<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengusaha Angkat Bendera Putih, PHK Massal Industri Tekstil Imbas Banjirnya Barang Impor</title><description>Pengusaha tekstil menyatakan bahwa relokasi menjadi faktor utama pemicu PHK massal karyawan di industri TPT tidak benar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/01/320/3043045/pengusaha-angkat-bendera-putih-phk-massal-industri-tekstil-imbas-banjirnya-barang-impor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/01/320/3043045/pengusaha-angkat-bendera-putih-phk-massal-industri-tekstil-imbas-banjirnya-barang-impor"/><item><title>Pengusaha Angkat Bendera Putih, PHK Massal Industri Tekstil Imbas Banjirnya Barang Impor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/01/320/3043045/pengusaha-angkat-bendera-putih-phk-massal-industri-tekstil-imbas-banjirnya-barang-impor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/01/320/3043045/pengusaha-angkat-bendera-putih-phk-massal-industri-tekstil-imbas-banjirnya-barang-impor</guid><pubDate>Kamis 01 Agustus 2024 21:39 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Farhan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/01/320/3043045/pengusaha-angkat-bendera-putih-phk-massal-industri-tekstil-imbas-banjirnya-barang-impor-lRYD5NT3KE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pabrik Tekstil Bangkrut (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/01/320/3043045/pengusaha-angkat-bendera-putih-phk-massal-industri-tekstil-imbas-banjirnya-barang-impor-lRYD5NT3KE.jpg</image><title>Pabrik Tekstil Bangkrut (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengusaha tekstil menyatakan bahwa relokasi menjadi faktor utama pemicu PHK massal karyawan di industri TPT tidak benar. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta.
Sebelumnya Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan badai PHK massal yang terjadi pada industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) di sejumlah lokasi karena relokasi pabrik ke daerah lain.

BACA JUGA:
Jokowi Minta Pengusaha Lokal Terlibat Pembangunan IKN

&quot;Kalau dalam dua tahun terakhir ini, kita tidak dengar adanya relokasi. Kalau melihat di Jawa Barat, PHK banyak. Jawa Tengah pun kondisinya sama. Di Jawa Timur bahkan ada pabrik yang tutup,&quot; ujar Redma dalam rubrik Market Review IDX Channel, Kamis (1/8/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8yOS8xLzE4MzM2OC81L3g5MzNsbGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Redma mengatakan, faktor utama badai PHK massal karyawan Industri TPT tersebut masih dipengaruhi oleh banjirnya produk impor ilegal di pasaran.

BACA JUGA:
Hari Kedua Ngantor di IKN, Jokowi Temui Pengusaha Lokal

&quot;Tekanannya masih sama sebenarnya, ini karena Impor nya sangat-sangat besar,&quot; ungkap Redma.Lebih lanjut, Redma mengatakan jika melihat dari sisi ekspor produk TPT, kondisi saat ini mengalami hambatan dikarenakan tantangan geopolitik yang cukup besar. Oleh sebab itu, Redma menuturkan industri TPT mengandalkan pasar domestik meski tengah digempur produk impor.
&quot;Untuk ekspor ini agar naik cukup susah. Kalau pun kita bisa keep di 12% atau 34%, itu sudah cukup bagus. Mau tidak mau, pasar domestik menjadi andalan kita saat ini, tetapi kondisinya pasar kita kan sudah keterlaluan dibanjiri produk impor,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengusaha tekstil menyatakan bahwa relokasi menjadi faktor utama pemicu PHK massal karyawan di industri TPT tidak benar. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta.
Sebelumnya Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan badai PHK massal yang terjadi pada industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) di sejumlah lokasi karena relokasi pabrik ke daerah lain.

BACA JUGA:
Jokowi Minta Pengusaha Lokal Terlibat Pembangunan IKN

&quot;Kalau dalam dua tahun terakhir ini, kita tidak dengar adanya relokasi. Kalau melihat di Jawa Barat, PHK banyak. Jawa Tengah pun kondisinya sama. Di Jawa Timur bahkan ada pabrik yang tutup,&quot; ujar Redma dalam rubrik Market Review IDX Channel, Kamis (1/8/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8yOS8xLzE4MzM2OC81L3g5MzNsbGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Redma mengatakan, faktor utama badai PHK massal karyawan Industri TPT tersebut masih dipengaruhi oleh banjirnya produk impor ilegal di pasaran.

BACA JUGA:
Hari Kedua Ngantor di IKN, Jokowi Temui Pengusaha Lokal

&quot;Tekanannya masih sama sebenarnya, ini karena Impor nya sangat-sangat besar,&quot; ungkap Redma.Lebih lanjut, Redma mengatakan jika melihat dari sisi ekspor produk TPT, kondisi saat ini mengalami hambatan dikarenakan tantangan geopolitik yang cukup besar. Oleh sebab itu, Redma menuturkan industri TPT mengandalkan pasar domestik meski tengah digempur produk impor.
&quot;Untuk ekspor ini agar naik cukup susah. Kalau pun kita bisa keep di 12% atau 34%, itu sudah cukup bagus. Mau tidak mau, pasar domestik menjadi andalan kita saat ini, tetapi kondisinya pasar kita kan sudah keterlaluan dibanjiri produk impor,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
