<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Terkendali, Jokowi: Bagus Sekali, Tolong Dijaga Daya Beli</title><description>Presiden Jokowi menyampaikan bahwa tingkat inflasi di Indonesia saat ini pada posisi yang sangat baik yakni 2,13%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/320/3048455/inflasi-terkendali-jokowi-bagus-sekali-tolong-dijaga-daya-beli</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/320/3048455/inflasi-terkendali-jokowi-bagus-sekali-tolong-dijaga-daya-beli"/><item><title>Inflasi Terkendali, Jokowi: Bagus Sekali, Tolong Dijaga Daya Beli</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/320/3048455/inflasi-terkendali-jokowi-bagus-sekali-tolong-dijaga-daya-beli</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/320/3048455/inflasi-terkendali-jokowi-bagus-sekali-tolong-dijaga-daya-beli</guid><pubDate>Selasa 13 Agustus 2024 15:46 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/13/320/3048455/inflasi-terkendali-jokowi-bagus-sekali-tolong-dijaga-daya-beli-DcBFM1qLM1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi nilai inflasi RI sudah baik (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/13/320/3048455/inflasi-terkendali-jokowi-bagus-sekali-tolong-dijaga-daya-beli-DcBFM1qLM1.jpg</image><title>Jokowi nilai inflasi RI sudah baik (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Jokowi menyampaikan bahwa tingkat inflasi di Indonesia saat ini pada posisi yang sangat baik yakni 2,13%. Dia menilai angka inflasi di RI sudah baik dan mengingatkan agar para kepala daerah tetap terus menjaga daya beli masyarakat.
Jokowi Namun demikian, dia &amp;ldquo;Saya terima kasih kepada gubernur, wali kota, dan lain-lain, inflasi kita sangat baik kalau dibandingkan negara lain. Terakhir di angka 2,13%, sebelumnya 2,51%. Sangat bagus sekali. Tapi juga tolong dijaga daya beli rakyat. Dengan apa? Segera merealisasikan APBD-nya, segera merealisasikan APBD, secepat-cepatnya,&amp;rdquo; instruksinya, Selasa (13/8/2024).

BACA JUGA:
Biaya Sekolah Biang Kerok Inflasi di Juli 2024


Sebab, sambung Presiden, sampai saat ini realisasi belanja di kabupaten, kota masih cukup kecil yaitu di angka 31%.
&amp;ldquo;Uang beredar di kabupaten, kota Bapak, Ibu semuanya sangat rendah. Kalau peredaran uang rendah, artinya daya beli juga enggak kuat, segera keluarkan,&amp;rdquo; tegasnya.

