<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir: Kawasan Industri RI Tak Kalah Saing dengan Vietnam-Thailand</title><description>Erick Thohir menyatakan bahwa kawasan industri di dalam negeri punya daya saing kuat, sehingga tidak kalah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/30/320/3041891/erick-thohir-kawasan-industri-ri-tak-kalah-saing-dengan-vietnam-thailand</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/30/320/3041891/erick-thohir-kawasan-industri-ri-tak-kalah-saing-dengan-vietnam-thailand"/><item><title>Erick Thohir: Kawasan Industri RI Tak Kalah Saing dengan Vietnam-Thailand</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/30/320/3041891/erick-thohir-kawasan-industri-ri-tak-kalah-saing-dengan-vietnam-thailand</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/30/320/3041891/erick-thohir-kawasan-industri-ri-tak-kalah-saing-dengan-vietnam-thailand</guid><pubDate>Selasa 30 Juli 2024 21:41 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/30/320/3041891/erick-thohir-kawasan-industri-ri-tak-kalah-saing-dengan-vietnam-thailand-SySiO7tRNi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir soal Industri RI (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/30/320/3041891/erick-thohir-kawasan-industri-ri-tak-kalah-saing-dengan-vietnam-thailand-SySiO7tRNi.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir soal Industri RI (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan bahwa kawasan industri di dalam negeri punya daya saing kuat, sehingga tidak kalah atau tertinggal dengan kawasan industri yang dimiliki negara tetangga, misalnya Vietnam dan Thailand.
Kawasan industri di Tanah Air tengah digenjot pemerintah lantaran mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak. Selain itu, berkontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

BACA JUGA:
Bahlil Dilantik Jadi Menteri ESDM? Menko Airlangga: Besok Ada Ratas

&amp;ldquo;Pak Presiden (ingin) supaya kita punya daya saing, kawasan industri tidak kalah dengan Vietnam dengan Thailand dan lain-lain supaya kompetitif kita jangan tertinggal,&amp;rdquo; ujar Erick saat ditemui di kawasan Bank Mandiri Wijayakusuma, Jakarta Barat, Selasa (30/7/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8yNi8xLzE4MzI2OS81L3g5Mnh0enM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Terbaru, Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah, yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (26/7/2024).

BACA JUGA:
Erick Thohir Siap Pertemukan Bos TikTok dan YouTube ke Presiden Jokowi-Prabowo

Kawasan ini diyakini mampu meningkatkan daya saing Indonesia di mata investor dunia. Karena itu, KITB yang berdiri di atas lahan milik perusahaan pelat merah dapat dimanfaatkan investor asing dalam jangka panjang.&quot;Salah satunya waktu itu bagaimana kita menyiapkan lahan yang tidak perlu dibeli, tetapi disewa jangka panjang,&quot; paparnya.
Erick menyebut, KITB mendapat respons positif lantaran banyak investor asing yang masuk. Seperti Korea Selatan, China, dan Jepang.
&quot;Memang saat ini investasi yang awal-awal masuk banyak dari Korea, beberapa titik dari Cina, juga Jepang, memang mereka masing-masing negara ini membangun ekosistemnya sendiri dan juga yang saling mendukung antara satu industri dan industri lainnya,&quot; beber dia.
Erick meyakini pengembangan KITB akan memberikan efek berganda dalam meningkatkan ekonomi Jawa Tengah dan Indonesia. Proyek strategi nasional (PSN) ini terus digenjot BUMN.
&quot;Kita tetap mendorong yang namanya Batang ini menjadi prioritas, bahkan kita tetap mendorong juga Subang nanti ke depan menjadi sebuah kawasan industri yang bisa mendukung juga pertumbuhan di Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan bahwa kawasan industri di dalam negeri punya daya saing kuat, sehingga tidak kalah atau tertinggal dengan kawasan industri yang dimiliki negara tetangga, misalnya Vietnam dan Thailand.
Kawasan industri di Tanah Air tengah digenjot pemerintah lantaran mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak. Selain itu, berkontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

BACA JUGA:
Bahlil Dilantik Jadi Menteri ESDM? Menko Airlangga: Besok Ada Ratas

&amp;ldquo;Pak Presiden (ingin) supaya kita punya daya saing, kawasan industri tidak kalah dengan Vietnam dengan Thailand dan lain-lain supaya kompetitif kita jangan tertinggal,&amp;rdquo; ujar Erick saat ditemui di kawasan Bank Mandiri Wijayakusuma, Jakarta Barat, Selasa (30/7/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8yNi8xLzE4MzI2OS81L3g5Mnh0enM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Terbaru, Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah, yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (26/7/2024).

BACA JUGA:
Erick Thohir Siap Pertemukan Bos TikTok dan YouTube ke Presiden Jokowi-Prabowo

Kawasan ini diyakini mampu meningkatkan daya saing Indonesia di mata investor dunia. Karena itu, KITB yang berdiri di atas lahan milik perusahaan pelat merah dapat dimanfaatkan investor asing dalam jangka panjang.&quot;Salah satunya waktu itu bagaimana kita menyiapkan lahan yang tidak perlu dibeli, tetapi disewa jangka panjang,&quot; paparnya.
Erick menyebut, KITB mendapat respons positif lantaran banyak investor asing yang masuk. Seperti Korea Selatan, China, dan Jepang.
&quot;Memang saat ini investasi yang awal-awal masuk banyak dari Korea, beberapa titik dari Cina, juga Jepang, memang mereka masing-masing negara ini membangun ekosistemnya sendiri dan juga yang saling mendukung antara satu industri dan industri lainnya,&quot; beber dia.
Erick meyakini pengembangan KITB akan memberikan efek berganda dalam meningkatkan ekonomi Jawa Tengah dan Indonesia. Proyek strategi nasional (PSN) ini terus digenjot BUMN.
&quot;Kita tetap mendorong yang namanya Batang ini menjadi prioritas, bahkan kita tetap mendorong juga Subang nanti ke depan menjadi sebuah kawasan industri yang bisa mendukung juga pertumbuhan di Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
