<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Upaya BRI Lawan Perubahan Iklim</title><description>Upaya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melawan perubahan iklim.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/06/320/3045035/upaya-bri-lawan-perubahan-iklim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/06/320/3045035/upaya-bri-lawan-perubahan-iklim"/><item><title>Upaya BRI Lawan Perubahan Iklim</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/06/320/3045035/upaya-bri-lawan-perubahan-iklim</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/06/320/3045035/upaya-bri-lawan-perubahan-iklim</guid><pubDate>Selasa 06 Agustus 2024 15:56 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/06/320/3045035/upaya-bri-lawan-perubahan-iklim-vhszfc1br0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Upaya BRI melawan perubahan iklim (Foto: BRI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/06/320/3045035/upaya-bri-lawan-perubahan-iklim-vhszfc1br0.jpg</image><title>Upaya BRI melawan perubahan iklim (Foto: BRI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Upaya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melawan perubahan iklim. Berkontribusi melestarikan lingkungan hidup, menjadi salah satu fokus BRI untuk memulihkan ekosistem di wilayah Muaragembong.
Melalui Program BRI Menanam Grow and Green Penanaman, bantuan bibit mangrove tersebut diharapkan dapat memberi dampak positif bagi lingkungan. Antara lain, pengurangan emisi karbon atau menyerap polusi udara, termasuk menciptakan keanekaragaman hayati yang menjadi habitat hewan kecil di sekitar Muaragembong.

BACA JUGA:
Aksi Nyata BRI Dukung RI Bebas Emisi 2060


Bendahara Kelompok Tani Sumber Makmur Endang bercerita kalau anggota kelompoknya melakukan penanaman, pemeliharaan, dan pendataan kondisi perkembangan tanaman. Mereka juga mengukur potensi cadangan dan serapan karbon yang berjalan dari 2023-2026.
&quot;Kami melakukan pengukuran seperti ketinggian pohon, diameter batang untuk mangrove yang sudah ditanam, termasuk penyulaman kalau ada yang mati disulam untuk menjaga 10 ribu mangrove yang sudah ditanam. Lalu hal itu kami laporkan ke BRI per empat bulan sekali. Semua ada laporannya,&quot; kata Endang yang juga menjelaskan kalau data monitoring itu akan menentukan kelulusan hidup bibit mangrove, Selasa (6/8/2024).

BACA JUGA:
Jumlah Pengguna Aplikasi BRImo Naik, Volume Transaksi Tembus Rp2.574 Triliun 


Soal kelulusan hidup bibit mangrove, Endang mengatakan rata-rata angka kehidupan bibit mangrove dari BRI yang berhasil tumbuh sekitar 85-90%. Sisanya, kata dia, gagal hidup alias mati karena faktor cuaca dan hama ulat.
&quot;Ada juga karena faktor rob karena memang batang belum besar, sehingga sehingga akarnya belum kuat, kena ombak dan bisa cepat lepas,&quot; katanya.
Pada kesempatan terpisah, Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto,  mengatakan BRI secara konsisten terus mendukung pelestarian alam dalam  menjaga pesisir pantai dari abrasi serta mengembalikan habitat hutan  mangrove yang ada di Tanah Air. Hal itu juga menjadi salah satu bentuk  komitmen BRI untuk mendukung upaya Pemerintah agar bebas emisi karbon  pada tahun 2060.
&quot;Kami berharap kegiatan penanaman mangrove yang telah dilakukan  memberikan manfaat bagi keberlanjutan dan hidup masyarakat. Selain itu,  proses pelestarian tidak dilakukan hanya sebatas awal fase penanaman  semata, tetapi juga dilanjutkan dengan perawatan demi hasil yang  maksimal, kami menitipkan kepada masyarakat untuk dapat menjaga dan  melestarikannya,&quot; ujar Catur.
Catur menambahkan, selain penyaluran bantuan bibit Mangrove, upaya  nyata BRI dalam melawan perubahan iklim dalam program BRI Menanam Grow  &amp;amp; Green juga dilakukan dengan penanaman pohon di lahan-lahan kritis  dan kegiatan transplantasi terumbu karang.
&amp;ldquo;BRI Menanam Grow &amp;amp; Green merupakan wadah  untuk mewujudkan  praktik pembangunan berkelanjutan yang memliki tujuan untuk melestarian  lingkungan, menyerap karbon, memberdayakan masyarakat dan meningkatan  perekonomian,&amp;rdquo; tegas Catur.
Sejak Tahun 2023, program BRI Menanam - Grow &amp;amp; Green telah  berhasil menanam bibit pohon sebanyak 42.800 bibit. Bibit pohon yang  ditanam di antaranya mangrove, cemara laut, dan tanaman produktif  (durian, kopi, aren, pinus, pala, dsb) serta men-transplantasi 2.430  fragmen terumbu karang di beberapa Pulau Indonesia. Secara keseluruhan,  program ini berpotensi menyerap karbon sebesar 9.653,51 Ton CO2e/tahun.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Upaya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melawan perubahan iklim. Berkontribusi melestarikan lingkungan hidup, menjadi salah satu fokus BRI untuk memulihkan ekosistem di wilayah Muaragembong.
Melalui Program BRI Menanam Grow and Green Penanaman, bantuan bibit mangrove tersebut diharapkan dapat memberi dampak positif bagi lingkungan. Antara lain, pengurangan emisi karbon atau menyerap polusi udara, termasuk menciptakan keanekaragaman hayati yang menjadi habitat hewan kecil di sekitar Muaragembong.

