<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kementan Sebut Produk Perkebunan Tak Lagi Pangan tapi untuk Kebutuhan Energi</title><description>Kementan menyatakan bahwa produk perkebunan tidak hanya menjadi kebutuhan pangan masyarakat saja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/26/320/3040061/kementan-sebut-produk-perkebunan-tak-lagi-pangan-tapi-untuk-kebutuhan-energi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/26/320/3040061/kementan-sebut-produk-perkebunan-tak-lagi-pangan-tapi-untuk-kebutuhan-energi"/><item><title>Kementan Sebut Produk Perkebunan Tak Lagi Pangan tapi untuk Kebutuhan Energi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/26/320/3040061/kementan-sebut-produk-perkebunan-tak-lagi-pangan-tapi-untuk-kebutuhan-energi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/26/320/3040061/kementan-sebut-produk-perkebunan-tak-lagi-pangan-tapi-untuk-kebutuhan-energi</guid><pubDate>Jum'at 26 Juli 2024 17:28 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/26/320/3040061/kementan-sebut-produk-perkebunan-tak-lagi-pangan-tapi-untuk-kebutuhan-energi-cehzDSFx8n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kementan soal Produk Perkebunan. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/26/320/3040061/kementan-sebut-produk-perkebunan-tak-lagi-pangan-tapi-untuk-kebutuhan-energi-cehzDSFx8n.jpg</image><title>Kementan soal Produk Perkebunan. (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan bahwa produk perkebunan tidak hanya menjadi kebutuhan pangan masyarakat saja, namun kedepan akan digunakan sebagai bahan baku campuran untuk pemenuhan kebutuhan energi melalui produk bahan bakar nabati.

&quot;Produk perkebunan ini sudah tidak lagi untuk ketahanan pangan saja, maka kita harus berbicara bagaimana produk perkebunan menjadi bahan baku atau bahan bakar nabati,&quot; kata Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementan, Prayudi Syamsuri saat ditemui MNC Portal di Jakarta, Jumat (26/7/2024).

BACA JUGA:
Kementan Bakal Luncurkan Dashboard Nasional 4 Komoditas Perkebunan

Prayudi menjelaskan, hal ini dalam rangka menjaga ketahanan energi dan mengurangi polusi yang dihasilkan oleh bahan bakar fosil. Sebab saat ini bahan bakar fosil masih dianggap sebagai sumber energi yang lebih kotor ketimbang bahan bakar nabati.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xMS8xLzE4MjcxMC81L3g5MXk0MGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Ini menjadi bagian dari ketahanan energi melalui sektor perkebunan,&quot; tambahnya.

BACA JUGA:
Kementan Kembali Gelar Bunex 2024, Pameran Perkebunan Terbesar di Indonesia

Meski demikian, Prayudi menyebutkan bahwa pemanfaatan bahan bakar nabati memang memiliki emisi gas buang yang lebih bersih ketimbang bahan bakar fosil. Akan tetapi diperlukan teknologi yang berbeda dalam pengolahan untuk menghasilkan produk bahan bakar nabati.&quot;Kita akan melihat teknologi-teknologi baru, kesiapan di hulu kita, dalam memasok dan menyiapkan produk-produk yang standar untuk bahan bakar nabati,&quot; sambungnya.
Mengutip laman resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bahan Bakar Nabati (BBN)/Biofuel adalah salah satu energi yang dihasilkan dari bahan baku bioenergi melalui proses/teknologi tertentu. Bahan Bakar Nabati terdiri dari Biodiesel, Bioetanol dan Minyak Nabati Murni.
Biodiesel dan minyak nabati murni didapatkan dari produk perkebunan kelapa sawit, sedangkan bioetanol didapatkan dari produk perkebunan seperti singkong, jagung, ubi jalar, dan tebu.
Sekedar informasi tambahan, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan kembali menyelenggarakan pameran perkebunan yang terbesar di Indonesia, Perkebunan Expo (Bunex) 2024 di ICE BSD, Tangerang, Banten pada 13-15 September 2024 mendatang.
Prayudi menjelaskan, salah satu yang menjadi topik pembahasannya terkait pemanfaatan teknologi untuk menghasilkan produk bahan bakar nabati yang kedepannya akan masif digunakan oleh pemerintah untuk menggantikan bahan bakar fosil.
&quot;Pada bunex 2024 ini kita akan hadirkan teknologi-teknologi baru, kesiapan di hulu kita, dalam memasok dan menyiapkan produk-produk yang standar untuk bahan bakar nabati, kita akan coba hadirkan pada kesempatan ini,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan bahwa produk perkebunan tidak hanya menjadi kebutuhan pangan masyarakat saja, namun kedepan akan digunakan sebagai bahan baku campuran untuk pemenuhan kebutuhan energi melalui produk bahan bakar nabati.

&quot;Produk perkebunan ini sudah tidak lagi untuk ketahanan pangan saja, maka kita harus berbicara bagaimana produk perkebunan menjadi bahan baku atau bahan bakar nabati,&quot; kata Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementan, Prayudi Syamsuri saat ditemui MNC Portal di Jakarta, Jumat (26/7/2024).

BACA JUGA:
Kementan Bakal Luncurkan Dashboard Nasional 4 Komoditas Perkebunan

Prayudi menjelaskan, hal ini dalam rangka menjaga ketahanan energi dan mengurangi polusi yang dihasilkan oleh bahan bakar fosil. Sebab saat ini bahan bakar fosil masih dianggap sebagai sumber energi yang lebih kotor ketimbang bahan bakar nabati.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8xMS8xLzE4MjcxMC81L3g5MXk0MGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Ini menjadi bagian dari ketahanan energi melalui sektor perkebunan,&quot; tambahnya.

BACA JUGA:
Kementan Kembali Gelar Bunex 2024, Pameran Perkebunan Terbesar di Indonesia

Meski demikian, Prayudi menyebutkan bahwa pemanfaatan bahan bakar nabati memang memiliki emisi gas buang yang lebih bersih ketimbang bahan bakar fosil. Akan tetapi diperlukan teknologi yang berbeda dalam pengolahan untuk menghasilkan produk bahan bakar nabati.&quot;Kita akan melihat teknologi-teknologi baru, kesiapan di hulu kita, dalam memasok dan menyiapkan produk-produk yang standar untuk bahan bakar nabati,&quot; sambungnya.
Mengutip laman resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bahan Bakar Nabati (BBN)/Biofuel adalah salah satu energi yang dihasilkan dari bahan baku bioenergi melalui proses/teknologi tertentu. Bahan Bakar Nabati terdiri dari Biodiesel, Bioetanol dan Minyak Nabati Murni.
Biodiesel dan minyak nabati murni didapatkan dari produk perkebunan kelapa sawit, sedangkan bioetanol didapatkan dari produk perkebunan seperti singkong, jagung, ubi jalar, dan tebu.
Sekedar informasi tambahan, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan kembali menyelenggarakan pameran perkebunan yang terbesar di Indonesia, Perkebunan Expo (Bunex) 2024 di ICE BSD, Tangerang, Banten pada 13-15 September 2024 mendatang.
Prayudi menjelaskan, salah satu yang menjadi topik pembahasannya terkait pemanfaatan teknologi untuk menghasilkan produk bahan bakar nabati yang kedepannya akan masif digunakan oleh pemerintah untuk menggantikan bahan bakar fosil.
&quot;Pada bunex 2024 ini kita akan hadirkan teknologi-teknologi baru, kesiapan di hulu kita, dalam memasok dan menyiapkan produk-produk yang standar untuk bahan bakar nabati, kita akan coba hadirkan pada kesempatan ini,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
