<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Pamer Keberhasilan Kelola Utang RI</title><description>Lembaga pemeringkat Standard &amp;amp; Poor's Global Ratings (S&amp;amp;P) mempertahankan peringkat kredit jangka panjang Indonesia pada BBB.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/31/320/3042458/sri-mulyani-pamer-keberhasilan-kelola-utang-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/31/320/3042458/sri-mulyani-pamer-keberhasilan-kelola-utang-ri"/><item><title>Sri Mulyani Pamer Keberhasilan Kelola Utang RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/31/320/3042458/sri-mulyani-pamer-keberhasilan-kelola-utang-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/31/320/3042458/sri-mulyani-pamer-keberhasilan-kelola-utang-ri</guid><pubDate>Rabu 31 Juli 2024 21:43 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/31/320/3042458/sri-mulyani-pamer-keberhasilan-kelola-utang-ri-McgWwZeYIX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani soal Utang RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/31/320/3042458/sri-mulyani-pamer-keberhasilan-kelola-utang-ri-McgWwZeYIX.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani soal Utang RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Lembaga pemeringkat Standard &amp;amp; Poor's Global Ratings (S&amp;amp;P) mempertahankan peringkat kredit jangka panjang Indonesia pada BBB dan jangka pendek pada A-2 dengan outlook stabil. Hal tersebut mencerminkan kepercayaan internasional terhadap kebijakan ekonomi dan fiskal Indonesia yang prudent dan solid.
S&amp;amp;P menilai Indonesia berhasil menjaga stabilitas fiskal dengan kebijakan yang hati-hati. Pemerintah Indonesia mampu mengelola anggaran dengan disiplin dan menjaga defisit fiskal di bawah 3% terhadap PDB. Selain itu, rasio utang pemerintah Indonesia terhadap PDB juga masih relatif rendah dibandingkan peers pada level investment grade.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut Pemadanan NIK-NPWP Sudah 99,5%

&quot;Pemerintah mengelola utang secara hati-hati serta akuntabel dengan pemilihan tingkat risiko portofolio yang cermat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang kuat,&amp;rdquo; ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (31/7/2024).



Stabilitas makroekonomi juga menjadi salah satu faktor utama yang mendukung peringkat kredit Indonesia. Insentif pajak yang diberikan pada industri manufaktur dan pengolahan diyakini oleh S&amp;amp;P akan bermanfaat dalam pengembangan sektor industri yang terkait. S&amp;amp;P juga menyoroti cadangan devisa dan sistem perbankan yang cukup kuat dalam menahan gejolak ekonomi.

BACA JUGA:
Punya Sistem Pajak Canggih, Sri Mulyani Lapor ke Jokowi

&quot;Selanjutnya, lembaga pemeringkat ini juga memandang baik kerjasama pemerintah dengan Bank Indonesia dalam memelihara kestabilan ekonomi tanpa mempengaruhi independensi bank sentral,&quot; sambung Sri.Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap positif, didukung oleh konsumsi domestik yang kuat dan investasi di bidang industri yang stabil. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Upaya untuk mengembangkan industri komoditas dan menjaga stabilitas eksternal diharapkan menjaga daya tahan ekonomi Indonesia terhadap tantangan global.
&amp;ldquo;Pemerintah menyadari pengelolaan ekonomi yang hati-hati dan kebijakan yang responsif menguatkan kepercayaan investor dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pemerintah terus berupaya untuk menjaga disiplin fiskal dan memperdalam sektor keuangan domestik, demi mencapai kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Lembaga pemeringkat Standard &amp;amp; Poor's Global Ratings (S&amp;amp;P) mempertahankan peringkat kredit jangka panjang Indonesia pada BBB dan jangka pendek pada A-2 dengan outlook stabil. Hal tersebut mencerminkan kepercayaan internasional terhadap kebijakan ekonomi dan fiskal Indonesia yang prudent dan solid.
S&amp;amp;P menilai Indonesia berhasil menjaga stabilitas fiskal dengan kebijakan yang hati-hati. Pemerintah Indonesia mampu mengelola anggaran dengan disiplin dan menjaga defisit fiskal di bawah 3% terhadap PDB. Selain itu, rasio utang pemerintah Indonesia terhadap PDB juga masih relatif rendah dibandingkan peers pada level investment grade.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut Pemadanan NIK-NPWP Sudah 99,5%

&quot;Pemerintah mengelola utang secara hati-hati serta akuntabel dengan pemilihan tingkat risiko portofolio yang cermat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang kuat,&amp;rdquo; ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (31/7/2024).



Stabilitas makroekonomi juga menjadi salah satu faktor utama yang mendukung peringkat kredit Indonesia. Insentif pajak yang diberikan pada industri manufaktur dan pengolahan diyakini oleh S&amp;amp;P akan bermanfaat dalam pengembangan sektor industri yang terkait. S&amp;amp;P juga menyoroti cadangan devisa dan sistem perbankan yang cukup kuat dalam menahan gejolak ekonomi.

BACA JUGA:
Punya Sistem Pajak Canggih, Sri Mulyani Lapor ke Jokowi

&quot;Selanjutnya, lembaga pemeringkat ini juga memandang baik kerjasama pemerintah dengan Bank Indonesia dalam memelihara kestabilan ekonomi tanpa mempengaruhi independensi bank sentral,&quot; sambung Sri.Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap positif, didukung oleh konsumsi domestik yang kuat dan investasi di bidang industri yang stabil. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Upaya untuk mengembangkan industri komoditas dan menjaga stabilitas eksternal diharapkan menjaga daya tahan ekonomi Indonesia terhadap tantangan global.
&amp;ldquo;Pemerintah menyadari pengelolaan ekonomi yang hati-hati dan kebijakan yang responsif menguatkan kepercayaan investor dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pemerintah terus berupaya untuk menjaga disiplin fiskal dan memperdalam sektor keuangan domestik, demi mencapai kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
