<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Garuda Indonesia (GIAA) Angkut 11,5 Juta Penumpang di Semester I-2024</title><description>GIAA mencatatkan jumlah penumpang sebanyak 6,11 juta di kuartal II tahun 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/320/3048248/garuda-indonesia-giaa-angkut-11-5-juta-penumpang-di-semester-i-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/320/3048248/garuda-indonesia-giaa-angkut-11-5-juta-penumpang-di-semester-i-2024"/><item><title>Garuda Indonesia (GIAA) Angkut 11,5 Juta Penumpang di Semester I-2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/320/3048248/garuda-indonesia-giaa-angkut-11-5-juta-penumpang-di-semester-i-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/320/3048248/garuda-indonesia-giaa-angkut-11-5-juta-penumpang-di-semester-i-2024</guid><pubDate>Selasa 13 Agustus 2024 11:03 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/13/320/3048248/garuda-indonesia-giaa-angkut-11-5-juta-penumpang-di-semester-i-2024-xlu802O36b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penumpang Garuda Indonesia alami Kenaikan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/13/320/3048248/garuda-indonesia-giaa-angkut-11-5-juta-penumpang-di-semester-i-2024-xlu802O36b.jpg</image><title>Penumpang Garuda Indonesia alami Kenaikan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatatkan jumlah penumpang sebanyak 6,11 juta di kuartal II tahun 2024. Angka ini naik sebesar 34,99% dibandingkan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni sebanyak 4,52 juta penumpang.
Dengan demikian, hingga akhir semester I 2024, perseroan mengangkut sebanyak 11,53 juta penumpang.

BACA JUGA:
Prabowo Bakal Berkantor di Istana Garuda IKN

Pertumbuhan jumlah penumpang tersebut turut terefleksikan pada pertumbuhan frekuensi penerbangan Garuda Indonesia Group sebesar 18,90 persen hingga akhir semester I 2024 lalu jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8xMy8xLzE4Mzg3Ni81L3g5M3h1djA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di sisi lain, perseroan secara konsolidasi pada periode kuartal II 2024 membukukan pertumbuhan jumlah angkutan kargo sebesar 37,80 persen atau menjadi 53.326 ton kargo secara tahunan. Peningkatan tersebut salah satunya ditunjang oleh pertumbuhan komoditas general cargo, utamanya trafik kargo internasional yang tumbuh hingga 54,01 persen.
Direktur Utama GIAA, Irfan Setiaputra mengatakan, pencapaian pada periode kuartal II 2024 ini merepresentasikan penguatan kinerja perseroan di tengah momentum akselerasi fase pemulihan kinerja GIAA.

BACA JUGA:
Desain Istana Garuda Dikritik Mirip Kelelawar hingga Mistis, Nyoman Nuarta Buka Suara

&amp;ldquo;Hal itu saat ini ditunjang berbagai inisiatif aksi korporasi baik dari layanan penerbangan penumpang maupun angkutan kargo di Garuda Indonesia dan Citilink,&amp;rdquo; kata Irfan dalam keterangan resminya pada Selasa (13/8/2024).Irfan menjelaskan, perolehan angka pada jumlah angkutan penumpang tersebut dikontribusikan oleh Garuda Indonesia (mainbrand) sebanyak 2,85 juta penumpang, yang mencerminkan peningkatan hingga 56,70 persen dari 1,82 juta penumpang pada kuartal II 2023. Sementara itu, jumlah angkutan Citilink juga tercatat tumbuh 20,44 persen menjadi 3,26 juta penumpang.
&amp;ldquo;Adapun perolehan angkutan kargo dikontribusikan oleh Garuda Indonesia sebanyak 32.536 ton dan Citilink sebanyak 20.790 ton,&amp;rdquo; imbuh Irfan.
Lebih lanjut, saat ini GIAA terus melakukan optimalisasi kapasitas alat produksi sejalan dengan tumbuhnya demand mobilisasi masyarakat menggunakan transportasi udara.
Upaya tersebut salah satunya diperkuat melalui tingkat utilisasi armada Garuda Indonesia secara grup, yang pada periode kuartal II 2024 tercatat menunjukkan konsistensi capaian efisiensi operasional yang lebih baik, yaitu meningkat sebesar 00:17 menit dibandingkan dengan catatan pada periode yang sama di tahun 2023, dari 8 jam 2 menit menjadi 8 jam 19 menit.
Sementara itu, dibandingkan dengan periode kuartal sebelumnya, tingkat utilisasi pesawat juga meningkat 5 persen atau 24 menit dari periode sebelumnya yang tercatat sebesar 7 jam 55 menit.
Lebih lanjut, dalam rangka menjaga konsistensi capaian kinerja operasional di semester II 2024, perseroan terus melaksanakan sejumlah inisiatif strategis, mulai dari peningkatan nilai tambah layanan penerbangan bagi para pengguna jasa, pengembangan layanan ground handling, hingga optimalisasi rute dan fleet maintenance.
Selain itu, upaya kolaborasi dan sinergi dalam lini bisnis ancillary revenue yang terus dioptimalkan juga menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya atau di era pasca pandemi.
&amp;ldquo;Melalui berbagai langkah perbaikan yang terus diselaraskan di seluruh lini layanan dan operasional, kami berharap upaya akselerasi kinerja Garuda Indonesia dapat terwujud sesuai dengan proyeksi di fase pasca-restrukturisasi,&amp;rdquo; ujar Irfan.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatatkan jumlah penumpang sebanyak 6,11 juta di kuartal II tahun 2024. Angka ini naik sebesar 34,99% dibandingkan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni sebanyak 4,52 juta penumpang.
Dengan demikian, hingga akhir semester I 2024, perseroan mengangkut sebanyak 11,53 juta penumpang.

