<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sektor Jasa Keuangan Indonesia Stabil, OJK Soroti Pelemahan Ekonomi Global</title><description>OJK melaporkan sektor jasa keuangan Indonesia masih terjaga stabil hingga Juli 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/05/320/3044481/sektor-jasa-keuangan-indonesia-stabil-ojk-soroti-pelemahan-ekonomi-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/05/320/3044481/sektor-jasa-keuangan-indonesia-stabil-ojk-soroti-pelemahan-ekonomi-global"/><item><title>Sektor Jasa Keuangan Indonesia Stabil, OJK Soroti Pelemahan Ekonomi Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/05/320/3044481/sektor-jasa-keuangan-indonesia-stabil-ojk-soroti-pelemahan-ekonomi-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/05/320/3044481/sektor-jasa-keuangan-indonesia-stabil-ojk-soroti-pelemahan-ekonomi-global</guid><pubDate>Senin 05 Agustus 2024 15:05 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/05/320/3044481/sektor-jasa-keuangan-indonesia-stabil-ojk-soroti-pelemahan-ekonomi-global-6IIvM0GLqv.PNG" expression="full" type="image/jpeg">Ketua OJK Mahendra Siregar soal Pelemahan Ekonomi Global (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/05/320/3044481/sektor-jasa-keuangan-indonesia-stabil-ojk-soroti-pelemahan-ekonomi-global-6IIvM0GLqv.PNG</image><title>Ketua OJK Mahendra Siregar soal Pelemahan Ekonomi Global (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan sektor jasa keuangan Indonesia masih terjaga stabil hingga Juli 2023. Hal ini didukung tingkat permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyatakan kondisi tersebut berlangsung di tengah ketidakpastian global akibat meningkatnya tensi perang dagang dan geopolitik, serta normalisasi harga komoditas global.

BACA JUGA:
OJK Blokir 6.000 Rekening Judi Online

Mahendra menyoroti tingkat ekonomi global yang melemah dengan inflasi yang termoderasi secara luas, termasuk di Amerika Serikat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8yOS8xLzE4MzM2Ni81L3g5MzM5eXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Perekonomian global secara umum terlihat melemah dengan inflasi termoderasi secara broad-based di tengah penurunan inflasi Amerika Serikat,&amp;rdquo; kata Mahendra dalam Konferensi Pers RDK Bulanan, Senin (5/8/2024).

BACA JUGA:
OJK: Anak Muda Terjerat Utang Pinjol Gegara Gaya Hidup

Di dalam negeri, kinerja perekonomian nasional dinilai masih cukup positif dan cenderung stabil dengan tingkat inflasi yang terjaga, ditambah berlanjutnya surplus neraca perdagangan.Namun OJK menyoroti berlanjutnya tren penurunan harga komoditas yang telah memoderasi kinerja ekspor. Sejumlah faktor berpotensi mempengaruhi sektor jasa keuangan ke depan, mulai dari downside risk dari pelemahan perekonomian Tiongkok, tensi geopolitik yang masih sangat dinamis, serta fluktuasi harga komoditas ekspor utama.
&quot;Oleh karena itu, lembaga jasa keuangan agar tetap mencermati faktor-faktor risiko tersebut secara berkala,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan sektor jasa keuangan Indonesia masih terjaga stabil hingga Juli 2023. Hal ini didukung tingkat permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyatakan kondisi tersebut berlangsung di tengah ketidakpastian global akibat meningkatnya tensi perang dagang dan geopolitik, serta normalisasi harga komoditas global.

BACA JUGA:
OJK Blokir 6.000 Rekening Judi Online

Mahendra menyoroti tingkat ekonomi global yang melemah dengan inflasi yang termoderasi secara luas, termasuk di Amerika Serikat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8yOS8xLzE4MzM2Ni81L3g5MzM5eXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Perekonomian global secara umum terlihat melemah dengan inflasi termoderasi secara broad-based di tengah penurunan inflasi Amerika Serikat,&amp;rdquo; kata Mahendra dalam Konferensi Pers RDK Bulanan, Senin (5/8/2024).

BACA JUGA:
OJK: Anak Muda Terjerat Utang Pinjol Gegara Gaya Hidup

Di dalam negeri, kinerja perekonomian nasional dinilai masih cukup positif dan cenderung stabil dengan tingkat inflasi yang terjaga, ditambah berlanjutnya surplus neraca perdagangan.Namun OJK menyoroti berlanjutnya tren penurunan harga komoditas yang telah memoderasi kinerja ekspor. Sejumlah faktor berpotensi mempengaruhi sektor jasa keuangan ke depan, mulai dari downside risk dari pelemahan perekonomian Tiongkok, tensi geopolitik yang masih sangat dinamis, serta fluktuasi harga komoditas ekspor utama.
&quot;Oleh karena itu, lembaga jasa keuangan agar tetap mencermati faktor-faktor risiko tersebut secara berkala,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
