<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Segini Biaya untuk Sekali Cuci Darah di RS</title><description>Segini biaya untuk satu kali cuci darah di Rumah Sakit (RS).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/25/320/3039491/segini-biaya-untuk-sekali-cuci-darah-di-rs</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/25/320/3039491/segini-biaya-untuk-sekali-cuci-darah-di-rs"/><item><title>Segini Biaya untuk Sekali Cuci Darah di RS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/25/320/3039491/segini-biaya-untuk-sekali-cuci-darah-di-rs</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/25/320/3039491/segini-biaya-untuk-sekali-cuci-darah-di-rs</guid><pubDate>Kamis 25 Juli 2024 17:05 WIB</pubDate><dc:creator>Suchika Julian Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/25/320/3039491/segini-biaya-untuk-sekali-cuci-darah-di-rs-m57xr0oirm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Segini biaya cuci darah di rumah sakit (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/25/320/3039491/segini-biaya-untuk-sekali-cuci-darah-di-rs-m57xr0oirm.jpg</image><title>Segini biaya cuci darah di rumah sakit (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMS8xLzE3OTgzNi81L3g4eDcwMHk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Segini biaya untuk satu kali cuci darah di Rumah Sakit (RS). Penyakit gagal ginjal menempati urutan keempat sebagai penyakit tidak menular dengan biaya termahal di dunia setelah jantung, kanker dan stroke.
Pasien gagal ginjal menempuh pengobatan Hemodialisa (HD) untuk memperpanjang masa hidup.Kepala Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan (P2JK) Kemenkes, dr. Kalsum Komaryani, MPPM mengatakan ketiga pengobatan pasien gagal ginjal semuanya menelan biaya yang besar. Beruntung biaya pengobatan tersebut masih ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

BACA JUGA:
Viral Banyak Pasien Anak-Anak Lakukan Cuci Darah di RSCM, Ini Penjelasan IDAI


&amp;ldquo;Semuanya ditanggung kalau sudah jadi peserta BPJS. Kalau tarif rumah sakit yang dibebankan ke BPJS untuk CAPD sekira Rp7,5 juta itu sudah include pemasangan alat di perut,&amp;rdquo; tutur Kalsum kepada Okezone pada pemberitaan 2020.
Dokter Kalsum menjelaskan, untuk pengobatan jenis hemodialisa yang sering dilakukan oleh para penderita gagal ginjal, rumah sakit membebankan biaya Rp800 ribu untuk sekali cuci darah. Biaya akan membengkak tergantung dengan intensitas hemodialisa sesuai tingkat keparahan pasien.

BACA JUGA:
Sebelum Wafat, Eks Gubernur Jabar Solihin GP Sempat 2 Kali Cuci Darah


&amp;ldquo;Untuk transplantasi ginjal biayanya di atas Rp300 juta untuk penerima donor. Sedangkan untuk pendonor ginjal maka biayanya di bawah Rp300 juta. Ini sesuai harga untuk BPJS, tapi kalau pakai uang sendiri bisa lebih mahal,&amp;rdquo; tuntasnya.
Sementara dilansir dari laman Alodokter, biaya untuk melakukan cuci  darah bervariasi, tergantung dari membran dialisis yang digunakan, serta  rumah sakit yang menyelenggarakannya.
Di rumah sakit swasta di Indonesia, biaya prosedur ini bisa dimulai  dari Rp800.000 hingga lebih dari Rp1.500.000 per kali cuci darah. Biaya  ini belum termasuk pemeriksaan pemasangan akses cuci darah. Dianjurkan  untuk mempersiapkan dana lebih guna kebutuhan tambahan, yaitu sekitar  20-30% dari biaya yang diperkirakan.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMS8xLzE3OTgzNi81L3g4eDcwMHk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Segini biaya untuk satu kali cuci darah di Rumah Sakit (RS). Penyakit gagal ginjal menempati urutan keempat sebagai penyakit tidak menular dengan biaya termahal di dunia setelah jantung, kanker dan stroke.
Pasien gagal ginjal menempuh pengobatan Hemodialisa (HD) untuk memperpanjang masa hidup.Kepala Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan (P2JK) Kemenkes, dr. Kalsum Komaryani, MPPM mengatakan ketiga pengobatan pasien gagal ginjal semuanya menelan biaya yang besar. Beruntung biaya pengobatan tersebut masih ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

BACA JUGA:
Viral Banyak Pasien Anak-Anak Lakukan Cuci Darah di RSCM, Ini Penjelasan IDAI


&amp;ldquo;Semuanya ditanggung kalau sudah jadi peserta BPJS. Kalau tarif rumah sakit yang dibebankan ke BPJS untuk CAPD sekira Rp7,5 juta itu sudah include pemasangan alat di perut,&amp;rdquo; tutur Kalsum kepada Okezone pada pemberitaan 2020.
Dokter Kalsum menjelaskan, untuk pengobatan jenis hemodialisa yang sering dilakukan oleh para penderita gagal ginjal, rumah sakit membebankan biaya Rp800 ribu untuk sekali cuci darah. Biaya akan membengkak tergantung dengan intensitas hemodialisa sesuai tingkat keparahan pasien.

BACA JUGA:
Sebelum Wafat, Eks Gubernur Jabar Solihin GP Sempat 2 Kali Cuci Darah


&amp;ldquo;Untuk transplantasi ginjal biayanya di atas Rp300 juta untuk penerima donor. Sedangkan untuk pendonor ginjal maka biayanya di bawah Rp300 juta. Ini sesuai harga untuk BPJS, tapi kalau pakai uang sendiri bisa lebih mahal,&amp;rdquo; tuntasnya.
Sementara dilansir dari laman Alodokter, biaya untuk melakukan cuci  darah bervariasi, tergantung dari membran dialisis yang digunakan, serta  rumah sakit yang menyelenggarakannya.
Di rumah sakit swasta di Indonesia, biaya prosedur ini bisa dimulai  dari Rp800.000 hingga lebih dari Rp1.500.000 per kali cuci darah. Biaya  ini belum termasuk pemeriksaan pemasangan akses cuci darah. Dianjurkan  untuk mempersiapkan dana lebih guna kebutuhan tambahan, yaitu sekitar  20-30% dari biaya yang diperkirakan.
</content:encoded></item></channel></rss>
