<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tok! Kontrak Cisem II Diteken, Nilainya Rp2,8 Triliun</title><description>Kementerian ESDM teken kontrak Proyek Strategis Nasional (PSN) Cirebon-Semarang (Cisem) tahap II senilai Rp2,8 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/03/320/3043658/tok-kontrak-cisem-ii-diteken-nilainya-rp2-8-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/03/320/3043658/tok-kontrak-cisem-ii-diteken-nilainya-rp2-8-triliun"/><item><title>Tok! Kontrak Cisem II Diteken, Nilainya Rp2,8 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/03/320/3043658/tok-kontrak-cisem-ii-diteken-nilainya-rp2-8-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/03/320/3043658/tok-kontrak-cisem-ii-diteken-nilainya-rp2-8-triliun</guid><pubDate>Sabtu 03 Agustus 2024 10:44 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/03/320/3043658/tok-kontrak-cisem-ii-diteken-nilainya-rp2-8-triliun-JV3clPiTUA.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">ESDM teken kontrak proyek Cisem II (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/03/320/3043658/tok-kontrak-cisem-ii-diteken-nilainya-rp2-8-triliun-JV3clPiTUA.jpeg</image><title>ESDM teken kontrak proyek Cisem II (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian ESDM teken kontrak Proyek Strategis Nasional (PSN) Cirebon-Semarang (Cisem) tahap II senilai Rp2,8 triliun. Penandatanganan dilakukan pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan pemenang lelang, yaitu KSO PT Timas Suplindo-PT Pratiwi Putri Sulung dan disaksikan secara langsung oleh Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi yang juga Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana.
Dadan mengingatkan bahwa penandatanganan kontrak bukan menunjukkan bahwa pekerjaan telah selesai, namun baru permulaan dan proyek Cisem Tahap II ini harus dapat diselesaikan tepat waktu tidak bisa mundur karena mempengaruhi sektor lainnya.

BACA JUGA:
10 Tahun Pembangunan Jokowi, Investasi Infrastruktur Sumber Ekonomi Baru


&quot;Alhamdulillah kita sampai di tahap yang pertama dari beberapa tahapan berikutnya. Jadi bukan pekerjaan selesai, ini kita baru mulai. Tolong nafasnya diatur, perencanaanya harus kuat, karena ini kerjaan dua tahun. Kita tidak bisa mundur karena nanti kalau mundur banyak hal yang terpengaruh,&quot; kata Dadan dalam keterangan resminya, Sabtu (3/8/2024).
Ditambahkannya, Proyek Cisem Tahap II ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) sehingga proses penanganannya harus berbeda.

BACA JUGA:
Capaian 10 Tahun Pemerintahan Presiden Jokowi, Infrastruktur Telah Dirasakan Manfaatnya oleh Masyarakat


&quot;Proyek ini adalah PSN jadi urusannya bukan hanya ESDM lagi, ini urusannya Presiden. Karena menurut saya penangannya juga harus lebih besar, lebih kuat, lebih perhatian, lebih prioritas baik dari kita selaku pelaksananya ESDM maupun juga dari kontraktornya,&quot; tutur Dadan.
Dadan mengapresiasi kerja tim terkait terutama Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) yang telah bekerja dengan baik.
&quot;Terima kasih kepada tim yang sudah bekerja dari awal, saya tahu  pekerjaan ini sangat berat  dan ramai dan kita juga tidak bisa  menyatakan bahwa ini sudah selesai apa belum, UKPBJ juga harus  memastikan cara dokumentasi ini lengkap dan benar, dokumentasi harus  diperkuat, tidak perlu menghindar kalau ditanya baik baik ya kita  jelaskan,&quot; urainya.
Sementara itu, Direktur Perencanaan Pengembangan Infrastruktur Migas  Laode Sulaiman mengungkapkan, nilai kontrak dari paket pekerjaan  konstruksi terintegrasi rancang dan bangun pembangunan transmisi Gas  Bumi Cirebon-Semarang (CISEM) tahap II ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur  Timur ini adalah sebesar kurang lebih Rp2,8 triliun atau tepatnya   Rp2.789.614.100.62.
Sesuai dengan harapan Plt. Dirjen Migas, proyek pipanisasi sepanjang  245 km dijelaskan Laode akan dilaksanakan dalam 3 tahapan dan  dilaksanakan secara paralel agar dapat selesai pada waktunya.
&quot;Pembangunan Cisem Tahap II sepanjang 245 km yang dibagi menjadi tiga  segmen yaitu dari Batang Semarang sepanjang 67 km, dari  Pemalang-Cirebon sepanjang 108 km, dan dari Cirebon-Kandang Haur Timur  sepanjang 74 km yang mana nantinya akan dilakukan pembangunan secara  paralel dari 3 ruas ini agar bisa mengejar selesainya proyek pembangunan  pipa ini pipanya bisa harus ready di akhir 2025 dan di triwulan I tahun  2026 itu sudah dapat dialiri gas,&quot; jelas Laode.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian ESDM teken kontrak Proyek Strategis Nasional (PSN) Cirebon-Semarang (Cisem) tahap II senilai Rp2,8 triliun. Penandatanganan dilakukan pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan pemenang lelang, yaitu KSO PT Timas Suplindo-PT Pratiwi Putri Sulung dan disaksikan secara langsung oleh Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi yang juga Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana.
Dadan mengingatkan bahwa penandatanganan kontrak bukan menunjukkan bahwa pekerjaan telah selesai, namun baru permulaan dan proyek Cisem Tahap II ini harus dapat diselesaikan tepat waktu tidak bisa mundur karena mempengaruhi sektor lainnya.

