<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Tak Gentar Tandingi KEK Buatan Singapura dan Malaysia</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah tidak gentar menandingi Kawan Ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/07/470/3045671/jokowi-tak-gentar-tandingi-kek-buatan-singapura-dan-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/07/470/3045671/jokowi-tak-gentar-tandingi-kek-buatan-singapura-dan-malaysia"/><item><title>Jokowi Tak Gentar Tandingi KEK Buatan Singapura dan Malaysia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/07/470/3045671/jokowi-tak-gentar-tandingi-kek-buatan-singapura-dan-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/07/470/3045671/jokowi-tak-gentar-tandingi-kek-buatan-singapura-dan-malaysia</guid><pubDate>Rabu 07 Agustus 2024 18:28 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/07/470/3045671/jokowi-tak-gentar-tandingi-kek-buatan-singapura-dan-malaysia-g5dYgImCLV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut Binsar Pandjaitan soal KEK (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/07/470/3045671/jokowi-tak-gentar-tandingi-kek-buatan-singapura-dan-malaysia-g5dYgImCLV.jpg</image><title>Menko Luhut Binsar Pandjaitan soal KEK (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah tidak gentar menandingi Kawan Ekonomi Khusus (KEK) yang dibuat Singapura dan Malaysian di Johor.
&quot;Kami tidak takut bersaing dengan mereka karena kita juga memiliki modal dan kekuatan yang baik, serta kredibilitas dan kepercayaan yang selama ini sudah kita bangun,&quot; ujarnya dalam acara peresmian pabrik bahan Anoda Baterai Litium di Kendal, (7/8/2024).

BACA JUGA:
Luhut Sebut Indonesia Siap Produksi 1,5 Juta Mobil Listrik dari Kendal

Luhut menjelaskan Singapura nantinya akan menyiapkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas di KEK tersebut, sedangkan untuk Malaysia akan menyiapkan dari segi lahan hingga ketersediaan energi. Sehingga menurutnya akan ada persaingan yang lebih kompetitif dalam menarik investasi masuk Indonesia.

BACA JUGA:
Ketika Luhut Puji Presiden Jokowi: Bapak Jadi Kenangan Indah

&quot;Kita akan memiliki pesaing dalam pengembangan KEK dari Johor dan Singapura, yang pada awal tahu akan menandatangani koridor special economic zone, dimana Johor akan menyediakan lahan dan sumber daya energi yang komeptitif, dan Singapura akan mendukung dengan kualitas SDM,&quot; tambahnya.Sehingga Luhut menyebut, strategi untuk memberikan insentif kepada calon investor saja tidak cukup untuk menarik investasi masuk ke Indoensia. Namun diperlukan kredibilitas dari pemerintah untuk menjaga keyakinan investor yang akan masuk ke Indonesia.
&quot;Jadi kita tidak bisa bersaing lagi dengan negara tetangga hanya sekedar mengandalkan insentif, tapi kredibilitas dan kepercayaan menajdi faktor kunci, yang harus kita pertahankan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah tidak gentar menandingi Kawan Ekonomi Khusus (KEK) yang dibuat Singapura dan Malaysian di Johor.
&quot;Kami tidak takut bersaing dengan mereka karena kita juga memiliki modal dan kekuatan yang baik, serta kredibilitas dan kepercayaan yang selama ini sudah kita bangun,&quot; ujarnya dalam acara peresmian pabrik bahan Anoda Baterai Litium di Kendal, (7/8/2024).

BACA JUGA:
Luhut Sebut Indonesia Siap Produksi 1,5 Juta Mobil Listrik dari Kendal

Luhut menjelaskan Singapura nantinya akan menyiapkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas di KEK tersebut, sedangkan untuk Malaysia akan menyiapkan dari segi lahan hingga ketersediaan energi. Sehingga menurutnya akan ada persaingan yang lebih kompetitif dalam menarik investasi masuk Indonesia.

BACA JUGA:
Ketika Luhut Puji Presiden Jokowi: Bapak Jadi Kenangan Indah

&quot;Kita akan memiliki pesaing dalam pengembangan KEK dari Johor dan Singapura, yang pada awal tahu akan menandatangani koridor special economic zone, dimana Johor akan menyediakan lahan dan sumber daya energi yang komeptitif, dan Singapura akan mendukung dengan kualitas SDM,&quot; tambahnya.Sehingga Luhut menyebut, strategi untuk memberikan insentif kepada calon investor saja tidak cukup untuk menarik investasi masuk ke Indoensia. Namun diperlukan kredibilitas dari pemerintah untuk menjaga keyakinan investor yang akan masuk ke Indonesia.
&quot;Jadi kita tidak bisa bersaing lagi dengan negara tetangga hanya sekedar mengandalkan insentif, tapi kredibilitas dan kepercayaan menajdi faktor kunci, yang harus kita pertahankan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