BACA JUGA:
Prabowo Bakal Berkantor di Istana Garuda IKN

Pertumbuhan jumlah penumpang tersebut turut terefleksikan pada pertumbuhan frekuensi penerbangan Garuda Indonesia Group sebesar 18,90 persen hingga akhir semester I 2024 lalu jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8xMy8xLzE4Mzg3Ni81L3g5M3h1djA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di sisi lain, perseroan secara konsolidasi pada periode kuartal II 2024 membukukan pertumbuhan jumlah angkutan kargo sebesar 37,80 persen atau menjadi 53.326 ton kargo secara tahunan. Peningkatan tersebut salah satunya ditunjang oleh pertumbuhan komoditas general cargo, utamanya trafik kargo internasional yang tumbuh hingga 54,01 persen.
Direktur Utama GIAA, Irfan Setiaputra mengatakan, pencapaian pada periode kuartal II 2024 ini merepresentasikan penguatan kinerja perseroan di tengah momentum akselerasi fase pemulihan kinerja GIAA.

BACA JUGA:
Desain Istana Garuda Dikritik Mirip Kelelawar hingga Mistis, Nyoman Nuarta Buka Suara

&amp;ldquo;Hal itu saat ini ditunjang berbagai inisiatif aksi korporasi baik dari layanan penerbangan penumpang maupun angkutan kargo di Garuda Indonesia dan Citilink,&amp;rdquo; kata Irfan dalam keterangan resminya pada Selasa (13/8/2024).Irfan menjelaskan, perolehan angka pada jumlah angkutan penumpang tersebut dikontribusikan oleh Garuda Indonesia (mainbrand) sebanyak 2,85 juta penumpang, yang mencerminkan peningkatan hingga 56,70 persen dari 1,82 juta penumpang pada kuartal II 2023. Sementara itu, jumlah angkutan Citilink juga tercatat tumbuh 20,44 persen menjadi 3,26 juta penumpang.
&amp;ldquo;Adapun perolehan angkutan kargo dikontribusikan oleh Garuda Indonesia sebanyak 32.536 ton dan Citilink sebanyak 20.790 ton,&amp;rdquo; imbuh Irfan.
Lebih lanjut, saat ini GIAA terus melakukan optimalisasi kapasitas alat produksi sejalan dengan tumbuhnya demand mobilisasi masyarakat menggunakan transportasi udara.
Upaya tersebut salah satunya diperkuat melalui tingkat utilisasi armada Garuda Indonesia secara grup, yang pada periode kuartal II 2024 tercatat menunjukkan konsistensi capaian efisiensi operasional yang lebih baik, yaitu meningkat sebesar 00:17 menit dibandingkan dengan catatan pada periode yang sama di tahun 2023, dari 8 jam 2 menit menjadi 8 jam 19 menit.
Sementara itu, dibandingkan dengan periode kuartal sebelumnya, tingkat utilisasi pesawat juga meningkat 5 persen atau 24 menit dari periode sebelumnya yang tercatat sebesar 7 jam 55 menit.
Lebih lanjut, dalam rangka menjaga konsistensi capaian kinerja operasional di semester II 2024, perseroan terus melaksanakan sejumlah inisiatif strategis, mulai dari peningkatan nilai tambah layanan penerbangan bagi para pengguna jasa, pengembangan layanan ground handling, hingga optimalisasi rute dan fleet maintenance.
Selain itu, upaya kolaborasi dan sinergi dalam lini bisnis ancillary revenue yang terus dioptimalkan juga menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya atau di era pasca pandemi.
&amp;ldquo;Melalui berbagai langkah perbaikan yang terus diselaraskan di seluruh lini layanan dan operasional, kami berharap upaya akselerasi kinerja Garuda Indonesia dapat terwujud sesuai dengan proyeksi di fase pasca-restrukturisasi,&amp;rdquo; ujar Irfan.</content:encoded></item></channel></rss>
