<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Bentuk Satgas Khusus Tangani Perbaikan Investasi Hulu Migas</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pihaknya bakal segera membentuk satgas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/31/320/3042199/luhut-bentuk-satgas-khusus-tangani-perbaikan-investasi-hulu-migas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/31/320/3042199/luhut-bentuk-satgas-khusus-tangani-perbaikan-investasi-hulu-migas"/><item><title>Luhut Bentuk Satgas Khusus Tangani Perbaikan Investasi Hulu Migas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/31/320/3042199/luhut-bentuk-satgas-khusus-tangani-perbaikan-investasi-hulu-migas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/31/320/3042199/luhut-bentuk-satgas-khusus-tangani-perbaikan-investasi-hulu-migas</guid><pubDate>Rabu 31 Juli 2024 14:35 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/31/320/3042199/luhut-bentuk-satgas-khusus-tangani-perbaikan-investasi-hulu-migas-8ZrDH42G7a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/31/320/3042199/luhut-bentuk-satgas-khusus-tangani-perbaikan-investasi-hulu-migas-8ZrDH42G7a.jpg</image><title>Menko Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pihaknya bakal segera membentuk satgas (satuan tugas) yang khusus menangani investasi di sektor hulu migas.
Menurut Luhut salah satu kendala investasi di sektor hulu migas adalah soal regulasi yang masih dianggap berbelit. Sehingga mengganggu proses investasi di sektor tersebut.

BACA JUGA:
Family Office Terbentuk Oktober 2024, Luhut Bakal Bawa Hakim dari Singapura-UEA

&quot;Kami lagi bikin task force untuk itu (penangan investasi hulu migas), untuk melihat aturan-aturannya,&quot; kata Luhut usai menghadiri acara pembukaan International &amp;amp; Indonesia CCS Forum 2024 di Jakarta, Rabu (31/7/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xOS80LzE4MDg0OS81L3g4eXBpY3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain penanganan regulasi untuk proses investasi di sektor hulu migas, tujuan pembentukan Satgas tersebut juga untuk menjalin komunikasi dengan Kementerian Keuangan terkait rencana pemberian insentif sebagai pemanis bagi para calon investor.

BACA JUGA:
Luhut ke IKN Minggu Depan, Mulai Berkantor?&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Luhut menilai saat ini investasi di sektor hulu migas cukup kompetitif antara negara. Terutama negara yang memiliki potensi kandungan yang cukup besar seperti Afrika, yang saat ini disebut punya proses investasi yang lebih menarik ketimbang Indonesia.&quot;Jodi yang sedang merevisi, kita berbicara dengan Kementerian Keuangan, dan sebagainya. Kita harus kasih insentif lebih bagus lah. Sekarang saya lihat malah Afrika itu lebih bagus dari kita,&quot; tambah Luhut.
Menurutnya salah satu yang menjadi penyebab daya tarik adalah masalah rasio bagi hasil antara pemerintah dengan para pelaku usaha. Luhut kembali membawakan contoh Afrika misalnya, rasio bagi hasilnya 60:40, sedangkan Indonesia masih 85:15.
&quot;Afrika itu malah berikan (rasio bagi hasil) 60:40. Kita masih 85:15. Jadi, kita sekarang ini harus betul tajam melihat sekeliling kita. Karena pilihan orang (investor) bukan hanya Indonesia. Banyak yang lain. Jadi, kita harus melihat di sekeliling kita,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pihaknya bakal segera membentuk satgas (satuan tugas) yang khusus menangani investasi di sektor hulu migas.
Menurut Luhut salah satu kendala investasi di sektor hulu migas adalah soal regulasi yang masih dianggap berbelit. Sehingga mengganggu proses investasi di sektor tersebut.

BACA JUGA:
Family Office Terbentuk Oktober 2024, Luhut Bakal Bawa Hakim dari Singapura-UEA

&quot;Kami lagi bikin task force untuk itu (penangan investasi hulu migas), untuk melihat aturan-aturannya,&quot; kata Luhut usai menghadiri acara pembukaan International &amp;amp; Indonesia CCS Forum 2024 di Jakarta, Rabu (31/7/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xOS80LzE4MDg0OS81L3g4eXBpY3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain penanganan regulasi untuk proses investasi di sektor hulu migas, tujuan pembentukan Satgas tersebut juga untuk menjalin komunikasi dengan Kementerian Keuangan terkait rencana pemberian insentif sebagai pemanis bagi para calon investor.

BACA JUGA:
Luhut ke IKN Minggu Depan, Mulai Berkantor?&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Luhut menilai saat ini investasi di sektor hulu migas cukup kompetitif antara negara. Terutama negara yang memiliki potensi kandungan yang cukup besar seperti Afrika, yang saat ini disebut punya proses investasi yang lebih menarik ketimbang Indonesia.&quot;Jodi yang sedang merevisi, kita berbicara dengan Kementerian Keuangan, dan sebagainya. Kita harus kasih insentif lebih bagus lah. Sekarang saya lihat malah Afrika itu lebih bagus dari kita,&quot; tambah Luhut.
Menurutnya salah satu yang menjadi penyebab daya tarik adalah masalah rasio bagi hasil antara pemerintah dengan para pelaku usaha. Luhut kembali membawakan contoh Afrika misalnya, rasio bagi hasilnya 60:40, sedangkan Indonesia masih 85:15.
&quot;Afrika itu malah berikan (rasio bagi hasil) 60:40. Kita masih 85:15. Jadi, kita sekarang ini harus betul tajam melihat sekeliling kita. Karena pilihan orang (investor) bukan hanya Indonesia. Banyak yang lain. Jadi, kita harus melihat di sekeliling kita,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
