<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Gandeng Rusia Bangun Energi Nuklir RI, Begini Respons Menteri ESDM</title><description>Presiden Terpilih Prabowo Subianto berencana menggandeng Rusia dalam pengembangan energi nuklir di Tanah Air</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/08/320/3046278/prabowo-gandeng-rusia-bangun-energi-nuklir-ri-begini-respons-menteri-esdm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/08/320/3046278/prabowo-gandeng-rusia-bangun-energi-nuklir-ri-begini-respons-menteri-esdm"/><item><title>Prabowo Gandeng Rusia Bangun Energi Nuklir RI, Begini Respons Menteri ESDM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/08/320/3046278/prabowo-gandeng-rusia-bangun-energi-nuklir-ri-begini-respons-menteri-esdm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/08/320/3046278/prabowo-gandeng-rusia-bangun-energi-nuklir-ri-begini-respons-menteri-esdm</guid><pubDate>Kamis 08 Agustus 2024 19:48 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/08/320/3046278/prabowo-gandeng-rusia-bangun-energi-nuklir-ri-begini-respons-menteri-esdm-io2t41JRoT.png" expression="full" type="image/jpeg">Prabowo Gandeng Rusia Kembangkan Energi Nuklir di Indonesia. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/08/320/3046278/prabowo-gandeng-rusia-bangun-energi-nuklir-ri-begini-respons-menteri-esdm-io2t41JRoT.png</image><title>Prabowo Gandeng Rusia Kembangkan Energi Nuklir di Indonesia. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Terpilih Prabowo Subianto berencana menggandeng Rusia dalam pengembangan energi nuklir di Tanah Air.
Menyikapi rencana tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menilai, nuklir memang menjadi salah satu sumber energi yang penting bagi Indonesia.

BACA JUGA:
Blak-blakan! Cerita Mahfud MD Ditawari Jadi Menteri Koordinator Hukum oleh Prabowo

Namun untuk pengembangannya, tentunya membutuhkan teknologi lebih lanjut.
&quot;Kita sudah menyiapkan energi nuklir itu kita rencanakan beyond 2040, tapi kalau memang teknologinya aman, komersial kompetitif, kenapa engga,&quot; jelasnya ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/8/2024).

BACA JUGA:
Bekali 40 Nakes TNI Misi Kemanusiaan ke Gaza, Prabowo: Tunjukkan Solidaritas!

Oleh sebab itu, Arifin menegaskan pemerintah harus lebih fokus untuk pembangunan reaktor nuklir dalam skala yang kecil atau Small Modular Reactor (SMR), dibandingkan reaktor nuklir berskala besar. Hal itu lantaran belum adanya area yang bisa dimanfaatkan secara penuh.Lebih lanjut dikatakannya, belum ada kandidat-kandidat perusahaan yang akan menggarap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia.
&quot;Belum, kita harus evaluasi betul teknologinya ya, kemudian juga keekonomian,&quot; tukas Arifin.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Terpilih Prabowo Subianto berencana menggandeng Rusia dalam pengembangan energi nuklir di Tanah Air.
Menyikapi rencana tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menilai, nuklir memang menjadi salah satu sumber energi yang penting bagi Indonesia.

BACA JUGA:
Blak-blakan! Cerita Mahfud MD Ditawari Jadi Menteri Koordinator Hukum oleh Prabowo

Namun untuk pengembangannya, tentunya membutuhkan teknologi lebih lanjut.
&quot;Kita sudah menyiapkan energi nuklir itu kita rencanakan beyond 2040, tapi kalau memang teknologinya aman, komersial kompetitif, kenapa engga,&quot; jelasnya ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/8/2024).

BACA JUGA:
Bekali 40 Nakes TNI Misi Kemanusiaan ke Gaza, Prabowo: Tunjukkan Solidaritas!

Oleh sebab itu, Arifin menegaskan pemerintah harus lebih fokus untuk pembangunan reaktor nuklir dalam skala yang kecil atau Small Modular Reactor (SMR), dibandingkan reaktor nuklir berskala besar. Hal itu lantaran belum adanya area yang bisa dimanfaatkan secara penuh.Lebih lanjut dikatakannya, belum ada kandidat-kandidat perusahaan yang akan menggarap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia.
&quot;Belum, kita harus evaluasi betul teknologinya ya, kemudian juga keekonomian,&quot; tukas Arifin.</content:encoded></item></channel></rss>
