<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akui Ada Gelombang PHK Massal di Industri Tekstil, Bahlil Ungkap 2 Biang Keroknya</title><description>Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di industri tekstil sedang marak. Bahkan sudah 14.500 orang pekerja tekstil yang menjadi korban PHK.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/29/320/3041088/akui-ada-gelombang-phk-massal-di-industri-tekstil-bahlil-ungkap-2-biang-keroknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/29/320/3041088/akui-ada-gelombang-phk-massal-di-industri-tekstil-bahlil-ungkap-2-biang-keroknya"/><item><title>Akui Ada Gelombang PHK Massal di Industri Tekstil, Bahlil Ungkap 2 Biang Keroknya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/29/320/3041088/akui-ada-gelombang-phk-massal-di-industri-tekstil-bahlil-ungkap-2-biang-keroknya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/29/320/3041088/akui-ada-gelombang-phk-massal-di-industri-tekstil-bahlil-ungkap-2-biang-keroknya</guid><pubDate>Senin 29 Juli 2024 14:10 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/29/320/3041088/akui-ada-gelombang-phk-massal-di-industri-tekstil-bahlil-ungkap-2-biang-keroknya-1GtWyGuHct.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Investasi Bahlil Lahadalia soal PHK Pabrik Tekstil. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/29/320/3041088/akui-ada-gelombang-phk-massal-di-industri-tekstil-bahlil-ungkap-2-biang-keroknya-1GtWyGuHct.jpg</image><title>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia soal PHK Pabrik Tekstil. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di industri tekstil sedang marak. Bahkan sudah 14.500 orang pekerja tekstil yang menjadi korban PHK per Juli 2024.
Menanggapi hal ituMenteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menyebut, ada beberapa faktor yang menyebabkan PHK di industri tekstil.

BACA JUGA:
BUMN Balai Pustaka PHK 50% Karyawan, Pesangon Cair?

&quot;Memang benar ada PHK di beberapa tempat di Jawa Barat, itu ada yang satu relokasi pabrik dari Jawa Barat ke daerah lain, satunya lagi pabriknya ditutup,&quot; ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (29/7/2024).



Dia mengungkapkan bahwa ada beberapa persoalan yang menyebabkan industri tekstil mengalami tekanan.

BACA JUGA:
PHK 1.146 Karyawan Usai Dicaplok OCBC, Ini Penjelasan Bank Commonwealth

&quot;Ada dua masalah, pertama itu mesinnya sudah tua. Yang kedua, biaya ekonominya lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara lain,&quot; tambah Bahlil.
Karena hal ini kemudian terkait dengan produktivitas kerja, Bahlil pun menyarankan bahwa masalah ini membutuhkan jalan tengah.&quot;Hak-hak buruh itu memang harus diperhatikan, tapi di satu sisi, buruh juga harus memperhatikan keberlangsungan perusahaannya. Kalau itu tutup ya yang rugi kan semuanya,&quot; ucap Bahlil.
Akan tetapi dia meminta agar para pekerja tidak cepat putus asa ataupun menyerah. Pasalnya, meski ada pabrik yang tutup, masih ada pabrik-pabrik yang baru dibuka dan siap menyerap tenaga kerja.
&quot;Jangan bersedih, namanya ada yang pergi tentu ada yang datang. Kita contohnya baru-baru ini meresmikan pabrik sepatu di kawasan industri terpadu Batang, lapangan kerjanya bisa tercipta hingga 2 ribu lebih,&quot; tutup Bahlil.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di industri tekstil sedang marak. Bahkan sudah 14.500 orang pekerja tekstil yang menjadi korban PHK per Juli 2024.
Menanggapi hal ituMenteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menyebut, ada beberapa faktor yang menyebabkan PHK di industri tekstil.

BACA JUGA:
BUMN Balai Pustaka PHK 50% Karyawan, Pesangon Cair?

&quot;Memang benar ada PHK di beberapa tempat di Jawa Barat, itu ada yang satu relokasi pabrik dari Jawa Barat ke daerah lain, satunya lagi pabriknya ditutup,&quot; ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (29/7/2024).



Dia mengungkapkan bahwa ada beberapa persoalan yang menyebabkan industri tekstil mengalami tekanan.

BACA JUGA:
PHK 1.146 Karyawan Usai Dicaplok OCBC, Ini Penjelasan Bank Commonwealth

&quot;Ada dua masalah, pertama itu mesinnya sudah tua. Yang kedua, biaya ekonominya lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara lain,&quot; tambah Bahlil.
Karena hal ini kemudian terkait dengan produktivitas kerja, Bahlil pun menyarankan bahwa masalah ini membutuhkan jalan tengah.&quot;Hak-hak buruh itu memang harus diperhatikan, tapi di satu sisi, buruh juga harus memperhatikan keberlangsungan perusahaannya. Kalau itu tutup ya yang rugi kan semuanya,&quot; ucap Bahlil.
Akan tetapi dia meminta agar para pekerja tidak cepat putus asa ataupun menyerah. Pasalnya, meski ada pabrik yang tutup, masih ada pabrik-pabrik yang baru dibuka dan siap menyerap tenaga kerja.
&quot;Jangan bersedih, namanya ada yang pergi tentu ada yang datang. Kita contohnya baru-baru ini meresmikan pabrik sepatu di kawasan industri terpadu Batang, lapangan kerjanya bisa tercipta hingga 2 ribu lebih,&quot; tutup Bahlil.</content:encoded></item></channel></rss>
