<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>LIKE 2024: PLN Bangun Ekonomi Kerakyatan Lewat Program Co-Firing Biomassa</title><description>PT PLN (Persero) berpartisipasi aktif dalam gelaran Festival LIKE 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta Convention Center, Jumat (09/08/2024)&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/12/11/3047711/like-2024-pln-bangun-ekonomi-kerakyatan-lewat-program-co-firing-biomassa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/12/11/3047711/like-2024-pln-bangun-ekonomi-kerakyatan-lewat-program-co-firing-biomassa"/><item><title>LIKE 2024: PLN Bangun Ekonomi Kerakyatan Lewat Program Co-Firing Biomassa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/12/11/3047711/like-2024-pln-bangun-ekonomi-kerakyatan-lewat-program-co-firing-biomassa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/12/11/3047711/like-2024-pln-bangun-ekonomi-kerakyatan-lewat-program-co-firing-biomassa</guid><pubDate>Senin 12 Agustus 2024 11:50 WIB</pubDate><dc:creator>Fitria Dwi Astuti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/12/11/3047711/pln-2f3F_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengunjung Festival LIKE mengunjungi booth PLN untuk mendengar penjelasan mengenai proses co-firing PLTU menggunakan biomassa (Foto: Dok PLN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/12/11/3047711/pln-2f3F_large.jpg</image><title>Pengunjung Festival LIKE mengunjungi booth PLN untuk mendengar penjelasan mengenai proses co-firing PLTU menggunakan biomassa (Foto: Dok PLN)</title></images><description>Jakarta-PT PLN (Persero) berpartisipasi aktif dalam gelaran Festival LIKE 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta Convention Center, Jumat (09/08/2024). Pada gelaran ini PLN menampilkan showcase&amp;nbsp;akselerasi ekonomi kerakyatan dalam transisi energi lewat pemanfaatan biomassa dalam program co-firing&amp;nbsp;di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa lewat program co-firing, PLN mendorong terciptanya ekosistem kerakyatan karena masyarakat juga diajak terlibat aktif dalam penyediaan bahan baku biomassa untuk co-firing.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Program co-firing&amp;nbsp;tidak hanya menjadi program transisi energi, namun juga akan menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,&amp;quot; ucap Darmawan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
PLN telah mengembangkan biomassa sebagai bahan baku substitusi pengganti batu bara untuk PLTU. Ekosistem penyediaan biomassa ini telah dibangun secara end to end&amp;nbsp;berbasis keterlibatan masyarakat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Direktur Transmisi dan Perencanaaan Sistem PLN Evy Haryadi menyampaikan hingga &amp;nbsp;2023,&amp;nbsp; terdapat 46 PLTU yang telah menjalankan program co-firing&amp;nbsp;dengan total penggunaan biomassa mencapai 1 juta ton dan mampu memproduksi listrik sebesar 1,04 terrawatt hour (TWh). Program ini pun dinilai mampu menurunkan emisi sebesar 1,05 juta ton CO2e sepanjang tahun 2023.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami akan terus kembangkan program co-firing&amp;nbsp;ini. Kami ingin membangun kolaborasi dan semakin banyak masyarakat yang terlibat,&amp;quot; ucap Evy.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hingga tahun 2025, PLN menargetkan program co-firing&amp;nbsp;bisa dilakukan pada 52 PLTU dengan kebutuhan biomassa mencapai 10 juta ton dan mampu menurunkan emisi sebesar 11 juta ton CO2e per tahun.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk itu, kami sangat terbuka dan siap berkolaborasi dengan masyarakat menyiapkan biomassa untuk kebutuhan program co-firing&amp;nbsp;ini,&amp;quot; tutur&amp;nbsp;Evy.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dengan kebutuhan yang ada, PLN menilai program ini akan melibatkan secara aktif 1,25 juta masyarakat dengan nilai ekonomi mencapai Rp9,43 triliun.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun jenis biomassa yang telah digunakan PLN di antaranya adalah limbah replanting,&amp;nbsp;tanaman kaliandra merah, gmelina, gamal, indigofera, sekam padi, tandan kosong, hingga limbah agroforestri.&#13;
</description><content:encoded>Jakarta-PT PLN (Persero) berpartisipasi aktif dalam gelaran Festival LIKE 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta Convention Center, Jumat (09/08/2024). Pada gelaran ini PLN menampilkan showcase&amp;nbsp;akselerasi ekonomi kerakyatan dalam transisi energi lewat pemanfaatan biomassa dalam program co-firing&amp;nbsp;di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa lewat program co-firing, PLN mendorong terciptanya ekosistem kerakyatan karena masyarakat juga diajak terlibat aktif dalam penyediaan bahan baku biomassa untuk co-firing.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Program co-firing&amp;nbsp;tidak hanya menjadi program transisi energi, namun juga akan menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,&amp;quot; ucap Darmawan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
PLN telah mengembangkan biomassa sebagai bahan baku substitusi pengganti batu bara untuk PLTU. Ekosistem penyediaan biomassa ini telah dibangun secara end to end&amp;nbsp;berbasis keterlibatan masyarakat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Direktur Transmisi dan Perencanaaan Sistem PLN Evy Haryadi menyampaikan hingga &amp;nbsp;2023,&amp;nbsp; terdapat 46 PLTU yang telah menjalankan program co-firing&amp;nbsp;dengan total penggunaan biomassa mencapai 1 juta ton dan mampu memproduksi listrik sebesar 1,04 terrawatt hour (TWh). Program ini pun dinilai mampu menurunkan emisi sebesar 1,05 juta ton CO2e sepanjang tahun 2023.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami akan terus kembangkan program co-firing&amp;nbsp;ini. Kami ingin membangun kolaborasi dan semakin banyak masyarakat yang terlibat,&amp;quot; ucap Evy.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hingga tahun 2025, PLN menargetkan program co-firing&amp;nbsp;bisa dilakukan pada 52 PLTU dengan kebutuhan biomassa mencapai 10 juta ton dan mampu menurunkan emisi sebesar 11 juta ton CO2e per tahun.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk itu, kami sangat terbuka dan siap berkolaborasi dengan masyarakat menyiapkan biomassa untuk kebutuhan program co-firing&amp;nbsp;ini,&amp;quot; tutur&amp;nbsp;Evy.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dengan kebutuhan yang ada, PLN menilai program ini akan melibatkan secara aktif 1,25 juta masyarakat dengan nilai ekonomi mencapai Rp9,43 triliun.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun jenis biomassa yang telah digunakan PLN di antaranya adalah limbah replanting,&amp;nbsp;tanaman kaliandra merah, gmelina, gamal, indigofera, sekam padi, tandan kosong, hingga limbah agroforestri.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
