<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tanya Menteri soal Permintaan Domestik Turun, Jokowi: Rupiah atau Serangan Impor?</title><description>Jokowi bertanya kepada para menteri soal data ekonomi Indonesia terkait Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/12/320/3047690/tanya-menteri-soal-permintaan-domestik-turun-jokowi-rupiah-atau-serangan-impor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/12/320/3047690/tanya-menteri-soal-permintaan-domestik-turun-jokowi-rupiah-atau-serangan-impor"/><item><title>Tanya Menteri soal Permintaan Domestik Turun, Jokowi: Rupiah atau Serangan Impor?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/12/320/3047690/tanya-menteri-soal-permintaan-domestik-turun-jokowi-rupiah-atau-serangan-impor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/12/320/3047690/tanya-menteri-soal-permintaan-domestik-turun-jokowi-rupiah-atau-serangan-impor</guid><pubDate>Senin 12 Agustus 2024 10:29 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/12/320/3047690/tanya-menteri-soal-permintaan-domestik-turun-jokowi-rupiah-atau-serangan-impor-NKC6rvNiFb.png" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Soroti Permintaan Domestik Turun (Foto: Tangkapan Layar Biro Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/12/320/3047690/tanya-menteri-soal-permintaan-domestik-turun-jokowi-rupiah-atau-serangan-impor-NKC6rvNiFb.png</image><title>Jokowi Soroti Permintaan Domestik Turun (Foto: Tangkapan Layar Biro Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertanya kepada para menteri soal data ekonomi Indonesia terkait Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia.

Jokowi menilai merosotnya PMI manufaktur Indonesia pada bulan Juli lalu ke angka 49,3 dikarenakan serangan barang impor yang masuk ke pasar dalam negeri.

BACA JUGA:Terima Laporan Buruk soal Ekonomi RI, Jokowi: Saya Ingin Dicari Betul Penyebab Utamanya!&amp;nbsp;


Jokowi menambahkan, serbuan barang impor yang masuk ke pasar dalam negeri praktis menurunkan permintaan untuk industri-industri lokal, berdampak pada penurunan produksi, hingga pengurangan tenaga kerja akibat permintaan yang melemah.

&quot;Komponen yang mengalami penurunan paling banyak itu di sektor produksi, -2,6, pesanan atau order baru -1,7 dan employment -1,4,&quot; kata Jokowi dalam Rapat Sidang Kabinet Perdana di IKN, Senin (12/8/2024).

BACA JUGA:Pesan Jokowi untuk Investor IKN: Ini Investasi Masa Depan&amp;nbsp;


Jika melihat kebelakang, PMI manufaktur pada Mei-Juli 2024 terus menurun bila dibandingkan dengan PMI manufaktur April 2024. Pada April 2024, PMI manufaktur mencapai 52,9, kemudian turun menjadi 52,1 pada Mei 2024, lalu menjadi 50,7 pada Juni 2024, dan 49,3 di Juli 2024.

&quot;Betul betul dilihat kenapa permintaan domestik melemah, bisa karena beban impor dan kargo yang tinggi karena fluktuasi Rupiah, atau adanya serangan produk impor yang masuk ke negara kita,&quot; tambah Jokowi.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8wNS80LzE4MzYwMC81L3g5M2p2YTA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hal lain yang menurutnya menjadi salah satu indikasi menurunya PMI Manufaktur Indonesia pada Juli lalu adalah permintaan ekspor yang juga melemah. Hal ini dimungkinkan karena daya beli masyarakat dunia juga sedang mengalami penurunan akibat perlambatan ekonomi, terutama di negara-negara mitra dagang Indonesia.



&quot;Mungkin juga karena permintaan dari ekspor melemah, karena terjadi gangguan rantai pasok atau perlambatan ekonomi terhadap mitra dagang utama kita, sehingga kita harus bisa mencari pasar non tradisional dan mencari potensi pasar baru ekspor kita,&quot; kata Jokowi.



Jokowi menekankan kepada jajarannya untuk memperkuat belanja produk lokal, penggunaan bahan baku lokal untuk melindungi order dan pesanan dari industri dalam negeri.



&quot;Sehingga penting belanja produk lokal. Saya tekankan, kemudian penggunaan bahan baku lokal juga perlindungan terhadap industri dalam negeri kita,&quot; ujar Jokowi.

</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertanya kepada para menteri soal data ekonomi Indonesia terkait Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia.

Jokowi menilai merosotnya PMI manufaktur Indonesia pada bulan Juli lalu ke angka 49,3 dikarenakan serangan barang impor yang masuk ke pasar dalam negeri.

BACA JUGA:Terima Laporan Buruk soal Ekonomi RI, Jokowi: Saya Ingin Dicari Betul Penyebab Utamanya!&amp;nbsp;


Jokowi menambahkan, serbuan barang impor yang masuk ke pasar dalam negeri praktis menurunkan permintaan untuk industri-industri lokal, berdampak pada penurunan produksi, hingga pengurangan tenaga kerja akibat permintaan yang melemah.

&quot;Komponen yang mengalami penurunan paling banyak itu di sektor produksi, -2,6, pesanan atau order baru -1,7 dan employment -1,4,&quot; kata Jokowi dalam Rapat Sidang Kabinet Perdana di IKN, Senin (12/8/2024).

BACA JUGA:Pesan Jokowi untuk Investor IKN: Ini Investasi Masa Depan&amp;nbsp;


Jika melihat kebelakang, PMI manufaktur pada Mei-Juli 2024 terus menurun bila dibandingkan dengan PMI manufaktur April 2024. Pada April 2024, PMI manufaktur mencapai 52,9, kemudian turun menjadi 52,1 pada Mei 2024, lalu menjadi 50,7 pada Juni 2024, dan 49,3 di Juli 2024.

&quot;Betul betul dilihat kenapa permintaan domestik melemah, bisa karena beban impor dan kargo yang tinggi karena fluktuasi Rupiah, atau adanya serangan produk impor yang masuk ke negara kita,&quot; tambah Jokowi.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8wNS80LzE4MzYwMC81L3g5M2p2YTA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hal lain yang menurutnya menjadi salah satu indikasi menurunya PMI Manufaktur Indonesia pada Juli lalu adalah permintaan ekspor yang juga melemah. Hal ini dimungkinkan karena daya beli masyarakat dunia juga sedang mengalami penurunan akibat perlambatan ekonomi, terutama di negara-negara mitra dagang Indonesia.



&quot;Mungkin juga karena permintaan dari ekspor melemah, karena terjadi gangguan rantai pasok atau perlambatan ekonomi terhadap mitra dagang utama kita, sehingga kita harus bisa mencari pasar non tradisional dan mencari potensi pasar baru ekspor kita,&quot; kata Jokowi.



Jokowi menekankan kepada jajarannya untuk memperkuat belanja produk lokal, penggunaan bahan baku lokal untuk melindungi order dan pesanan dari industri dalam negeri.



&quot;Sehingga penting belanja produk lokal. Saya tekankan, kemudian penggunaan bahan baku lokal juga perlindungan terhadap industri dalam negeri kita,&quot; ujar Jokowi.

</content:encoded></item></channel></rss>
