<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tingkatkan Daya Saing, RI Siapkan Peta Jalan Dekarbonisasi Sektor Industri</title><description>Kementerian Perindustrian menyiapkan peta jalan dekarbonisasi sektor industri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/09/320/3046473/tingkatkan-daya-saing-ri-siapkan-peta-jalan-dekarbonisasi-sektor-industri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/09/320/3046473/tingkatkan-daya-saing-ri-siapkan-peta-jalan-dekarbonisasi-sektor-industri"/><item><title>Tingkatkan Daya Saing, RI Siapkan Peta Jalan Dekarbonisasi Sektor Industri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/09/320/3046473/tingkatkan-daya-saing-ri-siapkan-peta-jalan-dekarbonisasi-sektor-industri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/09/320/3046473/tingkatkan-daya-saing-ri-siapkan-peta-jalan-dekarbonisasi-sektor-industri</guid><pubDate>Jum'at 09 Agustus 2024 09:22 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Ruth Apriliani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/09/320/3046473/tingkatkan-daya-saing-ri-siapkan-peta-jalan-dekarbonisasi-sektor-industri-AO96bkgmeG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemenperin siapkan roadmap dekarbonisasi sektor industri (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/09/320/3046473/tingkatkan-daya-saing-ri-siapkan-peta-jalan-dekarbonisasi-sektor-industri-AO96bkgmeG.jpg</image><title>Kemenperin siapkan roadmap dekarbonisasi sektor industri (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Perindustrian menyiapkan peta jalan dekarbonisasi sektor industri. Roadmap dekarbonisasi diperlukan untuk menurunkan emisi di sektor industri.
Kementerian Perindustrian mendorong aksi dekarbonisasi melalui perancangan peta jalan industri hijau untuk mencapai target net zero emission (NZE) atau emisi nol bersih pada 2050. Penyusunan roadmap dekarbonisasi dilakukan bersama Institute for Essential Services Reform (IESR).

BACA JUGA:
Tantangan Industri Sawit RI, Harga CPO Anjlok hingga Kesejahteraan Petani


Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian Apit Pria Nugraha menjelaskan keberadaan peta jalan dekarbonisasi industri di Indonesia akan memberikan panduan arah dan kebijakan yang jelas untuk mendorong industri yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing tinggi. Kebijakan penurunan emisi di sektor industri perlu diimplementasikan dengan fokus pada peningkatan daya saing sosial yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan dari aspek sosial, ekonomi dan lingkungan.
&amp;ldquo;Kami tengah mempersiapkan peta jalan dan regulasi dekarbonisasi di sektor industri dan sub-sektor prioritas, peta jalan perdagangan karbon untuk sektor industri, tata laksana nilai ekonomi karbon untuk sektor industri, regulasi penggunaan CCS/CCUS dengan fokus penangkapan dan pemanfaatan karbon di sektor industri, dan sistem informasi perdagangan karbon sektor industri yang terintegrasi dengan sistem registri nasional (SRN),&amp;rdquo; ungkap Apit, Jumat (9/8/2024).

BACA JUGA:
Upaya Sri Mulyani Selamatkan Industri Tekstil


Selanjutnya, Apit mengajak kolaborasi antar Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengintegrasi instrumen pelaporan dan pengawasan (monitoring) dengan tetap mengakomodasi tujuan masing-masing kementerian  sehingga menyelaraskan data dan memudahkan pelaku industri membangun industri hijau.
Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa mengungkapkan kajian IESR telah  merumuskan lima pilar dekarbonisasi yang dapat menjadi dasar dalam  pembuatan peta jalan industri hijau. Antara lain efisiensi sumber  daya/material, efisiensi energi, pemanfaatan bahan bakar, bahan baku dan  sumber energi rendah karbon, elektrifikasi proses industri hingga  penggunaan CCS/CCUS (Penangkapan dan Penyimpanan Karbon) bagi proses  industri yang emisinya sulit dihilangkan (hard to abate sector).
&amp;ldquo;Penetapan dan perancangan strategi dekarbonisasi industri dapat  menjadi salah satu cara untuk meningkatkan daya saing dan daya tarik  investasi di sektor industri dan manufaktur Indonesia jangka panjang,&amp;rdquo;  kata dia.
Menurutnya, perencanaan, dukungan kebijakan, dan regulasi diperlukan  untuk melakukan dekarbonisasi industri. Selain itu, industri yang mau  dan siap untuk melakukan dekarbonisasi, perlu diberikan insentif.
Fabby menekankan penciptaan industri NZE 2050 akan memberikan manfaat  internal dan eksternal bagi sektor industri. Menurutnya, manfaat  internal adalah penghematan biaya produksi, potensi dari penghematan  biaya pajak karbon, penghematan biaya pengembalian dampak lingkungan  serta membuka peluang target pasar baru dan menaikkan daya saing produk,  terutama melihat masa depan pasar yang cenderung memilih produk yang  berkelanjutan dan rendah karbon.
Sementara secara eksternal,  industri hijau akan membuka peluang pekerjaan hijau, menaikkan kualitas  lingkungan dan keberagaman hayati, dan menurunkan kebutuhan subsidi  kesehatan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Perindustrian menyiapkan peta jalan dekarbonisasi sektor industri. Roadmap dekarbonisasi diperlukan untuk menurunkan emisi di sektor industri.
Kementerian Perindustrian mendorong aksi dekarbonisasi melalui perancangan peta jalan industri hijau untuk mencapai target net zero emission (NZE) atau emisi nol bersih pada 2050. Penyusunan roadmap dekarbonisasi dilakukan bersama Institute for Essential Services Reform (IESR).

