<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mitigasi Gagal Panen akibat Perubahan Iklim, Kementan Dorong Swasta Bangun Bisnis Asuransi Perkebunan</title><description>Kementan) mendorong para pelaku usaha di sektor swasta untuk mengembangkan model bisnis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/26/320/3039960/mitigasi-gagal-panen-akibat-perubahan-iklim-kementan-dorong-swasta-bangun-bisnis-asuransi-perkebunan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/26/320/3039960/mitigasi-gagal-panen-akibat-perubahan-iklim-kementan-dorong-swasta-bangun-bisnis-asuransi-perkebunan"/><item><title>Mitigasi Gagal Panen akibat Perubahan Iklim, Kementan Dorong Swasta Bangun Bisnis Asuransi Perkebunan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/26/320/3039960/mitigasi-gagal-panen-akibat-perubahan-iklim-kementan-dorong-swasta-bangun-bisnis-asuransi-perkebunan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/26/320/3039960/mitigasi-gagal-panen-akibat-perubahan-iklim-kementan-dorong-swasta-bangun-bisnis-asuransi-perkebunan</guid><pubDate>Jum'at 26 Juli 2024 15:05 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/26/320/3039960/mitigasi-gagal-panen-akibat-perubahan-iklim-kementan-dorong-swasta-bangun-bisnis-asuransi-perkebunan-JrOrpFbeQj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kementan Soal Mitigasi Gagal Panen (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/26/320/3039960/mitigasi-gagal-panen-akibat-perubahan-iklim-kementan-dorong-swasta-bangun-bisnis-asuransi-perkebunan-JrOrpFbeQj.jpg</image><title>Kementan Soal Mitigasi Gagal Panen (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xNy8xLzE4MjkxMy81L3g5MmNiMjI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong para pelaku usaha di sektor swasta untuk mengembangkan model bisnis di sektor asuransi perkebunan. Hal itu bertujuan untuk memitigasi dampak gagal panen akibat perubahan iklim.
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementan, Prayudi Syamsuri menyatakan saat ini Pemerintah telah memiliki asuransi pertanian, tapi hal ini baru menyasar untuk komoditas tanaman pangan. Sedangkan untuk komoditas perkebunan masih belum memiliki asuransi yang serupa.

BACA JUGA:
Kementan Kembali Gelar Bunex 2024, Pameran Perkebunan Terbesar di Indonesia

&quot;Kalau kita bicara asuransi pertanian memang kita masih fokus untuk tanaman pangan, tentu yang bisa kita dorong sektor perkebunan adalah sektor swasta, untuk membangun model-model asuransi yang bisa dikelola secara bisnis,&quot; ujarnya saat ditemui MNC Portal di Kementerian Pertanian, Jumat (26/7/2024).
Prayudi menjelaskan perubahan iklim memang menjadi momok bagi sektor pertanian. Jika hujan yang turun berkepanjangan, tentu menyebabkan banjir yang bisa merusak tanaman. Sedangkan jika kemarau yang datang berkepanjangan, kebakaran lahan turut memberikan ancaman.

BACA JUGA:
Mentan Amran Kembangkan Varietas Padi Adaptif Perubahan Iklim

&quot;Tantangan perubahan iklim ini mau tidak mau kita harus hadapi, oleh karena itu salah satu yang menjadi perhatian dalam perkebunan yaitu bagaimana kita mengendalikan terjadinya kebakaran lahan dan kebun,&quot; tambahnya.Selain asuransi, Prayudi menyebutkan teknik modifikasi cuaca dan keandalan alat pertanian juga memiliki peranan penting dalam memitigasi dampak perubahan iklim. Kehadiran teknologi misalnya, mampu memonitor lebih mudah dari udara terkait potensi-potensi lahan yang cukup sensitif terhadap perubahan iklim.
&quot;Teknologi-teknologi yang terbaru apakah itu drone atau ada citra satelit dan sebagainya, nah ini juga bisa menjadi teknik-teknik untuk memitigasi dampak perubahan iklim,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xNy8xLzE4MjkxMy81L3g5MmNiMjI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong para pelaku usaha di sektor swasta untuk mengembangkan model bisnis di sektor asuransi perkebunan. Hal itu bertujuan untuk memitigasi dampak gagal panen akibat perubahan iklim.
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementan, Prayudi Syamsuri menyatakan saat ini Pemerintah telah memiliki asuransi pertanian, tapi hal ini baru menyasar untuk komoditas tanaman pangan. Sedangkan untuk komoditas perkebunan masih belum memiliki asuransi yang serupa.

BACA JUGA:
Kementan Kembali Gelar Bunex 2024, Pameran Perkebunan Terbesar di Indonesia

&quot;Kalau kita bicara asuransi pertanian memang kita masih fokus untuk tanaman pangan, tentu yang bisa kita dorong sektor perkebunan adalah sektor swasta, untuk membangun model-model asuransi yang bisa dikelola secara bisnis,&quot; ujarnya saat ditemui MNC Portal di Kementerian Pertanian, Jumat (26/7/2024).
Prayudi menjelaskan perubahan iklim memang menjadi momok bagi sektor pertanian. Jika hujan yang turun berkepanjangan, tentu menyebabkan banjir yang bisa merusak tanaman. Sedangkan jika kemarau yang datang berkepanjangan, kebakaran lahan turut memberikan ancaman.

BACA JUGA:
Mentan Amran Kembangkan Varietas Padi Adaptif Perubahan Iklim

&quot;Tantangan perubahan iklim ini mau tidak mau kita harus hadapi, oleh karena itu salah satu yang menjadi perhatian dalam perkebunan yaitu bagaimana kita mengendalikan terjadinya kebakaran lahan dan kebun,&quot; tambahnya.Selain asuransi, Prayudi menyebutkan teknik modifikasi cuaca dan keandalan alat pertanian juga memiliki peranan penting dalam memitigasi dampak perubahan iklim. Kehadiran teknologi misalnya, mampu memonitor lebih mudah dari udara terkait potensi-potensi lahan yang cukup sensitif terhadap perubahan iklim.
&quot;Teknologi-teknologi yang terbaru apakah itu drone atau ada citra satelit dan sebagainya, nah ini juga bisa menjadi teknik-teknik untuk memitigasi dampak perubahan iklim,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
