<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPS Catat Deflasi 0,18% pada Juli 2024</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juli 2024 terjadi deflasi sebesar 0,18%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/01/320/3042657/bps-catat-deflasi-0-18-pada-juli-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/01/320/3042657/bps-catat-deflasi-0-18-pada-juli-2024"/><item><title>BPS Catat Deflasi 0,18% pada Juli 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/01/320/3042657/bps-catat-deflasi-0-18-pada-juli-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/01/320/3042657/bps-catat-deflasi-0-18-pada-juli-2024</guid><pubDate>Kamis 01 Agustus 2024 11:35 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/01/320/3042657/bps-catat-deflasi-0-18-t-pada-juli-2024-w4GrukcDCB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPS Catat Juli 2024 Terjadi Deflasi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/01/320/3042657/bps-catat-deflasi-0-18-t-pada-juli-2024-w4GrukcDCB.jpg</image><title>BPS Catat Juli 2024 Terjadi Deflasi (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juli 2024 terjadi deflasi sebesar 0,18% atau terjadi penurunan IHK dari 106,28 pada Juni 2024 menjadi 106,9 pada Juli 2024.
Plt Kepala BPS Amalia A Widyasanti mengatakan, secara tahunan (year on year) terjadi inflasi sebesar 2,13% dan secara tahun kalender (year to date) terjadi inflasi 0,89%.
&quot;Deflasi Juli 2024 lebih dalam dibandingkan Juni 2024 dan merupakan deflasi ketiga pada 2024,&quot; kata dia dalam konferensi pers, Kamis (1/8/2024).

BACA JUGA:Alasan BI Tahan Suku Bunga demi Kendalikan Inflasi dan Rupiah&amp;nbsp;


Amalia menuturkan, kelompok pengeluaran penyumbang deflasi terbesar adalah makanan minuman dan tembakau dengan deflasi sebesar 0,97% dan memberikan andil deflasi 0,28%.
Sementara itu, terdapat komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain cabe rawit dan beras dengan andil inflasi masing masing 0,04%. Kemudian, emas perhiasan, kopi bubuk, kentang, cigaret kretek mesin dan sigaret kretek tangan dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,01%.

BACA JUGA:Mendagri: Inflasi Pangan Paling Penting, Berhubungan dengan Perut Rakyat&amp;nbsp;


Amalia menambahkan, catatan lainnya adalah kelompok pendidikan yang juga memberikan andil inflasi terbesar yaitu 0,04% atau mengalami inflasi sebesar 0,69%.
Katanya,jika dilihat sebaran inflasi bulanan menurut wilayah maka sebanyak 32 dari 38 Provinsi Indonesia mengalami deflasi, sedangkan 6 lainnya mengalami inflasi.
&quot;Deflasi terdalam sebesar 1,07% terjadi di Sumatera Barat, sementara itu inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat Daya sebesar 0,25%,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juli 2024 terjadi deflasi sebesar 0,18% atau terjadi penurunan IHK dari 106,28 pada Juni 2024 menjadi 106,9 pada Juli 2024.
Plt Kepala BPS Amalia A Widyasanti mengatakan, secara tahunan (year on year) terjadi inflasi sebesar 2,13% dan secara tahun kalender (year to date) terjadi inflasi 0,89%.
&quot;Deflasi Juli 2024 lebih dalam dibandingkan Juni 2024 dan merupakan deflasi ketiga pada 2024,&quot; kata dia dalam konferensi pers, Kamis (1/8/2024).

BACA JUGA:Alasan BI Tahan Suku Bunga demi Kendalikan Inflasi dan Rupiah&amp;nbsp;


Amalia menuturkan, kelompok pengeluaran penyumbang deflasi terbesar adalah makanan minuman dan tembakau dengan deflasi sebesar 0,97% dan memberikan andil deflasi 0,28%.
Sementara itu, terdapat komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain cabe rawit dan beras dengan andil inflasi masing masing 0,04%. Kemudian, emas perhiasan, kopi bubuk, kentang, cigaret kretek mesin dan sigaret kretek tangan dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,01%.

BACA JUGA:Mendagri: Inflasi Pangan Paling Penting, Berhubungan dengan Perut Rakyat&amp;nbsp;


Amalia menambahkan, catatan lainnya adalah kelompok pendidikan yang juga memberikan andil inflasi terbesar yaitu 0,04% atau mengalami inflasi sebesar 0,69%.
Katanya,jika dilihat sebaran inflasi bulanan menurut wilayah maka sebanyak 32 dari 38 Provinsi Indonesia mengalami deflasi, sedangkan 6 lainnya mengalami inflasi.
&quot;Deflasi terdalam sebesar 1,07% terjadi di Sumatera Barat, sementara itu inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat Daya sebesar 0,25%,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
