<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Belum Terbuka Soal Isi 26.415 Kontainer yang Diloloskan dari Pelabuhan   </title><description>Sri Mulyani belum transparan terkait isi 26.415 kontainer yang tertahan dan kemudian diloloskan dari pelabuhan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/10/320/3046664/sri-mulyani-belum-terbuka-soal-isi-26-415-kontainer-yang-diloloskan-dari-pelabuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/10/320/3046664/sri-mulyani-belum-terbuka-soal-isi-26-415-kontainer-yang-diloloskan-dari-pelabuhan"/><item><title>Sri Mulyani Belum Terbuka Soal Isi 26.415 Kontainer yang Diloloskan dari Pelabuhan   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/10/320/3046664/sri-mulyani-belum-terbuka-soal-isi-26-415-kontainer-yang-diloloskan-dari-pelabuhan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/10/320/3046664/sri-mulyani-belum-terbuka-soal-isi-26-415-kontainer-yang-diloloskan-dari-pelabuhan</guid><pubDate>Sabtu 10 Agustus 2024 16:09 WIB</pubDate><dc:creator>Yaser Rafi Pramudya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/09/320/3046664/sri-mulyani-belum-terbuka-soal-isi-26-415-kontainer-yang-diloloskan-dari-pelabuhan-pZz19RdlN0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani Belum Transparan Soal Isi 26.415 Kontainer. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/09/320/3046664/sri-mulyani-belum-terbuka-soal-isi-26-415-kontainer-yang-diloloskan-dari-pelabuhan-pZz19RdlN0.jpg</image><title>Sri Mulyani Belum Transparan Soal Isi 26.415 Kontainer. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani belum transparan terkait isi 26.415 kontainer yang tertahan dan kemudian diloloskan dari pelabuhan pada Mei 2024. Padahal Kemenperin dengan tegas meminta informasi data tersebut secara detail untuk memitigasi dampak pelolosan 26 ribu kontainer tertahan tersebut pada industri.
Namun sampai saat ini, Kemenperin belum bisa menyusun kebijakan atau langkah-langkah antisipatif pelolosan isi kontainer tersebut dari pelabuhan meski kinerja industri manufaktur dalam negeri telah turun pada Juli 2024 berdasarkan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) dan kontraksi berdasarkan Purchasing Manager&amp;rsquo;s Index (PMI) manufaktur S&amp;amp;P Global.

BACA JUGA:
Disebut Tak Transparan soal Isi 26.415 Kontainer, Ini Penjelasan Bea Cukai

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, Menteri Perindustrian telah menerima surat balasan Menteri Keuangan yang disampaikan dan ditandatangani oleh Dirjen Bea dan Cukai. Surat dari Dirjen Bea dan Cukai tersebut diterima 2 Agustus 2024, dua pekan sejak surat tersebut ditandatangani, tanggal 17 Juli 2024.
&quot;Sayangnya, data yang disampaikan pada surat tersebut tidak bisa kami gunakan untuk memitigasi dampak pelolosan puluhan ribu kontainer tersebut pada industri karena terlalu makro, tidak detail dan hanya sebagian. Kesannya ada data isi dari puluhan ribu kontainer tersebut yang &amp;ldquo;disembunyikan&quot;,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Kemenperin Geram Sri Mulyani Tak Transparan soal Isi 26.415 Kontainer

Sebelumnya, Menteri Perindustrian telah mengirimkan surat pada Menteri Keuangan tanggal 27 Juni 2024 terkait permohonan data isi 26.415 kontainer yang tertahan di Pelabuhan.Dalam surat balasan tersebut, Dirjen Bea dan Cukai menyampaikan data isi dari 26.415 kontainer yang dikelompokkan berdasarkan Board Economic Category (BEC) yaitu sebanyak 21.166 kontainer berupa bahan baku dan penolong (80,13%), barang-barang konsumsi sebanyak 3.356 kontainer (12.7%), dan barang-barang modal sejumlah 1.893 kontainer (7,17%).
Lebih detail, juga disampaikan data 10 besar jenis barang/kontainer dari masing-masing kelompok tersebut dalam dokumen yang dilampirkan.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani belum transparan terkait isi 26.415 kontainer yang tertahan dan kemudian diloloskan dari pelabuhan pada Mei 2024. Padahal Kemenperin dengan tegas meminta informasi data tersebut secara detail untuk memitigasi dampak pelolosan 26 ribu kontainer tertahan tersebut pada industri.
Namun sampai saat ini, Kemenperin belum bisa menyusun kebijakan atau langkah-langkah antisipatif pelolosan isi kontainer tersebut dari pelabuhan meski kinerja industri manufaktur dalam negeri telah turun pada Juli 2024 berdasarkan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) dan kontraksi berdasarkan Purchasing Manager&amp;rsquo;s Index (PMI) manufaktur S&amp;amp;P Global.

BACA JUGA:
Disebut Tak Transparan soal Isi 26.415 Kontainer, Ini Penjelasan Bea Cukai

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, Menteri Perindustrian telah menerima surat balasan Menteri Keuangan yang disampaikan dan ditandatangani oleh Dirjen Bea dan Cukai. Surat dari Dirjen Bea dan Cukai tersebut diterima 2 Agustus 2024, dua pekan sejak surat tersebut ditandatangani, tanggal 17 Juli 2024.
&quot;Sayangnya, data yang disampaikan pada surat tersebut tidak bisa kami gunakan untuk memitigasi dampak pelolosan puluhan ribu kontainer tersebut pada industri karena terlalu makro, tidak detail dan hanya sebagian. Kesannya ada data isi dari puluhan ribu kontainer tersebut yang &amp;ldquo;disembunyikan&quot;,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Kemenperin Geram Sri Mulyani Tak Transparan soal Isi 26.415 Kontainer

Sebelumnya, Menteri Perindustrian telah mengirimkan surat pada Menteri Keuangan tanggal 27 Juni 2024 terkait permohonan data isi 26.415 kontainer yang tertahan di Pelabuhan.Dalam surat balasan tersebut, Dirjen Bea dan Cukai menyampaikan data isi dari 26.415 kontainer yang dikelompokkan berdasarkan Board Economic Category (BEC) yaitu sebanyak 21.166 kontainer berupa bahan baku dan penolong (80,13%), barang-barang konsumsi sebanyak 3.356 kontainer (12.7%), dan barang-barang modal sejumlah 1.893 kontainer (7,17%).
Lebih detail, juga disampaikan data 10 besar jenis barang/kontainer dari masing-masing kelompok tersebut dalam dokumen yang dilampirkan.</content:encoded></item></channel></rss>
