<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Pamer Investasi Masuk IKN Rp56,2 Triliun, Ini Daftar Proyeknya</title><description>Presiden Jokowi memamerkan investasi yang masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/12/470/3047688/jokowi-pamer-investasi-masuk-ikn-rp56-2-triliun-ini-daftar-proyeknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/12/470/3047688/jokowi-pamer-investasi-masuk-ikn-rp56-2-triliun-ini-daftar-proyeknya"/><item><title>Jokowi Pamer Investasi Masuk IKN Rp56,2 Triliun, Ini Daftar Proyeknya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/12/470/3047688/jokowi-pamer-investasi-masuk-ikn-rp56-2-triliun-ini-daftar-proyeknya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/12/470/3047688/jokowi-pamer-investasi-masuk-ikn-rp56-2-triliun-ini-daftar-proyeknya</guid><pubDate>Senin 12 Agustus 2024 10:23 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/12/470/3047688/jokowi-pamer-investasi-masuk-ikn-rp56-2-triliun-ini-daftar-proyeknya-tYJbDK8aVH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi pamer total investasi di IKN Nusantara (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/12/470/3047688/jokowi-pamer-investasi-masuk-ikn-rp56-2-triliun-ini-daftar-proyeknya-tYJbDK8aVH.jpg</image><title>Jokowi pamer total investasi di IKN Nusantara (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Jokowi memamerkan investasi yang masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam catatannya, secara total investasi di IKN sudah tembus Rp56,2 triliun.
Sebanyak Rp55 triliun sudah direalisasikannya dalam seremonial groundbreaking. Presiden Jokowi menyebutkan, investasi dari badan usaha ke IKN itu meliputi berbagai sektor, terdiri dari 6 proyek di bidang kesehatan, sektor kesehatan 3 proyek, ritel dan logistik 10 proyek, hotel 8 proyek.

BACA JUGA:
Janji ke Jokowi Lanjutkan Pembangunan IKN, Prabowo: Ya Pastilah 

Selain itu sektor energi dan transportasi ada 2 proyek, sektor perkantoran dan perbankan 14 proyek, hunian dan area hijau 9 proyek, serta media dan teknologi 3 proyek. Proyek-proyek tersebut merupakan pembiayaan dari luar APBN.

BACA JUGA:
Percepat Pembangunan IKN, Prabowo: Semua Pakar-Pakar Dikerahkan

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8xMS8xLzE4MzgxNi81L3g5M3U5NHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Perlu saya sampaikan, di luar anggaran dari APBN, investasi masuk sudah Rp56,2 triliun dari Rp55 yang sudah groundbreaking,&quot; kata Jokowi dalam pengantar Pada Rapat Sidang Kabinet Perdana di IKN, Senin (12/8/2024).
Pada kesempatan tersebut, Presiden juga kembali mengungkapkan alasan pemindahan Ibukota ke Kalimantan Timur ini bertujuan untuk menciptakan pemerataan pembangunan, baik di bidang sosial, budaya, hingga pemerataan ekonomi.
Di samping alasan tersebut, menurut Kepala Negara itu juga saat ini  beban pulau Jawa spesifik Ibu Kota Jakarta juga cukup berat. Sebab  populasi saat ini masih terkonsentrasi di pulau Jawa.
&quot;56% populasi ada di Jawa, ini yang juga menjadi sebuah pertimbangan  bagi kita untuk memindahkan Ibukota,dan utamanya memang beban di Jakarta  memang sudah sangat padat sekali, dan per hari ini,&quot; kata Presiden.
&quot;Kalau ditanyakan, keuntungannya apa yang didapatkan oleh masyarakat  di Kaltim, ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kaltim, khususnya  di Balikpapan dan PPU, dan kalau kita tahu salah satu alasan kenapa  Ibukota pindah karena kita ingin pemerataan, karena 58% GDP ekonomi ada  di Jawa, kita ingin di luar Jawa mendapatkan merasakan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Jokowi memamerkan investasi yang masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam catatannya, secara total investasi di IKN sudah tembus Rp56,2 triliun.
Sebanyak Rp55 triliun sudah direalisasikannya dalam seremonial groundbreaking. Presiden Jokowi menyebutkan, investasi dari badan usaha ke IKN itu meliputi berbagai sektor, terdiri dari 6 proyek di bidang kesehatan, sektor kesehatan 3 proyek, ritel dan logistik 10 proyek, hotel 8 proyek.

BACA JUGA:
Janji ke Jokowi Lanjutkan Pembangunan IKN, Prabowo: Ya Pastilah 

Selain itu sektor energi dan transportasi ada 2 proyek, sektor perkantoran dan perbankan 14 proyek, hunian dan area hijau 9 proyek, serta media dan teknologi 3 proyek. Proyek-proyek tersebut merupakan pembiayaan dari luar APBN.

BACA JUGA:
Percepat Pembangunan IKN, Prabowo: Semua Pakar-Pakar Dikerahkan

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8xMS8xLzE4MzgxNi81L3g5M3U5NHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Perlu saya sampaikan, di luar anggaran dari APBN, investasi masuk sudah Rp56,2 triliun dari Rp55 yang sudah groundbreaking,&quot; kata Jokowi dalam pengantar Pada Rapat Sidang Kabinet Perdana di IKN, Senin (12/8/2024).
Pada kesempatan tersebut, Presiden juga kembali mengungkapkan alasan pemindahan Ibukota ke Kalimantan Timur ini bertujuan untuk menciptakan pemerataan pembangunan, baik di bidang sosial, budaya, hingga pemerataan ekonomi.
Di samping alasan tersebut, menurut Kepala Negara itu juga saat ini  beban pulau Jawa spesifik Ibu Kota Jakarta juga cukup berat. Sebab  populasi saat ini masih terkonsentrasi di pulau Jawa.
&quot;56% populasi ada di Jawa, ini yang juga menjadi sebuah pertimbangan  bagi kita untuk memindahkan Ibukota,dan utamanya memang beban di Jakarta  memang sudah sangat padat sekali, dan per hari ini,&quot; kata Presiden.
&quot;Kalau ditanyakan, keuntungannya apa yang didapatkan oleh masyarakat  di Kaltim, ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kaltim, khususnya  di Balikpapan dan PPU, dan kalau kita tahu salah satu alasan kenapa  Ibukota pindah karena kita ingin pemerataan, karena 58% GDP ekonomi ada  di Jawa, kita ingin di luar Jawa mendapatkan merasakan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
