<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Tumbuh 5,05%, Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Penopang</title><description>BPS menyatakan seluruh komponen pengeluaran tumbuh positif di kuartal II 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/05/320/3044381/ekonomi-tumbuh-5-05-konsumsi-rumah-tangga-masih-jadi-penopang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/05/320/3044381/ekonomi-tumbuh-5-05-konsumsi-rumah-tangga-masih-jadi-penopang"/><item><title>Ekonomi Tumbuh 5,05%, Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Penopang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/05/320/3044381/ekonomi-tumbuh-5-05-konsumsi-rumah-tangga-masih-jadi-penopang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/05/320/3044381/ekonomi-tumbuh-5-05-konsumsi-rumah-tangga-masih-jadi-penopang</guid><pubDate>Senin 05 Agustus 2024 12:28 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/05/320/3044381/ekonomi-tumbuh-5-05-konsumsi-rumah-tangga-masih-jadi-penopang-Ki55bPM2gC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI pada 2024 (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/05/320/3044381/ekonomi-tumbuh-5-05-konsumsi-rumah-tangga-masih-jadi-penopang-Ki55bPM2gC.jpg</image><title>Ekonomi RI pada 2024 (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan seluruh komponen pengeluaran tumbuh positif di kuartal II 2024. Di mana salah satunya konsumsi rumah tangga.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud menyatakan komponen yang memberikan kontribusi terhadap PDB adalah konsumsi rumah tangga sebesar 54,53%.

BACA JUGA:
BPS Catat Deflasi 0,18% pada Juli 2024

&quot;Pada triwulan II 2024 komponen ini tumbuh cukup kuat yaitu sebesar 4,93%, hal ini mengindikasikan masih kuatnya permintaan domestik dan daya beli masyarakat,&quot; ujar Edy dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS, Senin (5/8/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yMC80LzE4MTk1Ny81L3g5MG16ajA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, komponen pengeluaran yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) yang tumbuh sebesar 9,98%.

BACA JUGA:
BPS Catat Nilai Impor RI Jadi USD18,4 Miliar, Turun 4,8%

Selanjutnya komponen ekspor impor juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Peningkatan ekspor didorong oleh kenaikan nilai dan volume ekspor non migas dan migas. Sedangkan peningkatan impor didorong oleh kenaikan impor bahan baku dan penolong.Adapun ekspor berkontribusi terhadap PDB 21,40% dengan pertumbuhan 8,28% pada kuartal II 2024. Sementara impor memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar -19,88%.
Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 4,43% didorong peningkatan realisasi investasi asing dan dalam negeri, serta belanja modal pemerintah.
&quot;Subkompoen PMTB yang tumbuh tinggi adalah mesin perlengkapan dan bangunan,&quot; ujarnya.
Jika dilihat secara subkomponen, hal ini dipicu oleh investasi di Ibu Kota Negara (IKN).
Secara keseluruhan, Edy menekankan jika dari sumber pertumbuhannya konsumsi rumah tangga masih jadi sumber terbesar yaitu 2,62%. Selain itu, juga didukung oleh komponen PMTB dengan sumber 1,32%.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan seluruh komponen pengeluaran tumbuh positif di kuartal II 2024. Di mana salah satunya konsumsi rumah tangga.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud menyatakan komponen yang memberikan kontribusi terhadap PDB adalah konsumsi rumah tangga sebesar 54,53%.

BACA JUGA:
BPS Catat Deflasi 0,18% pada Juli 2024

&quot;Pada triwulan II 2024 komponen ini tumbuh cukup kuat yaitu sebesar 4,93%, hal ini mengindikasikan masih kuatnya permintaan domestik dan daya beli masyarakat,&quot; ujar Edy dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS, Senin (5/8/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yMC80LzE4MTk1Ny81L3g5MG16ajA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, komponen pengeluaran yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) yang tumbuh sebesar 9,98%.

BACA JUGA:
BPS Catat Nilai Impor RI Jadi USD18,4 Miliar, Turun 4,8%

Selanjutnya komponen ekspor impor juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Peningkatan ekspor didorong oleh kenaikan nilai dan volume ekspor non migas dan migas. Sedangkan peningkatan impor didorong oleh kenaikan impor bahan baku dan penolong.Adapun ekspor berkontribusi terhadap PDB 21,40% dengan pertumbuhan 8,28% pada kuartal II 2024. Sementara impor memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar -19,88%.
Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 4,43% didorong peningkatan realisasi investasi asing dan dalam negeri, serta belanja modal pemerintah.
&quot;Subkompoen PMTB yang tumbuh tinggi adalah mesin perlengkapan dan bangunan,&quot; ujarnya.
Jika dilihat secara subkomponen, hal ini dipicu oleh investasi di Ibu Kota Negara (IKN).
Secara keseluruhan, Edy menekankan jika dari sumber pertumbuhannya konsumsi rumah tangga masih jadi sumber terbesar yaitu 2,62%. Selain itu, juga didukung oleh komponen PMTB dengan sumber 1,32%.</content:encoded></item></channel></rss>
