<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Jokowi Ambil Keputusan Cepat di Tengah Perang Dagang AS-China</title><description>Presiden Jokowi menceritakan pengalamannya mengambil keputusan berat di tengah perang dagang AS-China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/26/320/3040103/cerita-jokowi-ambil-keputusan-cepat-di-tengah-perang-dagang-as-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/26/320/3040103/cerita-jokowi-ambil-keputusan-cepat-di-tengah-perang-dagang-as-china"/><item><title>Cerita Jokowi Ambil Keputusan Cepat di Tengah Perang Dagang AS-China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/26/320/3040103/cerita-jokowi-ambil-keputusan-cepat-di-tengah-perang-dagang-as-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/26/320/3040103/cerita-jokowi-ambil-keputusan-cepat-di-tengah-perang-dagang-as-china</guid><pubDate>Jum'at 26 Juli 2024 18:50 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/26/320/3040103/cerita-jokowi-ambil-keputusan-cepat-di-tengah-perang-dagang-as-china-aqU5cwGx1j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cerita Presiden Jokowi ambil keputusan di tengah perang dagang AS-China (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/26/320/3040103/cerita-jokowi-ambil-keputusan-cepat-di-tengah-perang-dagang-as-china-aqU5cwGx1j.jpg</image><title>Cerita Presiden Jokowi ambil keputusan di tengah perang dagang AS-China (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Jokowi menceritakan pengalamannya mengambil keputusan berat di tengah perang dagang AS-China. Menurutnya, jika tidak mengambil secara cepat keputusan pada masa-masa sulit beberapa tahun belakangan, peluang Indonesia untuk berkompetisi dengan negara lain bisa hilang.
Awalnya Jokowi menyebut bahwa pada tahun 2019 geopolitik antar kekuatan besar memanas karena perang dagang antara Amerika dan China. Perang tersebut belum usai, kata Jokowi, muncul masalah lainnya yakni covid-19.

BACA JUGA:
Respons Jokowi Ditanya Sosok T Pengendali Judi Online di Indonesia: Ah Enggak Tahu


&quot;Tetapi disitulah saya melihat kesulitan-kesulitan tantangan-tantangan ada kesempatan besar yang bisa kita raih ada kita mau kerja keras,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya pada peresmian Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah, Jumat (26/7/2024).
Jokowi melihat adanya keinginan untuk berbondong-bondong merealokasi industri dan pabrik pada masa sulit tersebut.
&quot;Karena saya melihat banyak keinginan berbondong-bondong relokasi industri, relokasi pabrik, keinginan membangun industri baru di negara-negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik, inflasinya rendah, stabilitas ekonomi bagus, stabilitas politik juga bagus. Dan saya merasakan itulah Indonesia yang banyak dilihat dari para investor,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:
Kawasan Industri Terpadu Batang Diresmikan, Jokowi: Serap 250 Ribu Pekerja


Jokowi pun bersyukur mengambil keputusan secara cepat, sehingga peluang Indonesia untuk menjadi tempat dibangunnya industri dapat terlaksana.
&quot;Tetapi kalau kita tidak melakukan keputusan yang cepat dan melaksanakan keputusan itu dengan cepat peluang itu pasti akan hilang,&quot; kata Jokowi.
Jokowi mengatakan bahwa semua pihak patut bersyukur karena rangking  world competitiveness indeks Indonesia melompat berada di angka rangking  27.
&quot;Karena banyak hal indikatornya  performa ekonomi tadi sudah saya  sebutkan, efisiensi pemerintah juga dilihat kemudian efisiensi para  pebisnis perusahaan yang ada di Indonesia juga dilihat dan juga kesiapan  infrastruktur-infrastruktur yang ada. Inilah kekuatan kita,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Jokowi menceritakan pengalamannya mengambil keputusan berat di tengah perang dagang AS-China. Menurutnya, jika tidak mengambil secara cepat keputusan pada masa-masa sulit beberapa tahun belakangan, peluang Indonesia untuk berkompetisi dengan negara lain bisa hilang.
Awalnya Jokowi menyebut bahwa pada tahun 2019 geopolitik antar kekuatan besar memanas karena perang dagang antara Amerika dan China. Perang tersebut belum usai, kata Jokowi, muncul masalah lainnya yakni covid-19.

BACA JUGA:
Respons Jokowi Ditanya Sosok T Pengendali Judi Online di Indonesia: Ah Enggak Tahu


&quot;Tetapi disitulah saya melihat kesulitan-kesulitan tantangan-tantangan ada kesempatan besar yang bisa kita raih ada kita mau kerja keras,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya pada peresmian Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah, Jumat (26/7/2024).
Jokowi melihat adanya keinginan untuk berbondong-bondong merealokasi industri dan pabrik pada masa sulit tersebut.
&quot;Karena saya melihat banyak keinginan berbondong-bondong relokasi industri, relokasi pabrik, keinginan membangun industri baru di negara-negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik, inflasinya rendah, stabilitas ekonomi bagus, stabilitas politik juga bagus. Dan saya merasakan itulah Indonesia yang banyak dilihat dari para investor,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:
Kawasan Industri Terpadu Batang Diresmikan, Jokowi: Serap 250 Ribu Pekerja


Jokowi pun bersyukur mengambil keputusan secara cepat, sehingga peluang Indonesia untuk menjadi tempat dibangunnya industri dapat terlaksana.
&quot;Tetapi kalau kita tidak melakukan keputusan yang cepat dan melaksanakan keputusan itu dengan cepat peluang itu pasti akan hilang,&quot; kata Jokowi.
Jokowi mengatakan bahwa semua pihak patut bersyukur karena rangking  world competitiveness indeks Indonesia melompat berada di angka rangking  27.
&quot;Karena banyak hal indikatornya  performa ekonomi tadi sudah saya  sebutkan, efisiensi pemerintah juga dilihat kemudian efisiensi para  pebisnis perusahaan yang ada di Indonesia juga dilihat dan juga kesiapan  infrastruktur-infrastruktur yang ada. Inilah kekuatan kita,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
