<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transisi Energi, Ini Bukti RI Mulai Tinggalkan PLTU</title><description>PLN EPI mendorong transisi energi sektor ketenagalistrikan dengan mengembangkan sejumlah inisiatif energi bersih.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/07/320/3045332/transisi-energi-ini-bukti-ri-mulai-tinggalkan-pltu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/07/320/3045332/transisi-energi-ini-bukti-ri-mulai-tinggalkan-pltu"/><item><title>Transisi Energi, Ini Bukti RI Mulai Tinggalkan PLTU</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/07/320/3045332/transisi-energi-ini-bukti-ri-mulai-tinggalkan-pltu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/07/320/3045332/transisi-energi-ini-bukti-ri-mulai-tinggalkan-pltu</guid><pubDate>Rabu 07 Agustus 2024 07:51 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/07/320/3045332/transisi-energi-ini-bukti-ri-mulai-tinggalkan-pltu-bCwCunoWXg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bukti RI mulai tinggalkan PLTU demi transisi energi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/07/320/3045332/transisi-energi-ini-bukti-ri-mulai-tinggalkan-pltu-bCwCunoWXg.jpg</image><title>Bukti RI mulai tinggalkan PLTU demi transisi energi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong transisi energi sektor ketenagalistrikan dengan mengembangkan sejumlah inisiatif energi bersih.
Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara mengatakan, PLN EPI berkomitmen untuk mereduksi emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

BACA JUGA:
Serbuk Gergaji Disulap Jadi Sumber Energi PLTU Bengkayang


&quot;PLN EPI mendukung Holding PLN dalam menegaskan komitmen untuk menjalankan transisi energi demi mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Beragam inisiatif PLN akan berdampak pada pengurangan 3,7 miliar ton CO2e,&quot; kata Iwan di Jakarta, Selasa (6/8/2024).
Selama 4 tahun terakhir, Iwan mengatakan PLN telah menghapus rencana pembangunan 13,3 gigawatt (GW) pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang sebelumnya masuk ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). PLN mengganti PLTU batu bara sebesar 800 megawatt (mw) dengan pembangkit gas hingga membatalkan perjanjian pembelian tenaga listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) PLTU batu bara sebesar 1,3 GW.

BACA JUGA:
Ini Sumber Biomassa Pengganti Batu Bara untuk Energi PLTU


PLN juga turut menginisiasi program Accelerated Renewable Energy Development (ARED). Dengan ARED, PLN membangun pemerataan kelistrikan nasional melalui Green Enabling Super Grid menjadikan sistem kelistrikan Indonesia yang sebelumnya terpisah antar pulau menjadi terhubung satu sama lain dan potensi EBT berskala besar yang belum dimanfaatkan selama ini dapat dimaksimalkan. Pasokan listrik berbasis EBT akan meningkat dari 22 GW menjadi 61 GW.
Kemudian, untuk mengatasi tantangan intermitensi dari sumber EBT, PLN juga membangun smart grid dengan smart power plant dan flexible generation yang dilengkapi smart transmission, smart distribution, smart control center dan smart meter. Lewat ARED ini membuat penambahan kapasitas listrik 75 persen bersumber dari EBT, sementara 25 persen berasal dari gas alam.
&quot;PLN akan bergantung dengan LNG untuk mengkompensasi penurunan produksi atau pasokan dari gas pipa untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional,&quot; Iwan.
Iwan menjelaskan, pemanfaatan gas melalui LNG akan meningkat seiring  waktu dari porsi saat ini di kisaran 55% menjadi 69% pada 2040. Direktur  Gas dan BBM PLN EPI Rakhmad Dewanto  mengatakan, inisiatif mendorong  energi bersih salah satunya diwujudkan lewat pengembangan green  hydrogen.
&quot;PLN menjadi yang terdepan dalam pengembangan green hydrogen di  Indonesia dengan menginisiasi ekosistem hidrogen global,&quot; kata Rakhmad.
Dia menjelaskan, PLN berada dalam posisi yang tepat untuk memenuhi  pertumbuhan permintaan hidrogen di Indonesia maupun pasar ekspor. Dengan  keunggulan dari sisi produksi dan suplai, PLN memiliki kapasitas untuk  berpartisipasi aktif dalam mengembangkan rantai pasok hidrogen di  Indonesia.
Hingga saat ini, PLN telah membangun ekosistem green hydrogen secara  end to end. PLN telah memiliki 22 Green Hydrogen Plant (GHP) dengan  memanfaatkan pembangkit listrik tenaga panas bumi, pembangkit listrik  tenaga surya, dan renewable energy certificate.
Dari total 22 GHP tersebut, PLN mampu memproduksi 203 ton per tahun  green hydrogen. Di mana 75 ton hidrogen ini digunakan untuk kebutuhan  operasional pembangkit. Sementara, 128 ton bisa digunakan untuk  mendukung kebutuhan lain, termasuk kendaraan hidrogen.
Tak hanya GHP, PLN juga telah memiliki Hydrogen Refueling Station  (HRS) atau stasiun pengisian kendaraan hidrogen yang berlokasi di  kawasan Senayan, Jakarta. HRS yang diresmikan pada Februari 2024 menjadi  HRS pertama di Indonesia.
Dalam mengembangkan ekosistem green hydrogen, PLN kini tengah memulai  pilot project untuk mengkonversi excess produksi green hydorgen menjadi  green ammonia untuk program cofiring PLTU milik PLN. Rakhmad  menjelaskan, green ammonia yang dihasilkan akan digunakan sebagai bahan  bakar cofiring PLTU Labuan.
&quot;Komitmen pengembangan ekosistem green hydrogen terus dilakukan PLN  EPI yang diberikan mandat PLN untuk mendorong pemanfaatan hidrogen  sebagai energi bersih sejalan dengan komitmen NZE 2060,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong transisi energi sektor ketenagalistrikan dengan mengembangkan sejumlah inisiatif energi bersih.
Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara mengatakan, PLN EPI berkomitmen untuk mereduksi emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