BACA JUGA:
Aksi Nyata BRI Dukung RI Bebas Emisi 2060


Bendahara Kelompok Tani Sumber Makmur Endang bercerita kalau anggota kelompoknya melakukan penanaman, pemeliharaan, dan pendataan kondisi perkembangan tanaman. Mereka juga mengukur potensi cadangan dan serapan karbon yang berjalan dari 2023-2026.
&quot;Kami melakukan pengukuran seperti ketinggian pohon, diameter batang untuk mangrove yang sudah ditanam, termasuk penyulaman kalau ada yang mati disulam untuk menjaga 10 ribu mangrove yang sudah ditanam. Lalu hal itu kami laporkan ke BRI per empat bulan sekali. Semua ada laporannya,&quot; kata Endang yang juga menjelaskan kalau data monitoring itu akan menentukan kelulusan hidup bibit mangrove, Selasa (6/8/2024).

BACA JUGA:
Jumlah Pengguna Aplikasi BRImo Naik, Volume Transaksi Tembus Rp2.574 Triliun 


Soal kelulusan hidup bibit mangrove, Endang mengatakan rata-rata angka kehidupan bibit mangrove dari BRI yang berhasil tumbuh sekitar 85-90%. Sisanya, kata dia, gagal hidup alias mati karena faktor cuaca dan hama ulat.
&quot;Ada juga karena faktor rob karena memang batang belum besar, sehingga sehingga akarnya belum kuat, kena ombak dan bisa cepat lepas,&quot; katanya.
Pada kesempatan terpisah, Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto,  mengatakan BRI secara konsisten terus mendukung pelestarian alam dalam  menjaga pesisir pantai dari abrasi serta mengembalikan habitat hutan  mangrove yang ada di Tanah Air. Hal itu juga menjadi salah satu bentuk  komitmen BRI untuk mendukung upaya Pemerintah agar bebas emisi karbon  pada tahun 2060.
&quot;Kami berharap kegiatan penanaman mangrove yang telah dilakukan  memberikan manfaat bagi keberlanjutan dan hidup masyarakat. Selain itu,  proses pelestarian tidak dilakukan hanya sebatas awal fase penanaman  semata, tetapi juga dilanjutkan dengan perawatan demi hasil yang  maksimal, kami menitipkan kepada masyarakat untuk dapat menjaga dan  melestarikannya,&quot; ujar Catur.
Catur menambahkan, selain penyaluran bantuan bibit Mangrove, upaya  nyata BRI dalam melawan perubahan iklim dalam program BRI Menanam Grow  &amp;amp; Green juga dilakukan dengan penanaman pohon di lahan-lahan kritis  dan kegiatan transplantasi terumbu karang.
&amp;ldquo;BRI Menanam Grow &amp;amp; Green merupakan wadah  untuk mewujudkan  praktik pembangunan berkelanjutan yang memliki tujuan untuk melestarian  lingkungan, menyerap karbon, memberdayakan masyarakat dan meningkatan  perekonomian,&amp;rdquo; tegas Catur.
Sejak Tahun 2023, program BRI Menanam - Grow &amp;amp; Green telah  berhasil menanam bibit pohon sebanyak 42.800 bibit. Bibit pohon yang  ditanam di antaranya mangrove, cemara laut, dan tanaman produktif  (durian, kopi, aren, pinus, pala, dsb) serta men-transplantasi 2.430  fragmen terumbu karang di beberapa Pulau Indonesia. Secara keseluruhan,  program ini berpotensi menyerap karbon sebesar 9.653,51 Ton CO2e/tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
