<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mitratrel (MTEL) Raup Laba Bersih Rp1 Triliun di Semester I-2024</title><description>PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) membukukan laba bersih Rp1 triliun pada semester I-2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/29/278/3041237/mitratrel-mtel-raup-laba-bersih-rp1-triliun-di-semester-i-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/29/278/3041237/mitratrel-mtel-raup-laba-bersih-rp1-triliun-di-semester-i-2024"/><item><title>Mitratrel (MTEL) Raup Laba Bersih Rp1 Triliun di Semester I-2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/29/278/3041237/mitratrel-mtel-raup-laba-bersih-rp1-triliun-di-semester-i-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/29/278/3041237/mitratrel-mtel-raup-laba-bersih-rp1-triliun-di-semester-i-2024</guid><pubDate>Senin 29 Juli 2024 18:27 WIB</pubDate><dc:creator>Gibran Khayirah Tavip</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/29/278/3041237/mitratrel-mtel-raup-laba-bersih-rp1-triliun-di-semester-i-2024-sTi5XXrxLz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mitratel Raup Laba Bersih Rp1 Triliun (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/29/278/3041237/mitratrel-mtel-raup-laba-bersih-rp1-triliun-di-semester-i-2024-sTi5XXrxLz.jpg</image><title>Mitratel Raup Laba Bersih Rp1 Triliun (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) membukukan laba bersih Rp1 triliun pada semester I-2024. Sementara, pendapatan mencapai Rp4,45 triliun atau meningkat 7,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY).

&amp;ldquo;Pertumbuhan pendapatan dipacu oleh kuatnya kinerja operasional yang terlihat pada peningkatan jumlah menara, pertumbuhan tenant dan penggelaran fiber optik,&amp;rdquo; ungkap Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko di Jakarta, Senin (29/7/2024).

Teddy sapaan akrabnya menambahkan, tenancy ratio pun ikut membaik menjadi 1,52 kali dari posisi tahun sebelumnya sebesar 1,49 kali. Hal ini menunjukkan Perseroan mampu mengoptimalkan asset dan berhasil menyelaraskan antara kebutuhan ekspansi dengan ketersediaan alat produksi.

BACA JUGA:15 Emiten Cairkan Dividen hingga Triliunan Rupiah, Ini Jadwalnya&amp;nbsp;


Jumlah menara Mitratel mencapai 38.581 unit per akhir Juni 2024, bertambah 5,1% secara tahunan. Atas pencapaian tersebut, Mitratel mempertahankan posisinya sebagai pemilik menara terbanyak di Asia Tenggara. Sementara panjang fiber optic mencapai 37.602 kilometer atau melonjak 37,9% pada kurun waktu yang sama.
&quot;Kenaikan jumlah menara dan fiber optik ini berhasil diimbangi dengan pertumbuhan jumlah penyewa yang mencapai 58.598 tenant, atau naik 7,1% yoy,&quot; katanya.

Perbaikan kinerja juga dipengaruhi oleh efisiensi dan perbaikan proses kerja dengan lebih mengoptimalkan teknologi. Digitalisasi yang diterapkan di berbagai lini, terutama pemasaran, memudahkan para penyewa dalam melakukan penyewaan menara dan fiber yang sesuai dengan kebutuhan.

BACA JUGA:Daftar Terbaru Indeks Saham LQ45: JSMR Masuk, Emiten Sandiaga SRTG Terdepak&amp;nbsp;


Sebagai hasilnya, laba sebelum pajak, bunga dan amortisasi (EBITDA) mencapai Rp3,69 triliun pada periode Januari - Juni 2024. Angka ini meningkat 10,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menunjukkan adanya peningkatan profitabilitas yang semakin baik.

Margin EBITDA yang meningkat menjadi 83,1% dari 81,2% pada tahun sebelumnya, mencerminkan efisiensi yang semakin baik seiring dengan semakin besarnya skala bisnis, implementasi skema bisnis yang efisien, optimalisasi proses bisnis internal melalui digitalisasi dan lebih selektif dalam menggarap segmen tower related business.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) membukukan laba bersih Rp1 triliun pada semester I-2024. Sementara, pendapatan mencapai Rp4,45 triliun atau meningkat 7,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY).

&amp;ldquo;Pertumbuhan pendapatan dipacu oleh kuatnya kinerja operasional yang terlihat pada peningkatan jumlah menara, pertumbuhan tenant dan penggelaran fiber optik,&amp;rdquo; ungkap Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko di Jakarta, Senin (29/7/2024).

Teddy sapaan akrabnya menambahkan, tenancy ratio pun ikut membaik menjadi 1,52 kali dari posisi tahun sebelumnya sebesar 1,49 kali. Hal ini menunjukkan Perseroan mampu mengoptimalkan asset dan berhasil menyelaraskan antara kebutuhan ekspansi dengan ketersediaan alat produksi.

BACA JUGA:15 Emiten Cairkan Dividen hingga Triliunan Rupiah, Ini Jadwalnya&amp;nbsp;


Jumlah menara Mitratel mencapai 38.581 unit per akhir Juni 2024, bertambah 5,1% secara tahunan. Atas pencapaian tersebut, Mitratel mempertahankan posisinya sebagai pemilik menara terbanyak di Asia Tenggara. Sementara panjang fiber optic mencapai 37.602 kilometer atau melonjak 37,9% pada kurun waktu yang sama.
&quot;Kenaikan jumlah menara dan fiber optik ini berhasil diimbangi dengan pertumbuhan jumlah penyewa yang mencapai 58.598 tenant, atau naik 7,1% yoy,&quot; katanya.

Perbaikan kinerja juga dipengaruhi oleh efisiensi dan perbaikan proses kerja dengan lebih mengoptimalkan teknologi. Digitalisasi yang diterapkan di berbagai lini, terutama pemasaran, memudahkan para penyewa dalam melakukan penyewaan menara dan fiber yang sesuai dengan kebutuhan.

BACA JUGA:Daftar Terbaru Indeks Saham LQ45: JSMR Masuk, Emiten Sandiaga SRTG Terdepak&amp;nbsp;


Sebagai hasilnya, laba sebelum pajak, bunga dan amortisasi (EBITDA) mencapai Rp3,69 triliun pada periode Januari - Juni 2024. Angka ini meningkat 10,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menunjukkan adanya peningkatan profitabilitas yang semakin baik.

Margin EBITDA yang meningkat menjadi 83,1% dari 81,2% pada tahun sebelumnya, mencerminkan efisiensi yang semakin baik seiring dengan semakin besarnya skala bisnis, implementasi skema bisnis yang efisien, optimalisasi proses bisnis internal melalui digitalisasi dan lebih selektif dalam menggarap segmen tower related business.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
