<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Sebut Indonesia Siap Produksi 1,5 Juta Mobil Listrik dari Kendal</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia siap memproduksi 1,5 juta unit mobil listrik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/07/320/3045579/luhut-sebut-indonesia-siap-produksi-1-5-juta-mobil-listrik-dari-kendal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/07/320/3045579/luhut-sebut-indonesia-siap-produksi-1-5-juta-mobil-listrik-dari-kendal"/><item><title>Luhut Sebut Indonesia Siap Produksi 1,5 Juta Mobil Listrik dari Kendal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/07/320/3045579/luhut-sebut-indonesia-siap-produksi-1-5-juta-mobil-listrik-dari-kendal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/07/320/3045579/luhut-sebut-indonesia-siap-produksi-1-5-juta-mobil-listrik-dari-kendal</guid><pubDate>Rabu 07 Agustus 2024 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/07/320/3045579/luhut-sebut-indonesia-siap-produksi-1-5-juta-mobil-listrik-dari-kendal-QPecqPZwCX.PNG" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut Binsar Pandjaitan soal Mobil Listrik (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/07/320/3045579/luhut-sebut-indonesia-siap-produksi-1-5-juta-mobil-listrik-dari-kendal-QPecqPZwCX.PNG</image><title>Menko Luhut Binsar Pandjaitan soal Mobil Listrik (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia siap memproduksi 1,5 juta unit mobil listrik dengan kehadiran Pabrik Anoda terbesar kedua dunia.
Luhut menjelaskan melalui pabrik milik Indonesia BTR New Energy, Indoensia akan mampu memproduksi 80 ribu ton anoda sebagai bahan baku penting untuk pembuatan baterai mobil listrik.

BACA JUGA:
Luhut Menangis Jelang Jokowi Lengser: Selamat Jalan Pak, Bapak Jadi Kenangan

&quot;Pabrik ini memiliki kapasitas 80 ribu ton yang cukup untuk membuat 1,5 juta mobil listrik,&quot; kata Luhut dalam pidatonya pada acara peresmian pabrik bahan Anoda Baterai Litium di Kendal, (7/8/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yNy8xLzE4MTEzNC81L3g4ejU3cWE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Belum lagi, Luhut juga memaparkan rencana ekspansi pabrik tersebut untuk menambah kapasitas produksi anoda 160 ribu ton pada kuartal IV 2024 mendatang. Targetnya pengembangan kapasitas produksi itu rampung pada Maret 2025 mendatang.

BACA JUGA:
Luhut Ungkap Potensi Carbon Capture and Storage RI Capai 600 Juta Gigaton&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurutnya, lewat kapasitas produksi yang cukup besar itu akan membawa Indonesia menjadi salah satu produsen anoda terbesar di dunia. Sebagai pembanding, 3 produsen anoda terbesar di dunia saat ini dimiliki Jepang dengan kapastias 10 ribu ton, Korsel 40 ribu ton, sedangkan China 100 ribu ton pertahun.&quot;Jadi kita akan bisa melewati Tiongkok dalam beberapa waktu kedepan,&quot; kata Luhut.
Sehingga dengan adanya pembangunan pabrik anoda ini, akan semakin melengkapi ekosistem kendaraan listrik, spesifik untuk pabrik baterai kendaraan listrik yang saat ini tengah dibangun oleh Pemerintah lewat program hilirisasi.
Sekedar informasi tambahan, pada 2025 nanti, Kementerian Perindustrian meneragetkan jumlah kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia 400 ribu unit. Jumlah itu merupakan 25% dari total produksi kendaraan bermotor roda empat yang akan mencapai 1,6 juta unit.
Pada 2035, target produksi makin ditambah menjadi 1 juta KBLBB roda empat atau lebih dan 3,22 juta KBLBB roda dua. Tapi dia memastikan untuk kendaraan dengan pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) masih akan tetap berproduksi di Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia siap memproduksi 1,5 juta unit mobil listrik dengan kehadiran Pabrik Anoda terbesar kedua dunia.
Luhut menjelaskan melalui pabrik milik Indonesia BTR New Energy, Indoensia akan mampu memproduksi 80 ribu ton anoda sebagai bahan baku penting untuk pembuatan baterai mobil listrik.

BACA JUGA:
Luhut Menangis Jelang Jokowi Lengser: Selamat Jalan Pak, Bapak Jadi Kenangan

&quot;Pabrik ini memiliki kapasitas 80 ribu ton yang cukup untuk membuat 1,5 juta mobil listrik,&quot; kata Luhut dalam pidatonya pada acara peresmian pabrik bahan Anoda Baterai Litium di Kendal, (7/8/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yNy8xLzE4MTEzNC81L3g4ejU3cWE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Belum lagi, Luhut juga memaparkan rencana ekspansi pabrik tersebut untuk menambah kapasitas produksi anoda 160 ribu ton pada kuartal IV 2024 mendatang. Targetnya pengembangan kapasitas produksi itu rampung pada Maret 2025 mendatang.

BACA JUGA:
Luhut Ungkap Potensi Carbon Capture and Storage RI Capai 600 Juta Gigaton&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurutnya, lewat kapasitas produksi yang cukup besar itu akan membawa Indonesia menjadi salah satu produsen anoda terbesar di dunia. Sebagai pembanding, 3 produsen anoda terbesar di dunia saat ini dimiliki Jepang dengan kapastias 10 ribu ton, Korsel 40 ribu ton, sedangkan China 100 ribu ton pertahun.&quot;Jadi kita akan bisa melewati Tiongkok dalam beberapa waktu kedepan,&quot; kata Luhut.
Sehingga dengan adanya pembangunan pabrik anoda ini, akan semakin melengkapi ekosistem kendaraan listrik, spesifik untuk pabrik baterai kendaraan listrik yang saat ini tengah dibangun oleh Pemerintah lewat program hilirisasi.
Sekedar informasi tambahan, pada 2025 nanti, Kementerian Perindustrian meneragetkan jumlah kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia 400 ribu unit. Jumlah itu merupakan 25% dari total produksi kendaraan bermotor roda empat yang akan mencapai 1,6 juta unit.
Pada 2035, target produksi makin ditambah menjadi 1 juta KBLBB roda empat atau lebih dan 3,22 juta KBLBB roda dua. Tapi dia memastikan untuk kendaraan dengan pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) masih akan tetap berproduksi di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
