<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tren Merger dan Akuisisi Meningkat, Ada Apa dengan Industri RI?   </title><description>Sri Mulyani menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia mampu menunjukkan resiliensinya di tengah ketidakpastian global</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/02/320/3043282/tren-merger-dan-akuisisi-meningkat-ada-apa-dengan-industri-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/02/320/3043282/tren-merger-dan-akuisisi-meningkat-ada-apa-dengan-industri-ri"/><item><title>Tren Merger dan Akuisisi Meningkat, Ada Apa dengan Industri RI?   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/02/320/3043282/tren-merger-dan-akuisisi-meningkat-ada-apa-dengan-industri-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/02/320/3043282/tren-merger-dan-akuisisi-meningkat-ada-apa-dengan-industri-ri</guid><pubDate>Jum'at 02 Agustus 2024 14:00 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Ruth Apriliani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/02/320/3043282/tren-merger-dan-akuisisi-meningkat-ada-apa-dengan-industri-ri-PS69UwPS44.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tren Merger dan Akuisisi Meningkat. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/02/320/3043282/tren-merger-dan-akuisisi-meningkat-ada-apa-dengan-industri-ri-PS69UwPS44.jpg</image><title>Tren Merger dan Akuisisi Meningkat. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia mampu menunjukkan resiliensinya di tengah ketidakpastian global yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal I mencapai 5,1%.
Pertumbuhan tersebut juga diiringi dengan peningkatan kualitas, yang terlihat dari penciptaan lapangan kerja yang cukup tinggi sehingga mampu menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ke level di bawah prapandemi.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal tahun ini juga didukung oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT), masing-masing tumbuh 4,9% dan 24,3% (yoy).

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Rupiah Masih Menguat tapi Lemah Lawan Won dan Yen

Pengeluaran konsumsi pemerintah (PKP) meningkat 19,9% (yoy) berkat kinerja belanja pegawai dan berbagai program sosial.
Investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 3,8% (yoy), didorong oleh belanja modal pemerintah terkait infrastruktur dan keberlanjutan hilirisasi sumber daya alam.
Namun di tengah pertumbuhan ekonomi yang kuat, aktivitas merger dan akuisisi  diperkirakan mengalami peningkatan signifikan pada tahun ini. Hal ini sejalan dengan membaiknya proyeksi ekonomi global dan adanya normalisasi suku bunga.
Peluang utama untuk merger dan akuisisi  diprediksi akan muncul di beberapa sektor, seperti teknologi dan telekomunikasi, keuangan, energi terbarukan, kesehatan, serta perusahaan bioteknologi.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Ramal Ekonomi Indonesia Tumbuh 5% di Kuartal II-2024

Di Indonesia sendiri, tren merger dan akuisisi  terus menunjukkan peningkatan, yang merupakan cerminan adaptasi industri terhadap perubahan yang cepat dan dinamis.
Advisory Partner Grant Thornton Indonesia David Liputra Herlambang menilai, strategi merger dan akuisisi menjadi alternatif solusi yang dapat meningkatkan nilai perusahaan di tengah dinamika bisnis yang semakin cepat dan menantang.
&amp;ldquo;Para dealmaker perlu memikirkan strategi yang tepat untuk memberikan return yang optimal kepada para nasabah korporasi yang ingin memanfaatkan momentum M&amp;amp;A,&amp;rdquo; ujarnya, Kamis (2/8/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8zMS8xLzE4MzQ0Ny81L3g5Mzk3Y3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurutnya, situasi saat ini memberikan kesempatan unik untuk mengakuisisi aset dengan harga yang lebih menguntungkan.
&amp;ldquo;Investor yang dapat menavigasi kondisi ini dan mengidentifikasi aset berharga akan berada dalam posisi yang baik untuk mendapatkan keuntungan di masa depan,&amp;rdquo; u jarnya.
Sebagai Advisory Partner di Grant Thornton Indonesia David Liputra Herlambang akan fokus terlibat dalam menangani proyek-proyek M&amp;amp;A. Dengan pengalaman luas di industri dan wawasan mendalam tentang pasar Indonesia, David berkomitmen untuk membantu klien mencapai tujuan strategis mereka.
&quot;Kami percaya bahwa dengan strategi yang tepat, Indonesia akan terus menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi yang penting di Asia Tenggara, mendorong inovasi dan kemajuan bagi semua pihak yang terlibat,&amp;rdquo; tutup David.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia mampu menunjukkan resiliensinya di tengah ketidakpastian global yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal I mencapai 5,1%.
Pertumbuhan tersebut juga diiringi dengan peningkatan kualitas, yang terlihat dari penciptaan lapangan kerja yang cukup tinggi sehingga mampu menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ke level di bawah prapandemi.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal tahun ini juga didukung oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT), masing-masing tumbuh 4,9% dan 24,3% (yoy).

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Rupiah Masih Menguat tapi Lemah Lawan Won dan Yen

Pengeluaran konsumsi pemerintah (PKP) meningkat 19,9% (yoy) berkat kinerja belanja pegawai dan berbagai program sosial.
Investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 3,8% (yoy), didorong oleh belanja modal pemerintah terkait infrastruktur dan keberlanjutan hilirisasi sumber daya alam.
Namun di tengah pertumbuhan ekonomi yang kuat, aktivitas merger dan akuisisi  diperkirakan mengalami peningkatan signifikan pada tahun ini. Hal ini sejalan dengan membaiknya proyeksi ekonomi global dan adanya normalisasi suku bunga.
Peluang utama untuk merger dan akuisisi  diprediksi akan muncul di beberapa sektor, seperti teknologi dan telekomunikasi, keuangan, energi terbarukan, kesehatan, serta perusahaan bioteknologi.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Ramal Ekonomi Indonesia Tumbuh 5% di Kuartal II-2024

Di Indonesia sendiri, tren merger dan akuisisi  terus menunjukkan peningkatan, yang merupakan cerminan adaptasi industri terhadap perubahan yang cepat dan dinamis.
Advisory Partner Grant Thornton Indonesia David Liputra Herlambang menilai, strategi merger dan akuisisi menjadi alternatif solusi yang dapat meningkatkan nilai perusahaan di tengah dinamika bisnis yang semakin cepat dan menantang.
&amp;ldquo;Para dealmaker perlu memikirkan strategi yang tepat untuk memberikan return yang optimal kepada para nasabah korporasi yang ingin memanfaatkan momentum M&amp;amp;A,&amp;rdquo; ujarnya, Kamis (2/8/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8zMS8xLzE4MzQ0Ny81L3g5Mzk3Y3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurutnya, situasi saat ini memberikan kesempatan unik untuk mengakuisisi aset dengan harga yang lebih menguntungkan.
&amp;ldquo;Investor yang dapat menavigasi kondisi ini dan mengidentifikasi aset berharga akan berada dalam posisi yang baik untuk mendapatkan keuntungan di masa depan,&amp;rdquo; u jarnya.
Sebagai Advisory Partner di Grant Thornton Indonesia David Liputra Herlambang akan fokus terlibat dalam menangani proyek-proyek M&amp;amp;A. Dengan pengalaman luas di industri dan wawasan mendalam tentang pasar Indonesia, David berkomitmen untuk membantu klien mencapai tujuan strategis mereka.
&quot;Kami percaya bahwa dengan strategi yang tepat, Indonesia akan terus menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi yang penting di Asia Tenggara, mendorong inovasi dan kemajuan bagi semua pihak yang terlibat,&amp;rdquo; tutup David.</content:encoded></item></channel></rss>
