<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Masih Butuh Uang Rp57 Triliun Bangun Infrastruktur Jalan dan Tol Bawah Laut di IKN</title><description>Indonesia butuh uang Rp57 triliun untuk pembangunan infrastruktur jalan di Ibu Kota Nusantara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/07/470/3045562/ri-masih-butuh-uang-rp57-triliun-bangun-infrastruktur-jalan-dan-tol-bawah-laut-di-ikn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/07/470/3045562/ri-masih-butuh-uang-rp57-triliun-bangun-infrastruktur-jalan-dan-tol-bawah-laut-di-ikn"/><item><title>RI Masih Butuh Uang Rp57 Triliun Bangun Infrastruktur Jalan dan Tol Bawah Laut di IKN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/07/470/3045562/ri-masih-butuh-uang-rp57-triliun-bangun-infrastruktur-jalan-dan-tol-bawah-laut-di-ikn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/07/470/3045562/ri-masih-butuh-uang-rp57-triliun-bangun-infrastruktur-jalan-dan-tol-bawah-laut-di-ikn</guid><pubDate>Rabu 07 Agustus 2024 15:36 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/07/470/3045562/ri-kurang-rp57-triliun-bangun-jalan-di-ikn-hingga-tol-bawah-laut-Z1j5E8SNSR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan tol bawah laut IKN (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/07/470/3045562/ri-kurang-rp57-triliun-bangun-jalan-di-ikn-hingga-tol-bawah-laut-Z1j5E8SNSR.jpg</image><title>Pembangunan tol bawah laut IKN (Foto: PUPR)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia butuh uang Rp57 triliun untuk pembangunan infrastruktur jalan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Wida Nurfaida menjelaskan total kebutuhan biaya itu terdiri dari pembangunan jalan nasional, jalan tol, hingga rencana pembangunan tol bawah laut.

BACA JUGA:
Tol Akses IKN KIPP dengan Bandara Mulai 2030

Wida merinci rencana pengembangan jaringan jalan nasional di IKN, terutama di dalam Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), sepanjang 226,67 km. Sedangkan yang sudah terbangun menggunakan APBN baru sepanjang 83 km. Sehingga Kementerian PUPR masih membutuhkan dana sekitar Rp39 triliun untuk membangun jaringan jalan di KIPP tersebut.
&quot;Pengembangan jalan di KIPP yang dibiayai oleh APBN secara pelaksanaan memang dari target sekitar 226,67 km, yang baru terbangun 83 km, masih banyak PR kita sekitar 143 km lagi,&quot; ujar Wida di Auditorium Kementerian PUPR, Rabu (7/8/2024).

BACA JUGA:
Soal Sewa Alphard untuk Tamu Negara HUT di IKN, Istana: Kami Sediakan Bus

Sedangkan untuk sektor jalan tol di IKN saat ini sudah terbangun sepanjang 67 km dari rencana pembangunan sepanjang 88 km. Estimasi pembiayaan jalan tol hingga 88 km tersebut masih membutuhkan dana sekitar Rp6,38 triliun.
&quot;Yang belum terbangun masih ada 20,89 km rerata pembiayaan jalan tol IKN sekitar Rp315 miliar,&quot; tambahnya.Lebih lanjut, Wida mengatakan saat ini juga tengah direncanakan untuk  pembangunan jalan tol bawah laut atau immerse tunnel yang diestimasikan  membutuhkan anggaran Rp11 triliun. Terowongan bawah laut ini nantinya  juga menjadi bagian dari jalan tol IKN yang saat ini tengah dikerjakan  oleh Pemerintah.
Sehingga jika dikalkulasikan kebutuhan pembiayaan untuk pengembangan  jaringan jalan di IKN berada di angka Rp57 triliun untuk ketiga proyek  tersebut.
&quot;Jalan tol segmen 4A dan 4B, ini terdapat rencana immerse tunnel yang  rencananya akan dikerjasamakan dengan pemerintah Korea,&quot; pungkas Wida.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia butuh uang Rp57 triliun untuk pembangunan infrastruktur jalan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Wida Nurfaida menjelaskan total kebutuhan biaya itu terdiri dari pembangunan jalan nasional, jalan tol, hingga rencana pembangunan tol bawah laut.

BACA JUGA:
Tol Akses IKN KIPP dengan Bandara Mulai 2030

Wida merinci rencana pengembangan jaringan jalan nasional di IKN, terutama di dalam Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), sepanjang 226,67 km. Sedangkan yang sudah terbangun menggunakan APBN baru sepanjang 83 km. Sehingga Kementerian PUPR masih membutuhkan dana sekitar Rp39 triliun untuk membangun jaringan jalan di KIPP tersebut.
&quot;Pengembangan jalan di KIPP yang dibiayai oleh APBN secara pelaksanaan memang dari target sekitar 226,67 km, yang baru terbangun 83 km, masih banyak PR kita sekitar 143 km lagi,&quot; ujar Wida di Auditorium Kementerian PUPR, Rabu (7/8/2024).

BACA JUGA:
Soal Sewa Alphard untuk Tamu Negara HUT di IKN, Istana: Kami Sediakan Bus

Sedangkan untuk sektor jalan tol di IKN saat ini sudah terbangun sepanjang 67 km dari rencana pembangunan sepanjang 88 km. Estimasi pembiayaan jalan tol hingga 88 km tersebut masih membutuhkan dana sekitar Rp6,38 triliun.
&quot;Yang belum terbangun masih ada 20,89 km rerata pembiayaan jalan tol IKN sekitar Rp315 miliar,&quot; tambahnya.Lebih lanjut, Wida mengatakan saat ini juga tengah direncanakan untuk  pembangunan jalan tol bawah laut atau immerse tunnel yang diestimasikan  membutuhkan anggaran Rp11 triliun. Terowongan bawah laut ini nantinya  juga menjadi bagian dari jalan tol IKN yang saat ini tengah dikerjakan  oleh Pemerintah.
Sehingga jika dikalkulasikan kebutuhan pembiayaan untuk pengembangan  jaringan jalan di IKN berada di angka Rp57 triliun untuk ketiga proyek  tersebut.
&quot;Jalan tol segmen 4A dan 4B, ini terdapat rencana immerse tunnel yang  rencananya akan dikerjasamakan dengan pemerintah Korea,&quot; pungkas Wida.</content:encoded></item></channel></rss>
