<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Alasan RI Tak Lagi Tenggelamkan Kapal Maling Ikan</title><description>Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak lagi melakukan penenggelaman kapal ikan ilegal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/02/320/3043249/ini-alasan-ri-tak-lagi-tenggelamkan-kapal-maling-ikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/02/320/3043249/ini-alasan-ri-tak-lagi-tenggelamkan-kapal-maling-ikan"/><item><title>Ini Alasan RI Tak Lagi Tenggelamkan Kapal Maling Ikan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/02/320/3043249/ini-alasan-ri-tak-lagi-tenggelamkan-kapal-maling-ikan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/02/320/3043249/ini-alasan-ri-tak-lagi-tenggelamkan-kapal-maling-ikan</guid><pubDate>Jum'at 02 Agustus 2024 13:08 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/02/320/3043249/ini-alasan-ri-tak-lagi-tenggelamkan-kapal-maling-ikan-MkuL8Quxzs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alasan pemerintah tidak lagi menenggelamkan kapal maling ikan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/02/320/3043249/ini-alasan-ri-tak-lagi-tenggelamkan-kapal-maling-ikan-MkuL8Quxzs.jpg</image><title>Alasan pemerintah tidak lagi menenggelamkan kapal maling ikan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak lagi melakukan penenggelaman kapal ikan ilegal. Padahal di masa kepemimpinan Susi Pudjiastuti, penenggelaman kapal maling ikan kerap kali dilakukan dan berhasil merebut hati masyarakat.
Lantas kenapa demikian? Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Pung Nugroho Saksono menjelaskan bahwa penindakan berupa penenggelaman kapal sebenarnya lebih banyak memberikan dampak negatif daripada dampak positifnya.

BACA JUGA:
Ini Dia Kapal Penangkap Maling Ikan di Laut


Menurutnya, penenggelaman kapal akan memakan banyak anggaran lantaran biaya untuk pengadaan alat peledak tidaklah murah, selain itu penenggelaman kapal juga justru dapat merusak lingkungan karena pencemaran yang dihasilkan dari tumpahan sisa-sisa minyak di kapal.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xNi8xLzE4MTgyMS81L3g5MGY5YzQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kalau sebelumnya di tenggelamkan, di bom, ternyata ada dampak yang kurang baik. Kami mendapatkan protes dari lingkungan, begitu diledakkan ada sampah di laut, tumpahnya minyak di laut dan biayanya pun tinggi saat penenggelaman dan pengeboman&quot; kata Pung, Jumat (2/8/2024).

BACA JUGA:
Berantas Illegal Fishing, Ganjar Setuju dengan Bu Susi: Tenggelamkan!


&quot;Di situ kami evaluasi kita lebih mengedepankan manfaat. Kebijakan Bapak Menteri (Sakti Wahyu Trenggono) untuk pemanfaatan kapal hasil tangkapan untuk digunakan kegiatan yang produktif,&quot; tambahnya.
Pung melanjutkan bahwa langkah yang saat ini diambil adalah dengan  menghibahkan kapal-kapal hasil sitaan kepada para nelayan yang  membutuhkan dan juga kepada instansi pendidikan untuk bisa dimanfaatkan  oleh para siswa kelautan dan perikanan.
Dengan cara tersebut, diharapkan para siswa kelautan dan perikanan  bisa memanfaatkan kapal hasil sitaan sebagai sarana pembelajaran  sehingga mereka tidak hanya akan memperoleh bekal teori saja tapi juga  bisa mempraktekkan ilmunya secara langsung di lautan.
&quot;Banyak jurusan kelautan perikanan di universitas yang hanya teori  saja, ketika ada kapal ini mereka bisa praktek di laut. Secara teori  mungkin ambil ikan gelar jaring dapat ikan, tapi secara praktek ada  variabel lain. Mereka bisa melakukan evaluasi ternyata teori dan praktek  itu bedanya jauh,&quot; pungkas Pung.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak lagi melakukan penenggelaman kapal ikan ilegal. Padahal di masa kepemimpinan Susi Pudjiastuti, penenggelaman kapal maling ikan kerap kali dilakukan dan berhasil merebut hati masyarakat.
Lantas kenapa demikian? Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Pung Nugroho Saksono menjelaskan bahwa penindakan berupa penenggelaman kapal sebenarnya lebih banyak memberikan dampak negatif daripada dampak positifnya.

BACA JUGA:
Ini Dia Kapal Penangkap Maling Ikan di Laut


Menurutnya, penenggelaman kapal akan memakan banyak anggaran lantaran biaya untuk pengadaan alat peledak tidaklah murah, selain itu penenggelaman kapal juga justru dapat merusak lingkungan karena pencemaran yang dihasilkan dari tumpahan sisa-sisa minyak di kapal.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xNi8xLzE4MTgyMS81L3g5MGY5YzQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kalau sebelumnya di tenggelamkan, di bom, ternyata ada dampak yang kurang baik. Kami mendapatkan protes dari lingkungan, begitu diledakkan ada sampah di laut, tumpahnya minyak di laut dan biayanya pun tinggi saat penenggelaman dan pengeboman&quot; kata Pung, Jumat (2/8/2024).

BACA JUGA:
Berantas Illegal Fishing, Ganjar Setuju dengan Bu Susi: Tenggelamkan!


&quot;Di situ kami evaluasi kita lebih mengedepankan manfaat. Kebijakan Bapak Menteri (Sakti Wahyu Trenggono) untuk pemanfaatan kapal hasil tangkapan untuk digunakan kegiatan yang produktif,&quot; tambahnya.
Pung melanjutkan bahwa langkah yang saat ini diambil adalah dengan  menghibahkan kapal-kapal hasil sitaan kepada para nelayan yang  membutuhkan dan juga kepada instansi pendidikan untuk bisa dimanfaatkan  oleh para siswa kelautan dan perikanan.
Dengan cara tersebut, diharapkan para siswa kelautan dan perikanan  bisa memanfaatkan kapal hasil sitaan sebagai sarana pembelajaran  sehingga mereka tidak hanya akan memperoleh bekal teori saja tapi juga  bisa mempraktekkan ilmunya secara langsung di lautan.
&quot;Banyak jurusan kelautan perikanan di universitas yang hanya teori  saja, ketika ada kapal ini mereka bisa praktek di laut. Secara teori  mungkin ambil ikan gelar jaring dapat ikan, tapi secara praktek ada  variabel lain. Mereka bisa melakukan evaluasi ternyata teori dan praktek  itu bedanya jauh,&quot; pungkas Pung.</content:encoded></item></channel></rss>