BACA JUGA:
Alasan BI Tahan Suku Bunga demi Kendalikan Inflasi dan Rupiah


Tidak hanya di tingkat kabupaten, kota, Presiden juga menyoroti realisasi belanja Provinsi yang juga masih kecil, yakni di angka 41%. Sehingga, ia juga meminta para gubernur agar segera merealisasikan belanja APBD-nya.
&amp;ldquo;Provinsi lebih baik 41%, tapi juga masih kecil, 41%. Tolong dicek lagi, dilihat lagi, dan dorong agar uang yang ada di APBD ini segera beredar di masyarakat,&amp;rdquo; perintahnya.
Terakhir, terkait Pilkada, Presiden menginstruksikan para kepala  daerah agar segera menyelesaikan masalah anggaran pelaksanaan Pilkada di  wilayahnya masing-masing.
&amp;ldquo;Kita minta urusan anggaran harus segera selesai, anggaran untuk Pilkada,&amp;rdquo; tegasnya.
Selanjutnya, berkaitan dengan pengamanan pelaksanaan Pilkada, Kepala  Negara meminta agar kepala daerah mempersiapkan dengan baik dan selalu  berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
&amp;ldquo;Karena ini belum pernah kita memiliki pengalaman untuk melaksanakan  Pilkada serentak. Kalau dulu enggak serentak, bisa keamanan dibantu dari  kabupaten lain, dari provinsi lain, dari daerah lain. Sekarang semua  serentak, serentak semuanya, sehingga betul-betul ini [harus]  dibicarakan,&amp;rdquo; pintanya.
Apabila memerlukan tambahan kekuatan pengamanan, Presiden meminta  agar para kepala daerah berkoordinasi dengan pihak keamanan pada jenjang  yang lebih tinggi.
&amp;ldquo;Kalau ragu-ragu dan memerlukan tambahan kekuatan, agar disampaikan  ke Kapolda, atau kalau provinsi disampaikan ke Kapolri langsung,&amp;rdquo;  pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Jokowi menyampaikan bahwa tingkat inflasi di Indonesia saat ini pada posisi yang sangat baik yakni 2,13%. Dia menilai angka inflasi di RI sudah baik dan mengingatkan agar para kepala daerah tetap terus menjaga daya beli masyarakat.
Jokowi Namun demikian, dia &amp;ldquo;Saya terima kasih kepada gubernur, wali kota, dan lain-lain, inflasi kita sangat baik kalau dibandingkan negara lain. Terakhir di angka 2,13%, sebelumnya 2,51%. Sangat bagus sekali. Tapi juga tolong dijaga daya beli rakyat. Dengan apa? Segera merealisasikan APBD-nya, segera merealisasikan APBD, secepat-cepatnya,&amp;rdquo; instruksinya, Selasa (13/8/2024).

BACA JUGA:
Biaya Sekolah Biang Kerok Inflasi di Juli 2024


Sebab, sambung Presiden, sampai saat ini realisasi belanja di kabupaten, kota masih cukup kecil yaitu di angka 31%.
&amp;ldquo;Uang beredar di kabupaten, kota Bapak, Ibu semuanya sangat rendah. Kalau peredaran uang rendah, artinya daya beli juga enggak kuat, segera keluarkan,&amp;rdquo; tegasnya.

BACA JUGA:
Alasan BI Tahan Suku Bunga demi Kendalikan Inflasi dan Rupiah


Tidak hanya di tingkat kabupaten, kota, Presiden juga menyoroti realisasi belanja Provinsi yang juga masih kecil, yakni di angka 41%. Sehingga, ia juga meminta para gubernur agar segera merealisasikan belanja APBD-nya.
&amp;ldquo;Provinsi lebih baik 41%, tapi juga masih kecil, 41%. Tolong dicek lagi, dilihat lagi, dan dorong agar uang yang ada di APBD ini segera beredar di masyarakat,&amp;rdquo; perintahnya.
Terakhir, terkait Pilkada, Presiden menginstruksikan para kepala  daerah agar segera menyelesaikan masalah anggaran pelaksanaan Pilkada di  wilayahnya masing-masing.
&amp;ldquo;Kita minta urusan anggaran harus segera selesai, anggaran untuk Pilkada,&amp;rdquo; tegasnya.
Selanjutnya, berkaitan dengan pengamanan pelaksanaan Pilkada, Kepala  Negara meminta agar kepala daerah mempersiapkan dengan baik dan selalu  berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
&amp;ldquo;Karena ini belum pernah kita memiliki pengalaman untuk melaksanakan  Pilkada serentak. Kalau dulu enggak serentak, bisa keamanan dibantu dari  kabupaten lain, dari provinsi lain, dari daerah lain. Sekarang semua  serentak, serentak semuanya, sehingga betul-betul ini [harus]  dibicarakan,&amp;rdquo; pintanya.
Apabila memerlukan tambahan kekuatan pengamanan, Presiden meminta  agar para kepala daerah berkoordinasi dengan pihak keamanan pada jenjang  yang lebih tinggi.
&amp;ldquo;Kalau ragu-ragu dan memerlukan tambahan kekuatan, agar disampaikan  ke Kapolda, atau kalau provinsi disampaikan ke Kapolri langsung,&amp;rdquo;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
