<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertemu Jokowi, World Bank Puji Ekonomi Indonesia Tumbuh di Atas 5%</title><description>Presiden Jokowi bertemu Managing Director of Operations of World Bank Anna Bjerde di Istana Kepresidenan, Jakarta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/25/320/3039570/bertemu-jokowi-world-bank-puji-ekonomi-indonesia-tumbuh-di-atas-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/25/320/3039570/bertemu-jokowi-world-bank-puji-ekonomi-indonesia-tumbuh-di-atas-5"/><item><title>Bertemu Jokowi, World Bank Puji Ekonomi Indonesia Tumbuh di Atas 5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/25/320/3039570/bertemu-jokowi-world-bank-puji-ekonomi-indonesia-tumbuh-di-atas-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/25/320/3039570/bertemu-jokowi-world-bank-puji-ekonomi-indonesia-tumbuh-di-atas-5</guid><pubDate>Kamis 25 Juli 2024 19:02 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/25/320/3039570/bertemu-jokowi-world-bank-puji-ekonomi-indonesia-tumbuh-di-atas-5-BGM66AX0og.jpg" expression="full" type="image/jpeg">World Bank puji pencapaian ekonomi Indonesia (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/25/320/3039570/bertemu-jokowi-world-bank-puji-ekonomi-indonesia-tumbuh-di-atas-5-BGM66AX0og.jpg</image><title>World Bank puji pencapaian ekonomi Indonesia (Foto: MPI)</title></images><description>


JAKARTA - Presiden Jokowi bertemu Managing Director of Operations of World Bank Anna Bjerde di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, World Bank memuji pencapaian ekonomi Indonesia.
&quot;Tadi Bapak Presiden menerima Managing Director dari World Bank Ibu Anna, didampingi oleh World Bank Jakarta,&quot; kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (25/7/2024).

BACA JUGA:
Prabowo Taruhan Ekonomi RI Bisa Tumbuh 8%

Airlangga mengatakan bahwa World Bank mengapresiasi pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang masih stabil di atas 5%.
&quot;Dan dalam pertemuan tersebut, World Bank mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di atas 5%. Dan dengan tingkat inflasi yang rendah. World Bank mengapresiasi pertumbuhan kita yang 5,11% dan inflasi 2,58%,&quot; kata Airlangga.

BACA JUGA:
Konsumsi Rumah Tangga Masih Andalan Ekonomi RI untuk Tumbuh 4,7%-5,5%

World Bank, kata Airlangga, mengatakan pertumbuhan ekonomi global tahun ini sekitar 2,6% sampai dengan 2,7%. Dan World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun depan di bawah 5% atau sekitar 4,8%.
&quot;Namun pertumbuhan Indonesia tidak termasuk yang rendah. Jadi pertumbuhan Indonesia tetap sekitar 5%,&quot; kata Airlangga.World Bank, kata Airlangga , juga mengapresiasi program-program yang  dilakukan oleh pemerintah, antara lain pengurangan kemiskinan. Serta  program-program yang terkait dengan infrastruktur untuk pertanian,  termasuk dengan irigasi.
&quot;World Bank juga mengapresiasi program stunting yang dilakukan oleh  Indonesia Early Childhood Program, dan Indonesia bisa mengembangkan  program dalam skala besar. Dan oleh karena itu, tadi Bapak Presiden juga  menyampaikan seperti terjadi penurunan stunting rate dari 37% ke 21%.  dan juga dalam 10% juga kemiskinan ekstrim dari 6,2% menjadi 0,8%,&quot;  jelasnya.
Presiden Jokowi, kata Airlangga, juga bercerita mengenai program Dana  Desa, di mana dana desa dengan dana Rp 71 triliun yang dipergunakan  untuk berbagai kegiatan di pedesaan termasuk dalam mengurangi stunting.
&quot;Tentu ke depan terkait dengan rencana kita masuk dalam negara  berpendapatan maju. Beberapa prioritas yang sudah dilakukan oleh Bapak  Presiden selama ini seperti infrastruktur, toll road, sea port, kemudian  mendorong konektivitas, itu sangat diapresiasi, demikian pula program  hilirisasi,&quot; kata Airlangga.Presiden Jokowi, kata Airlangga, juga menyampaikan bahwa ke depan  food resiliency dan green energy menjadi penting. Karena, katanya,  Indonesia punya program terkait dengan energi bersih yakni hydro, solar,  geotermal.
&quot;Dan juga dari World Bank mengatakan juga pentingnya untuk  pengembangan transmisi infrastruktur, transmisi listrik. Dan tentu ini  menjadi prioritas-prioritas yang perlu dilakukan oleh pemerintah. Bapak  Presiden juga mengingatkan bahwa transisi energi perlu mementingkan  harga yang affordable bagi masyarakat. Oleh karena itu multiple source  of energy dengan transmisi yang terkonektivity antar pulau tentunya  diharapkan bisa membuat harga bisa dinikmati oleh masyarakat,&quot; kata  Airlangga.
&quot;Tentunya berbagai subsidi yang dilakukan oleh pemerintah, juga  tentunya ke depan, subsidi ini akan ditujukan kepada mereka yang  berhak,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Presiden Jokowi bertemu Managing Director of Operations of World Bank Anna Bjerde di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, World Bank memuji pencapaian ekonomi Indonesia.
&quot;Tadi Bapak Presiden menerima Managing Director dari World Bank Ibu Anna, didampingi oleh World Bank Jakarta,&quot; kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (25/7/2024).