BACA JUGA:
10 Tahun Pembangunan Jokowi, Investasi Infrastruktur Sumber Ekonomi Baru


&quot;Alhamdulillah kita sampai di tahap yang pertama dari beberapa tahapan berikutnya. Jadi bukan pekerjaan selesai, ini kita baru mulai. Tolong nafasnya diatur, perencanaanya harus kuat, karena ini kerjaan dua tahun. Kita tidak bisa mundur karena nanti kalau mundur banyak hal yang terpengaruh,&quot; kata Dadan dalam keterangan resminya, Sabtu (3/8/2024).
Ditambahkannya, Proyek Cisem Tahap II ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) sehingga proses penanganannya harus berbeda.

BACA JUGA:
Capaian 10 Tahun Pemerintahan Presiden Jokowi, Infrastruktur Telah Dirasakan Manfaatnya oleh Masyarakat


&quot;Proyek ini adalah PSN jadi urusannya bukan hanya ESDM lagi, ini urusannya Presiden. Karena menurut saya penangannya juga harus lebih besar, lebih kuat, lebih perhatian, lebih prioritas baik dari kita selaku pelaksananya ESDM maupun juga dari kontraktornya,&quot; tutur Dadan.
Dadan mengapresiasi kerja tim terkait terutama Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) yang telah bekerja dengan baik.
&quot;Terima kasih kepada tim yang sudah bekerja dari awal, saya tahu  pekerjaan ini sangat berat  dan ramai dan kita juga tidak bisa  menyatakan bahwa ini sudah selesai apa belum, UKPBJ juga harus  memastikan cara dokumentasi ini lengkap dan benar, dokumentasi harus  diperkuat, tidak perlu menghindar kalau ditanya baik baik ya kita  jelaskan,&quot; urainya.
Sementara itu, Direktur Perencanaan Pengembangan Infrastruktur Migas  Laode Sulaiman mengungkapkan, nilai kontrak dari paket pekerjaan  konstruksi terintegrasi rancang dan bangun pembangunan transmisi Gas  Bumi Cirebon-Semarang (CISEM) tahap II ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur  Timur ini adalah sebesar kurang lebih Rp2,8 triliun atau tepatnya   Rp2.789.614.100.62.
Sesuai dengan harapan Plt. Dirjen Migas, proyek pipanisasi sepanjang  245 km dijelaskan Laode akan dilaksanakan dalam 3 tahapan dan  dilaksanakan secara paralel agar dapat selesai pada waktunya.
&quot;Pembangunan Cisem Tahap II sepanjang 245 km yang dibagi menjadi tiga  segmen yaitu dari Batang Semarang sepanjang 67 km, dari  Pemalang-Cirebon sepanjang 108 km, dan dari Cirebon-Kandang Haur Timur  sepanjang 74 km yang mana nantinya akan dilakukan pembangunan secara  paralel dari 3 ruas ini agar bisa mengejar selesainya proyek pembangunan  pipa ini pipanya bisa harus ready di akhir 2025 dan di triwulan I tahun  2026 itu sudah dapat dialiri gas,&quot; jelas Laode.</content:encoded></item></channel></rss>
