersebut. Namun katanya,  pihaknya juga akan melihat lebih dulu mana lahan yang akan diberikan  oleh pemerintah
&quot;Nah dari kajian-kajian tersebut, ya dari berbagai aspek mudarat dan  manfaat, nah Muhammadiyah memberikan lampu hijau, kira-kira begitu untuk  menerima. Tapi nanti tentu Muhammadiyah akan lihat lahan mana yang akan  dikasih. Itu akan menimbulkan mudharat atau manfaat. Nah kita akan kaji  lagi,&quot; tutup Azrul.</content:encoded></item></channel></rss>
