<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Ingatkan Petugas Pajak Pahami Instrumen APBN</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berpesan pada seluruh petugas pajak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/11/320/3047309/sri-mulyani-ingatkan-petugas-pajak-pahami-instrumen-apbn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/11/320/3047309/sri-mulyani-ingatkan-petugas-pajak-pahami-instrumen-apbn"/><item><title>Sri Mulyani Ingatkan Petugas Pajak Pahami Instrumen APBN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/11/320/3047309/sri-mulyani-ingatkan-petugas-pajak-pahami-instrumen-apbn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/11/320/3047309/sri-mulyani-ingatkan-petugas-pajak-pahami-instrumen-apbn</guid><pubDate>Minggu 11 Agustus 2024 08:37 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/11/320/3047309/sri-mulyani-ingatkan-petugas-pajak-pahami-instrumen-apbn-e07I8VIx9Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani minta petugas Pajak samakan persepsi soal APBN dan APBD (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/11/320/3047309/sri-mulyani-ingatkan-petugas-pajak-pahami-instrumen-apbn-e07I8VIx9Y.jpg</image><title>Sri Mulyani minta petugas Pajak samakan persepsi soal APBN dan APBD (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berpesan pada seluruh petugas pajak. Dia mengingatkan seluruh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) harus memahami APBN dan APBD sebagai amanah pengelolaan keuangan negara.
Hal tersebut disampaikan Menkeu saat Kementerian Keuangan mengadakan pertemuan Regional Chief Economist (RCE) Forum di Kota Serang, Banten pada 7-8 Agustus 2024.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Kantongi Rp26,75 Triliun dari Pajak Kripto hingga Pinjol


&amp;ldquo;Kita perlu memahami instrumen (APBN) yang sudah diamanahkan oleh negara untuk kita kelola. Dalam era digital dan information sharing yang sangat luas dan cepat saat ini, RCE Forum perlu modified dan accelerated untuk pemahamannya,&amp;rdquo; ungkap Sri Mulyani dalam keterangan resmi, Minggu (11/8/2024).
RCE bertujuan untuk menganalisis pengaruh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di daerah, bekerja sama dengan Regional Experts dan Local Experts Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan.

BACA JUGA:
Upaya Sri Mulyani Selamatkan Industri Tekstil


RCE Forum menjadi ajang bagi RCE dalam hal ini Kanwil DJPb, para Regional Experts dan Local Experts, serta para Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan di daerah untuk membangun sinergi dalam keselarasan komunikasi kebijakan fiskal pusat dan daerah.
Para Regional Experts dan Local Experts adalah akademisi dan praktisi dari perguruan tinggi dengan kompetensi, kepakaran, atau keahlian di bidang ekonomi dan fiskal yang telah dikukuhkan oleh Kementerian Keuangan sebagai mitra yang bertugas mengoordinasikan kegiatan perumusan analisis dan rekomendasi pada wilayah/regional untuk mendukung pelaksanaan RCE.
Direktur Jenderal (Dirjen) Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti  dalam laporannya menegaskan bahwa DJPb bersama-sama dengan instansi  vertikal Kemenkeu di daerah yang tergabung dalam Perwakilan Kementerian  Keuangan akan selalu meningkatkan sinergi dan memberikan dukungan data  yang dibutuhkan oleh Regional Experts dan Local Experts dalam melakukan  analisis.
&amp;ldquo;Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kebijakan  pemerintah di daerah dan memberikan nilai tambah terhadap kebijakan yang  diambil,&amp;rdquo; jelas Astera.
RCE Forum yang mengangkat tema &amp;ldquo;Optimalisasi Peran Regional Chief  Economist dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang Inklusif  dan Berkelanjutan&amp;rdquo; ini diikuti juga oleh Sekretaris Jenderal Kementerian  Keuangan Heru Pambudi, Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Awan  Nurmawan Nuh, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu,  Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto, Dirjen Anggaran Isa  Rachmatarwata, Dirjen Kekayaan Negara Rionald Silaban, Kepala Badan  Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Andin Hadiyanto, Kepala Lembaga  National Single Window (LNSW) Oza Olavia, serta jajaran pimpinan  Kementerian Keuangan lainnya.
Sebanyak 150 orang hadir dalam kegiatan ini, termasuk 37 orang Regional Experts dan Local Experts.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berpesan pada seluruh petugas pajak. Dia mengingatkan seluruh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) harus memahami APBN dan APBD sebagai amanah pengelolaan keuangan negara.
Hal tersebut disampaikan Menkeu saat Kementerian Keuangan mengadakan pertemuan Regional Chief Economist (RCE) Forum di Kota Serang, Banten pada 7-8 Agustus 2024.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Kantongi Rp26,75 Triliun dari Pajak Kripto hingga Pinjol


&amp;ldquo;Kita perlu memahami instrumen (APBN) yang sudah diamanahkan oleh negara untuk kita kelola. Dalam era digital dan information sharing yang sangat luas dan cepat saat ini, RCE Forum perlu modified dan accelerated untuk pemahamannya,&amp;rdquo; ungkap Sri Mulyani dalam keterangan resmi, Minggu (11/8/2024).
RCE bertujuan untuk menganalisis pengaruh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di daerah, bekerja sama dengan Regional Experts dan Local Experts Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan.

BACA JUGA:
Upaya Sri Mulyani Selamatkan Industri Tekstil


RCE Forum menjadi ajang bagi RCE dalam hal ini Kanwil DJPb, para Regional Experts dan Local Experts, serta para Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan di daerah untuk membangun sinergi dalam keselarasan komunikasi kebijakan fiskal pusat dan daerah.
Para Regional Experts dan Local Experts adalah akademisi dan praktisi dari perguruan tinggi dengan kompetensi, kepakaran, atau keahlian di bidang ekonomi dan fiskal yang telah dikukuhkan oleh Kementerian Keuangan sebagai mitra yang bertugas mengoordinasikan kegiatan perumusan analisis dan rekomendasi pada wilayah/regional untuk mendukung pelaksanaan RCE.
Direktur Jenderal (Dirjen) Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti  dalam laporannya menegaskan bahwa DJPb bersama-sama dengan instansi  vertikal Kemenkeu di daerah yang tergabung dalam Perwakilan Kementerian  Keuangan akan selalu meningkatkan sinergi dan memberikan dukungan data  yang dibutuhkan oleh Regional Experts dan Local Experts dalam melakukan  analisis.
&amp;ldquo;Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kebijakan  pemerintah di daerah dan memberikan nilai tambah terhadap kebijakan yang  diambil,&amp;rdquo; jelas Astera.
RCE Forum yang mengangkat tema &amp;ldquo;Optimalisasi Peran Regional Chief  Economist dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang Inklusif  dan Berkelanjutan&amp;rdquo; ini diikuti juga oleh Sekretaris Jenderal Kementerian  Keuangan Heru Pambudi, Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Awan  Nurmawan Nuh, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu,  Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto, Dirjen Anggaran Isa  Rachmatarwata, Dirjen Kekayaan Negara Rionald Silaban, Kepala Badan  Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Andin Hadiyanto, Kepala Lembaga  National Single Window (LNSW) Oza Olavia, serta jajaran pimpinan  Kementerian Keuangan lainnya.
Sebanyak 150 orang hadir dalam kegiatan ini, termasuk 37 orang Regional Experts dan Local Experts.</content:encoded></item></channel></rss>
