<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kantongi Pajak Rp1.045 Triliun hingga Juli 2024, Sri Mulyani: Penerimaan Melambat</title><description>Kemenkeu melaporkan realisasi penerimaan pajak mencapai Rp1.045,32 triliun sampai dengan Juli 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/320/3048340/kantongi-pajak-rp1-045-triliun-hingga-juli-2024-sri-mulyani-penerimaan-melambat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/320/3048340/kantongi-pajak-rp1-045-triliun-hingga-juli-2024-sri-mulyani-penerimaan-melambat"/><item><title>Kantongi Pajak Rp1.045 Triliun hingga Juli 2024, Sri Mulyani: Penerimaan Melambat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/320/3048340/kantongi-pajak-rp1-045-triliun-hingga-juli-2024-sri-mulyani-penerimaan-melambat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/320/3048340/kantongi-pajak-rp1-045-triliun-hingga-juli-2024-sri-mulyani-penerimaan-melambat</guid><pubDate>Selasa 13 Agustus 2024 13:03 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/13/320/3048340/kantongi-pajak-rp1-045-triliun-hingga-juli-2024-sri-mulyani-penerimaan-melambat-AaSmPUtr6b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani soal Penerimaan Pajak (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/13/320/3048340/kantongi-pajak-rp1-045-triliun-hingga-juli-2024-sri-mulyani-penerimaan-melambat-AaSmPUtr6b.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani soal Penerimaan Pajak (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi penerimaan pajak mencapai Rp1.045,32 triliun sampai dengan Juli 2024.
&quot;Penerimaan pajak mengalami perlambatan dengan capaian Rp52,56 persen dari target APBN 2024,&quot; kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Agustus 2024 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (13/8/2024).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Tetap Waspada meski Rupiah Menguat di Bawah Rp16.000 per USD

Menkeu menuturkan pada Juli 2024, 4 komponen penerimaan PPh non migas mencaai Rp593,76 triliun atau sekitar 55,84%.
&quot;Untuk goodnews PPN dan PPnBM mencapai Rp402,16 triliun, artinya 49,57 persen dari target secara bruto PPN dan PPnBM tumbuh 7,34 persen. Artinya sebetulnya ekonomi tumbuh walau nanti ada beberapa restitusi yang menyebabkan penerimaan netonya mungkin mengalami negatif tapi dari sisi bruto tumbuh sudah cukup baik,&quot; tutur Sri Mulyani.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8xMy8xLzE4Mzg3Ny81L3g5M3h2OWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selanjutnya untuk PPh migas sebesar Rp39,32 triliun atau 51,49% dari target dengan brutonya negatif nya 13,2%.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Singgung Anggaran Pemilu Sudah Dipakai Rp29,8 Triliun, Ini Rinciannya

&quot;Kalau kita lihat yang migas karena lifting minyak, jadi kalau produksi minyak kita walau harga minyak naik tapi kita lihat lifting minyak kita mengalami kontraksi atau terus alami penurunan tidak pernah capai target APBN,&quot; jelasnya.Kemudian pajak lainnya sebesar Rp10,07 triliun atau 26,7% dengan pertumbuhan bruto 4,14%.
&quot;Jadi kalau kita liat akumulasi perkembangan penerimaan pajak kita sekarang sudah di 52,56 persen atau di Rp1.045,32 triliun. Kita liat terjadi kenaikan yang kita harapkan momentumnya akan terjaga di 6 bulan terakhir ini,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi penerimaan pajak mencapai Rp1.045,32 triliun sampai dengan Juli 2024.
&quot;Penerimaan pajak mengalami perlambatan dengan capaian Rp52,56 persen dari target APBN 2024,&quot; kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Agustus 2024 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (13/8/2024).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Tetap Waspada meski Rupiah Menguat di Bawah Rp16.000 per USD

Menkeu menuturkan pada Juli 2024, 4 komponen penerimaan PPh non migas mencaai Rp593,76 triliun atau sekitar 55,84%.
&quot;Untuk goodnews PPN dan PPnBM mencapai Rp402,16 triliun, artinya 49,57 persen dari target secara bruto PPN dan PPnBM tumbuh 7,34 persen. Artinya sebetulnya ekonomi tumbuh walau nanti ada beberapa restitusi yang menyebabkan penerimaan netonya mungkin mengalami negatif tapi dari sisi bruto tumbuh sudah cukup baik,&quot; tutur Sri Mulyani.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8xMy8xLzE4Mzg3Ny81L3g5M3h2OWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selanjutnya untuk PPh migas sebesar Rp39,32 triliun atau 51,49% dari target dengan brutonya negatif nya 13,2%.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Singgung Anggaran Pemilu Sudah Dipakai Rp29,8 Triliun, Ini Rinciannya

&quot;Kalau kita lihat yang migas karena lifting minyak, jadi kalau produksi minyak kita walau harga minyak naik tapi kita lihat lifting minyak kita mengalami kontraksi atau terus alami penurunan tidak pernah capai target APBN,&quot; jelasnya.Kemudian pajak lainnya sebesar Rp10,07 triliun atau 26,7% dengan pertumbuhan bruto 4,14%.
&quot;Jadi kalau kita liat akumulasi perkembangan penerimaan pajak kita sekarang sudah di 52,56 persen atau di Rp1.045,32 triliun. Kita liat terjadi kenaikan yang kita harapkan momentumnya akan terjaga di 6 bulan terakhir ini,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