BACA JUGA:
Serbuk Gergaji Disulap Jadi Sumber Energi PLTU Bengkayang


&quot;PLN EPI mendukung Holding PLN dalam menegaskan komitmen untuk menjalankan transisi energi demi mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Beragam inisiatif PLN akan berdampak pada pengurangan 3,7 miliar ton CO2e,&quot; kata Iwan di Jakarta, Selasa (6/8/2024).
Selama 4 tahun terakhir, Iwan mengatakan PLN telah menghapus rencana pembangunan 13,3 gigawatt (GW) pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang sebelumnya masuk ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). PLN mengganti PLTU batu bara sebesar 800 megawatt (mw) dengan pembangkit gas hingga membatalkan perjanjian pembelian tenaga listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) PLTU batu bara sebesar 1,3 GW.

BACA JUGA:
Ini Sumber Biomassa Pengganti Batu Bara untuk Energi PLTU


PLN juga turut menginisiasi program Accelerated Renewable Energy Development (ARED). Dengan ARED, PLN membangun pemerataan kelistrikan nasional melalui Green Enabling Super Grid menjadikan sistem kelistrikan Indonesia yang sebelumnya terpisah antar pulau menjadi terhubung satu sama lain dan potensi EBT berskala besar yang belum dimanfaatkan selama ini dapat dimaksimalkan. Pasokan listrik berbasis EBT akan meningkat dari 22 GW menjadi 61 GW.
Kemudian, untuk mengatasi tantangan intermitensi dari sumber EBT, PLN juga membangun smart grid dengan smart power plant dan flexible generation yang dilengkapi smart transmission, smart distribution, smart control center dan smart meter. Lewat ARED ini membuat penambahan kapasitas listrik 75 persen bersumber dari EBT, sementara 25 persen berasal dari gas alam.
&quot;PLN akan bergantung dengan LNG untuk mengkompensasi penurunan produksi atau pasokan dari gas pipa untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional,&quot; Iwan.
Iwan menjelaskan, pemanfaatan gas melalui LNG akan meningkat seiring  waktu dari porsi saat ini di kisaran 55% menjadi 69% pada 2040. Direktur  Gas dan BBM PLN EPI Rakhmad Dewanto  mengatakan, inisiatif mendorong  energi bersih salah satunya diwujudkan lewat pengembangan green  hydrogen.
&quot;PLN menjadi yang terdepan dalam pengembangan green hydrogen di  Indonesia dengan menginisiasi ekosistem hidrogen global,&quot; kata Rakhmad.
Dia menjelaskan, PLN berada dalam posisi yang tepat untuk memenuhi  pertumbuhan permintaan hidrogen di Indonesia maupun pasar ekspor. Dengan  keunggulan dari sisi produksi dan suplai, PLN memiliki kapasitas untuk  berpartisipasi aktif dalam mengembangkan rantai pasok hidrogen di  Indonesia.
Hingga saat ini, PLN telah membangun ekosistem green hydrogen secara  end to end. PLN telah memiliki 22 Green Hydrogen Plant (GHP) dengan  memanfaatkan pembangkit listrik tenaga panas bumi, pembangkit listrik  tenaga surya, dan renewable energy certificate.
Dari total 22 GHP tersebut, PLN mampu memproduksi 203 ton per tahun  green hydrogen. Di mana 75 ton hidrogen ini digunakan untuk kebutuhan  operasional pembangkit. Sementara, 128 ton bisa digunakan untuk  mendukung kebutuhan lain, termasuk kendaraan hidrogen.
Tak hanya GHP, PLN juga telah memiliki Hydrogen Refueling Station  (HRS) atau stasiun pengisian kendaraan hidrogen yang berlokasi di  kawasan Senayan, Jakarta. HRS yang diresmikan pada Februari 2024 menjadi  HRS pertama di Indonesia.
Dalam mengembangkan ekosistem green hydrogen, PLN kini tengah memulai  pilot project untuk mengkonversi excess produksi green hydorgen menjadi  green ammonia untuk program cofiring PLTU milik PLN. Rakhmad  menjelaskan, green ammonia yang dihasilkan akan digunakan sebagai bahan  bakar cofiring PLTU Labuan.
&quot;Komitmen pengembangan ekosistem green hydrogen terus dilakukan PLN  EPI yang diberikan mandat PLN untuk mendorong pemanfaatan hidrogen  sebagai energi bersih sejalan dengan komitmen NZE 2060,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