BACA JUGA:
Tantangan Industri Sawit RI, Harga CPO Anjlok hingga Kesejahteraan Petani


Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian Apit Pria Nugraha menjelaskan keberadaan peta jalan dekarbonisasi industri di Indonesia akan memberikan panduan arah dan kebijakan yang jelas untuk mendorong industri yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing tinggi. Kebijakan penurunan emisi di sektor industri perlu diimplementasikan dengan fokus pada peningkatan daya saing sosial yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan dari aspek sosial, ekonomi dan lingkungan.
&amp;ldquo;Kami tengah mempersiapkan peta jalan dan regulasi dekarbonisasi di sektor industri dan sub-sektor prioritas, peta jalan perdagangan karbon untuk sektor industri, tata laksana nilai ekonomi karbon untuk sektor industri, regulasi penggunaan CCS/CCUS dengan fokus penangkapan dan pemanfaatan karbon di sektor industri, dan sistem informasi perdagangan karbon sektor industri yang terintegrasi dengan sistem registri nasional (SRN),&amp;rdquo; ungkap Apit, Jumat (9/8/2024).

BACA JUGA:
Upaya Sri Mulyani Selamatkan Industri Tekstil


Selanjutnya, Apit mengajak kolaborasi antar Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengintegrasi instrumen pelaporan dan pengawasan (monitoring) dengan tetap mengakomodasi tujuan masing-masing kementerian  sehingga menyelaraskan data dan memudahkan pelaku industri membangun industri hijau.
Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa mengungkapkan kajian IESR telah  merumuskan lima pilar dekarbonisasi yang dapat menjadi dasar dalam  pembuatan peta jalan industri hijau. Antara lain efisiensi sumber  daya/material, efisiensi energi, pemanfaatan bahan bakar, bahan baku dan  sumber energi rendah karbon, elektrifikasi proses industri hingga  penggunaan CCS/CCUS (Penangkapan dan Penyimpanan Karbon) bagi proses  industri yang emisinya sulit dihilangkan (hard to abate sector).
&amp;ldquo;Penetapan dan perancangan strategi dekarbonisasi industri dapat  menjadi salah satu cara untuk meningkatkan daya saing dan daya tarik  investasi di sektor industri dan manufaktur Indonesia jangka panjang,&amp;rdquo;  kata dia.
Menurutnya, perencanaan, dukungan kebijakan, dan regulasi diperlukan  untuk melakukan dekarbonisasi industri. Selain itu, industri yang mau  dan siap untuk melakukan dekarbonisasi, perlu diberikan insentif.
Fabby menekankan penciptaan industri NZE 2050 akan memberikan manfaat  internal dan eksternal bagi sektor industri. Menurutnya, manfaat  internal adalah penghematan biaya produksi, potensi dari penghematan  biaya pajak karbon, penghematan biaya pengembalian dampak lingkungan  serta membuka peluang target pasar baru dan menaikkan daya saing produk,  terutama melihat masa depan pasar yang cenderung memilih produk yang  berkelanjutan dan rendah karbon.
Sementara secara eksternal,  industri hijau akan membuka peluang pekerjaan hijau, menaikkan kualitas  lingkungan dan keberagaman hayati, dan menurunkan kebutuhan subsidi  kesehatan.</content:encoded></item></channel></rss>
