<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos LPS Buka-bukaan Penyebab 14 Bank Bangkrut di RI</title><description>Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan soal penyebab 14 bank bangkrut di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/31/320/3042394/bos-lps-buka-bukaan-penyebab-14-bank-bangkrut-di-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/31/320/3042394/bos-lps-buka-bukaan-penyebab-14-bank-bangkrut-di-ri"/><item><title>Bos LPS Buka-bukaan Penyebab 14 Bank Bangkrut di RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/31/320/3042394/bos-lps-buka-bukaan-penyebab-14-bank-bangkrut-di-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/31/320/3042394/bos-lps-buka-bukaan-penyebab-14-bank-bangkrut-di-ri</guid><pubDate>Rabu 31 Juli 2024 19:41 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/31/320/3042394/bos-lps-buka-bukaan-penyebab-14-bank-bangkrut-di-ri-Gg1zhFGsiC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bos LPS soal 14 Bank Tutup (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/31/320/3042394/bos-lps-buka-bukaan-penyebab-14-bank-bangkrut-di-ri-Gg1zhFGsiC.jpg</image><title>Bos LPS soal 14 Bank Tutup (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan soal penyebab 14 bank bangkrut di Indonesia. 14 bank bangkrut ini didominasi Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Purbaya menjelaskan, banyaknya BPR bangkrut diakibatkan dari manajemen yang curang atau fraud.

BACA JUGA:
Digugat Rp6,6 Triliun atas Kasus Bank Century, LPS Menang di Pengadilan

&quot;Penyebab utama BPR bangkrut adalah fraud,&quot; kata Purbaya di Jakarta, Rabu (31/7/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8yOS8xLzE4MzM2OC81L3g5MzNsbGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Purbaya membantah, jika BPR itu tutup dan bangkrut karena dampak pelemahan ekonomi.

BACA JUGA:
Ini Penopang Kenaikan Laba Bank Mandiri Jadi Rp25,6 Triliun di Semester I-2024

&quot;Bukan karena dampak penurunan ekonomi,&quot; ujarnya.LPS, kata Purbaya berencana membuat program agar para manajemen BPR bisa mengelola sesuai kaidah perbankan. Hal ini dilakukan agar kebangkrutan tidak meluas.
Misalnya, pengelolaan manajemen BPR menggunakan sistem informasi teknologi (IT), sehingga bisa menghindari fraud dan bisa dipantau.
&quot;Kita akan memiliki program yang berhubungan dengan IT supaya bisa menangani manajemen BPR tadi, supaya kita bisa lebih sehat lagi ke depannya,&quot; ujarnya.
Terkait penyelematan, Purbaya memastikan belum ada daftar BPR dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang perlu diselamatkan kembali. Selama ini, baru satu BPR Indramayu, Jabar yang telah sehat masalah keuangan.
Namun pada prinsipnya, LPS akan tetap berusaha untuk menyelematkan BPR yang tengah sakit.
&quot;Jadi yang bisa kita selamatkan itu, kita akan mengurangi kejutan di ekonomi. Kalau kita bisa selamatkan ya selamatkan, kalau nggak bisa ya sudah,&quot; kata Purbaya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan soal penyebab 14 bank bangkrut di Indonesia. 14 bank bangkrut ini didominasi Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Purbaya menjelaskan, banyaknya BPR bangkrut diakibatkan dari manajemen yang curang atau fraud.

BACA JUGA:
Digugat Rp6,6 Triliun atas Kasus Bank Century, LPS Menang di Pengadilan

&quot;Penyebab utama BPR bangkrut adalah fraud,&quot; kata Purbaya di Jakarta, Rabu (31/7/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8yOS8xLzE4MzM2OC81L3g5MzNsbGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Purbaya membantah, jika BPR itu tutup dan bangkrut karena dampak pelemahan ekonomi.

BACA JUGA:
Ini Penopang Kenaikan Laba Bank Mandiri Jadi Rp25,6 Triliun di Semester I-2024

&quot;Bukan karena dampak penurunan ekonomi,&quot; ujarnya.LPS, kata Purbaya berencana membuat program agar para manajemen BPR bisa mengelola sesuai kaidah perbankan. Hal ini dilakukan agar kebangkrutan tidak meluas.
Misalnya, pengelolaan manajemen BPR menggunakan sistem informasi teknologi (IT), sehingga bisa menghindari fraud dan bisa dipantau.
&quot;Kita akan memiliki program yang berhubungan dengan IT supaya bisa menangani manajemen BPR tadi, supaya kita bisa lebih sehat lagi ke depannya,&quot; ujarnya.
Terkait penyelematan, Purbaya memastikan belum ada daftar BPR dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang perlu diselamatkan kembali. Selama ini, baru satu BPR Indramayu, Jabar yang telah sehat masalah keuangan.
Namun pada prinsipnya, LPS akan tetap berusaha untuk menyelematkan BPR yang tengah sakit.
&quot;Jadi yang bisa kita selamatkan itu, kita akan mengurangi kejutan di ekonomi. Kalau kita bisa selamatkan ya selamatkan, kalau nggak bisa ya sudah,&quot; kata Purbaya.</content:encoded></item></channel></rss>
