<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Hari Ini Berpeluang Rebound</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpeluang rebound pada perdagangan Selasa (6/8/2024).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/06/278/3044769/ihsg-hari-ini-berpeluang-rebound</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/06/278/3044769/ihsg-hari-ini-berpeluang-rebound"/><item><title>IHSG Hari Ini Berpeluang Rebound</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/06/278/3044769/ihsg-hari-ini-berpeluang-rebound</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/06/278/3044769/ihsg-hari-ini-berpeluang-rebound</guid><pubDate>Selasa 06 Agustus 2024 07:25 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/06/278/3044769/ihsg-hari-ini-berpeluang-rebound-4PtpwBZKgP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi menguat hari ini (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/06/278/3044769/ihsg-hari-ini-berpeluang-rebound-4PtpwBZKgP.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi menguat hari ini (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description> 
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpeluang rebound pada perdagangan Selasa (6/8/2024). Sebelumnya, IHSG ditutup terkoreksi 3,4% ke level 7.059.
Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan, pelemahan IHSG sebagai dampak panic selling merespons isu-isu eksternal. Pertama adalah kekhawatiran resesi ekonomi Amerika Serikat (AS) setelah kenaikan tingkat pengangguran ke 4,3% di Juli 2024.

BACA JUGA:
IHSG Terjun Bebas ke Level 7.059 pada Akhir Perdagangan

Kedua adalah keputusan Bank Sentral Jepang (BoJ) untuk menaikkan suku bunga acuan ke 0,25% yang memicu aksi sell-off pada saham-saham di Jepang pada Jumat (2/8/2024) dan Senin (5/8/2024).
&amp;ldquo;Kenaikan suku bunga acuan memicu penguatan signifikan nilai tukar Yen. Kondisi ini merugikan mayoritas emiten di Jepang yang berorientasi ekspor atau trading; dan investor yang memanfaatkan stabilitas kebijakan moneter BoJ selama ini sebagai bagian dari strategi investasinya,&amp;rdquo; kata Valdy dalam keterangannya.

BACA JUGA:
IHSG Anjlok 3,3% ke 7.066 Usai Ekonomi RI Melambat, Menko Airlangga: Jangan Khawatir

Sentimen selanjutnya yang menyebabkan indeks melemah pada perdagangan awal pekan kemarin yakni adanya kekhawatiran eskalasi konflik geopolitik Timur Tengah yang dapat memicu full-scale war.
Valdy menyebut, kondisi-kondisi tersebut menyebabkan kepanikan di pasar modal Indonesia yang terindikasi dari pelemahan IHSG yang sempat mencapai 4,2% di sesi kedua kemarin. Padahal, lanjut Valdy, data ekonomi domestik terbaru relatif solid.
&amp;ldquo;Realisasi pertumbuhan ekonomi berada di 5,05% di kuartal II 2024, lebih tinggi dari ekspektasi di 5%,&amp;rdquo; imbuh Valdy.Selain itu, eskalasi konflik sejauh ini justru memicu kenaikan harga  batu bara yang relatif menguntungkan bagi Indonesia. Selama harga minyak  masih berfluktuasi di kisaran USD80 per barel, belum ada dampak negatif  langsung ke Indonesia.
&amp;ldquo;Oleh sebab itu, kami masih melihat peluang technical rebound IHSG ke kisaran 7.100-7.120 di hari ini,&amp;rdquo; kata Valdy.
Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan fokus pada saham defensif,  di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk  (AMRT), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk  (INDF) dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).</description><content:encoded> 
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpeluang rebound pada perdagangan Selasa (6/8/2024). Sebelumnya, IHSG ditutup terkoreksi 3,4% ke level 7.059.
Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan, pelemahan IHSG sebagai dampak panic selling merespons isu-isu eksternal. Pertama adalah kekhawatiran resesi ekonomi Amerika Serikat (AS) setelah kenaikan tingkat pengangguran ke 4,3% di Juli 2024.

BACA JUGA:
IHSG Terjun Bebas ke Level 7.059 pada Akhir Perdagangan

Kedua adalah keputusan Bank Sentral Jepang (BoJ) untuk menaikkan suku bunga acuan ke 0,25% yang memicu aksi sell-off pada saham-saham di Jepang pada Jumat (2/8/2024) dan Senin (5/8/2024).
&amp;ldquo;Kenaikan suku bunga acuan memicu penguatan signifikan nilai tukar Yen. Kondisi ini merugikan mayoritas emiten di Jepang yang berorientasi ekspor atau trading; dan investor yang memanfaatkan stabilitas kebijakan moneter BoJ selama ini sebagai bagian dari strategi investasinya,&amp;rdquo; kata Valdy dalam keterangannya.

BACA JUGA:
IHSG Anjlok 3,3% ke 7.066 Usai Ekonomi RI Melambat, Menko Airlangga: Jangan Khawatir

Sentimen selanjutnya yang menyebabkan indeks melemah pada perdagangan awal pekan kemarin yakni adanya kekhawatiran eskalasi konflik geopolitik Timur Tengah yang dapat memicu full-scale war.
Valdy menyebut, kondisi-kondisi tersebut menyebabkan kepanikan di pasar modal Indonesia yang terindikasi dari pelemahan IHSG yang sempat mencapai 4,2% di sesi kedua kemarin. Padahal, lanjut Valdy, data ekonomi domestik terbaru relatif solid.
&amp;ldquo;Realisasi pertumbuhan ekonomi berada di 5,05% di kuartal II 2024, lebih tinggi dari ekspektasi di 5%,&amp;rdquo; imbuh Valdy.Selain itu, eskalasi konflik sejauh ini justru memicu kenaikan harga  batu bara yang relatif menguntungkan bagi Indonesia. Selama harga minyak  masih berfluktuasi di kisaran USD80 per barel, belum ada dampak negatif  langsung ke Indonesia.
&amp;ldquo;Oleh sebab itu, kami masih melihat peluang technical rebound IHSG ke kisaran 7.100-7.120 di hari ini,&amp;rdquo; kata Valdy.
Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan fokus pada saham defensif,  di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk  (AMRT), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk  (INDF) dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).</content:encoded></item></channel></rss>