BACA JUGA:
Prabowo Taruhan Ekonomi RI Bisa Tumbuh 8%

Airlangga mengatakan bahwa World Bank mengapresiasi pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang masih stabil di atas 5%.
&quot;Dan dalam pertemuan tersebut, World Bank mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di atas 5%. Dan dengan tingkat inflasi yang rendah. World Bank mengapresiasi pertumbuhan kita yang 5,11% dan inflasi 2,58%,&quot; kata Airlangga.

BACA JUGA:
Konsumsi Rumah Tangga Masih Andalan Ekonomi RI untuk Tumbuh 4,7%-5,5%

World Bank, kata Airlangga, mengatakan pertumbuhan ekonomi global tahun ini sekitar 2,6% sampai dengan 2,7%. Dan World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun depan di bawah 5% atau sekitar 4,8%.
&quot;Namun pertumbuhan Indonesia tidak termasuk yang rendah. Jadi pertumbuhan Indonesia tetap sekitar 5%,&quot; kata Airlangga.World Bank, kata Airlangga , juga mengapresiasi program-program yang  dilakukan oleh pemerintah, antara lain pengurangan kemiskinan. Serta  program-program yang terkait dengan infrastruktur untuk pertanian,  termasuk dengan irigasi.
&quot;World Bank juga mengapresiasi program stunting yang dilakukan oleh  Indonesia Early Childhood Program, dan Indonesia bisa mengembangkan  program dalam skala besar. Dan oleh karena itu, tadi Bapak Presiden juga  menyampaikan seperti terjadi penurunan stunting rate dari 37% ke 21%.  dan juga dalam 10% juga kemiskinan ekstrim dari 6,2% menjadi 0,8%,&quot;  jelasnya.
Presiden Jokowi, kata Airlangga, juga bercerita mengenai program Dana  Desa, di mana dana desa dengan dana Rp 71 triliun yang dipergunakan  untuk berbagai kegiatan di pedesaan termasuk dalam mengurangi stunting.
&quot;Tentu ke depan terkait dengan rencana kita masuk dalam negara  berpendapatan maju. Beberapa prioritas yang sudah dilakukan oleh Bapak  Presiden selama ini seperti infrastruktur, toll road, sea port, kemudian  mendorong konektivitas, itu sangat diapresiasi, demikian pula program  hilirisasi,&quot; kata Airlangga.Presiden Jokowi, kata Airlangga, juga menyampaikan bahwa ke depan  food resiliency dan green energy menjadi penting. Karena, katanya,  Indonesia punya program terkait dengan energi bersih yakni hydro, solar,  geotermal.
&quot;Dan juga dari World Bank mengatakan juga pentingnya untuk  pengembangan transmisi infrastruktur, transmisi listrik. Dan tentu ini  menjadi prioritas-prioritas yang perlu dilakukan oleh pemerintah. Bapak  Presiden juga mengingatkan bahwa transisi energi perlu mementingkan  harga yang affordable bagi masyarakat. Oleh karena itu multiple source  of energy dengan transmisi yang terkonektivity antar pulau tentunya  diharapkan bisa membuat harga bisa dinikmati oleh masyarakat,&quot; kata  Airlangga.
&quot;Tentunya berbagai subsidi yang dilakukan oleh pemerintah, juga  tentunya ke depan, subsidi ini akan ditujukan kepada mereka yang  berhak,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
