<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ternyata Ini Alasan Pemerintah Batal Beri Status VVIP Bandara IKN</title><description>Budi Karya Sumadi memberikan penjelasan terkait Bandara IKN (Ibu Kota Nusantara) yang batal menyandang status khusus yaitu VVIP</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/01/470/3043026/ternyata-ini-alasan-pemerintah-batal-beri-status-vvip-bandara-ikn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/01/470/3043026/ternyata-ini-alasan-pemerintah-batal-beri-status-vvip-bandara-ikn"/><item><title>Ternyata Ini Alasan Pemerintah Batal Beri Status VVIP Bandara IKN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/01/470/3043026/ternyata-ini-alasan-pemerintah-batal-beri-status-vvip-bandara-ikn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/01/470/3043026/ternyata-ini-alasan-pemerintah-batal-beri-status-vvip-bandara-ikn</guid><pubDate>Kamis 01 Agustus 2024 20:51 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/01/470/3043026/ternyata-ini-alasan-pemerintah-batal-beri-status-vvip-bandara-ikn-pLHG1tX2Kw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bandara VVIP IKN Nusantara (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/01/470/3043026/ternyata-ini-alasan-pemerintah-batal-beri-status-vvip-bandara-ikn-pLHG1tX2Kw.jpg</image><title>Bandara VVIP IKN Nusantara (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan penjelasan terkait Bandara IKN (Ibu Kota Nusantara) yang batal menyandang status khusus yaitu VVIP dan hanya dipergunakan untuk aktivitas kenegaraan.
Dia menjelaskan hal ini bertujuan dalam rangka mengoptimalkan utilitas infrastruktur sudah dibangun Pemerintah. Misalnya pemerataan distribusi yang lebih merata, sehingga akses ke IKN tidak hanya dibebankan ke Bandara Sepinggan di Balikpapan saja.

BACA JUGA:
Menhub: Bandara IKN Bakal Layani Penerbangan Indonesia-Eropa

&quot;Untuk itu kita akan mereview perpres yang sudah ada. Satu hal yang baik menurut saya kalau bandara lebih maksimal jumlah pergerakannya, untuk menambah jumlah pergerakan itu tidak terbatas untuk kepentingan VVIP,&quot; kata Menhub saat ditemui di Jakarta, Kamis (1/8/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8zMC8xLzE4MzM5OC81L3g5MzYwNWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurutnya, Bandara IKN nantinya juga bisa digunakan oleh masyarakat umum sama seperti bandara pada umumnya. Hanya yang membedakan adalah Bandara IKN akan lebih besar ketimbang bandara di sekelilingnya seperti di balikpapan ataupun Samarinda.

BACA JUGA:
Menteri Jokowi Mulai Pindah ke IKN Minggu Depan, Pak Bas Paling Pertama

&quot;(Bandara IKN) memberikan kesempatan tidak hanya VIP atau pemerintah, tapi masyarakat juga bisa menggunakan,&quot; kata Menhub.Pada kesempatan tersebut, Menhub menjelaskan dengan desain bangunan Bandara IKN yang ada saat ini yaitu memiliki runway 3.000x45 meter, maka kemungkinan untuk melayani penerbangan internasional. Bahkan penerbangan IKN - Eropa bisa ditempuh dengan penerbangan langsung.
&quot;Kalau yang ada di Balikpapan itu kan 2.400 meter(runway), itu terbangnya bisa paling banter 6-8 jam, kalau ini (Bandara IKN) bisa belasan jam, jadi itu potensial dan kita bangun 3.000 meter,&quot; kata Menhub di Jakarta, Kamis (1/8/2024).
Lebih lanjut, Menhub menambahkan dengan besarnya bandara yang saat ini tengah di bangun di IKN, maka akan mampu menampung pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 yang memiliki kapasitas terbang sepanjang 9.695 hingga 17.594 km.
&quot;Kalau 3.000 kan bisa menampung triple seven, jadi distance dari IKN ke bisa langsung,&quot; pungkas Menhub.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan penjelasan terkait Bandara IKN (Ibu Kota Nusantara) yang batal menyandang status khusus yaitu VVIP dan hanya dipergunakan untuk aktivitas kenegaraan.
Dia menjelaskan hal ini bertujuan dalam rangka mengoptimalkan utilitas infrastruktur sudah dibangun Pemerintah. Misalnya pemerataan distribusi yang lebih merata, sehingga akses ke IKN tidak hanya dibebankan ke Bandara Sepinggan di Balikpapan saja.

BACA JUGA:
Menhub: Bandara IKN Bakal Layani Penerbangan Indonesia-Eropa

&quot;Untuk itu kita akan mereview perpres yang sudah ada. Satu hal yang baik menurut saya kalau bandara lebih maksimal jumlah pergerakannya, untuk menambah jumlah pergerakan itu tidak terbatas untuk kepentingan VVIP,&quot; kata Menhub saat ditemui di Jakarta, Kamis (1/8/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8zMC8xLzE4MzM5OC81L3g5MzYwNWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurutnya, Bandara IKN nantinya juga bisa digunakan oleh masyarakat umum sama seperti bandara pada umumnya. Hanya yang membedakan adalah Bandara IKN akan lebih besar ketimbang bandara di sekelilingnya seperti di balikpapan ataupun Samarinda.

BACA JUGA:
Menteri Jokowi Mulai Pindah ke IKN Minggu Depan, Pak Bas Paling Pertama

&quot;(Bandara IKN) memberikan kesempatan tidak hanya VIP atau pemerintah, tapi masyarakat juga bisa menggunakan,&quot; kata Menhub.Pada kesempatan tersebut, Menhub menjelaskan dengan desain bangunan Bandara IKN yang ada saat ini yaitu memiliki runway 3.000x45 meter, maka kemungkinan untuk melayani penerbangan internasional. Bahkan penerbangan IKN - Eropa bisa ditempuh dengan penerbangan langsung.
&quot;Kalau yang ada di Balikpapan itu kan 2.400 meter(runway), itu terbangnya bisa paling banter 6-8 jam, kalau ini (Bandara IKN) bisa belasan jam, jadi itu potensial dan kita bangun 3.000 meter,&quot; kata Menhub di Jakarta, Kamis (1/8/2024).
Lebih lanjut, Menhub menambahkan dengan besarnya bandara yang saat ini tengah di bangun di IKN, maka akan mampu menampung pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 yang memiliki kapasitas terbang sepanjang 9.695 hingga 17.594 km.
&quot;Kalau 3.000 kan bisa menampung triple seven, jadi distance dari IKN ke bisa langsung,&quot; pungkas Menhub.</content:encoded></item></channel></rss>
