<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jajal Kereta Tanpa Rel di IKN, Jokowi: Murah dan Energinya Bersih</title><description>Presiden Jokowi menjajal kereta tanpa rel di IKN Nusantara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/320/3048619/jajal-kereta-tanpa-rel-di-ikn-jokowi-murah-dan-energinya-bersih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/320/3048619/jajal-kereta-tanpa-rel-di-ikn-jokowi-murah-dan-energinya-bersih"/><item><title>Jajal Kereta Tanpa Rel di IKN, Jokowi: Murah dan Energinya Bersih</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/320/3048619/jajal-kereta-tanpa-rel-di-ikn-jokowi-murah-dan-energinya-bersih</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/320/3048619/jajal-kereta-tanpa-rel-di-ikn-jokowi-murah-dan-energinya-bersih</guid><pubDate>Selasa 13 Agustus 2024 20:30 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/13/320/3048619/jajal-kereta-tanpa-rel-di-ikn-jokowi-murah-dan-energinya-bersih-IGDMImLAEr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi jajal kereta tanpa rel di IKN (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/13/320/3048619/jajal-kereta-tanpa-rel-di-ikn-jokowi-murah-dan-energinya-bersih-IGDMImLAEr.jpg</image><title>Presiden Jokowi jajal kereta tanpa rel di IKN (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Jokowi menjajal kereta tanpa rel di IKN Nusantara. Kereta tanpa rel adalah moda transportasi baru yang ramah lingkungan, autonomous rail transit (ART), atau Trem Otonom Nusantara, di Ibu Kota Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur.
Presiden Jokowi menaiki trem tersebut dari depan Istana Negara IKN, menempuh rute yang meliputi beberapa titik penting di kawasan inti pemerintahan. Trem otonom ini membawa Presiden dari Grande di depan Istana Negara, melewati Gedung Kemenko 1, lanjut ke Gedung Kemenko 2, melewati Gedung Kemenko 4, melintasi Gedung Kemenko 3 dan kembali ke Grande, dengan waktu tempuh sekitar 7 menit. Moda transportasi ART ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menerapkan transportasi berbasis energi hijau di IKN.

BACA JUGA:
 Bandingkan Biaya Operasional MRT hingga LRT, Jokowi Ungkap Kereta Tanpa Rel di IKN Jauh Lebih Murah


&quot;Kita ingin transportasi massal di IKN itu berbasis energi hijau, dan tadi ART (autonomous rail transit)-nya itu listrik. Itu yang saya harapkan nanti bisa digunakan di IKN. Selain murah, itu energinya hijau,&quot; kata Jokowi dalam keterangannya kepada awak media di Pusat Pelatihan PSSI IKN, Selasa (13/8/2024).
Ketika ditanya tentang kesiapan ART untuk digunakan pada peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, Presiden menjelaskan bahwa moda transportasi tersebut sudah siap beroperasi.

BACA JUGA:
Jokowi Bandingkan Biaya Bangun Kereta Tanpa Rel IKN dengan MRT dan LRT


&quot;Tadi sudah digunakan. Jadi kalau kita pakai ART ini memang jalan itu harus lebar dan jalan di IKN memang sudah didesain lebar, jadi memang cukup untuk (ART),&quot; jelasnya.
Presiden juga menyoroti perlunya kota-kota lain di Indonesia untuk mempertimbangkan transportasi massal berbasis energi hijau, terutama kota-kota besar seperti Surabaya, Makassar, Medan, dan Bandung. Namun, ia juga mencatat tantangan yang ada, terutama terkait infrastruktur jalan yang mungkin belum memadai.
&quot;Kalau kita pengin kan harganya kira-kira Rp74 miliar per unit. Kalau  kita mau membangun MRT itu per kilonya Rp2,3 triliun. Kalau kita mau  membangun LRT itu kurang lebih Rp700 miliar per km. Bedanya di situ, ini  tidak berbasis rel jadi lebih murah, enggak bangun infrastruktur  dasarnya, memakai jalan yang sudah ada,&quot; ungkapnya.
Namun, Presiden juga mengakui bahwa tantangan terbesar dalam  penerapan ART di kota-kota lain adalah ketersediaan jalan yang cukup  lebar. &quot;Problemnya sekarang ini hampir di semua kota jalannya kurang  lebar, itu masalahnya, jadi tidak semua kota bisa memakai ART,&quot;  pungkasnya.
Mengutip siaran pers Otorita Ibu Kota Nusantara, trem otonom tersebut  merupakan teknologi baru di moda transportasi darat. Trem otonom ini  merupakan gabungan sistem dari sistem transportasi light rapid transit  (LRT) atau kereta ringan dan autonomous bus.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Jokowi menjajal kereta tanpa rel di IKN Nusantara. Kereta tanpa rel adalah moda transportasi baru yang ramah lingkungan, autonomous rail transit (ART), atau Trem Otonom Nusantara, di Ibu Kota Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur.
Presiden Jokowi menaiki trem tersebut dari depan Istana Negara IKN, menempuh rute yang meliputi beberapa titik penting di kawasan inti pemerintahan. Trem otonom ini membawa Presiden dari Grande di depan Istana Negara, melewati Gedung Kemenko 1, lanjut ke Gedung Kemenko 2, melewati Gedung Kemenko 4, melintasi Gedung Kemenko 3 dan kembali ke Grande, dengan waktu tempuh sekitar 7 menit. Moda transportasi ART ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menerapkan transportasi berbasis energi hijau di IKN.

BACA JUGA:
 Bandingkan Biaya Operasional MRT hingga LRT, Jokowi Ungkap Kereta Tanpa Rel di IKN Jauh Lebih Murah


&quot;Kita ingin transportasi massal di IKN itu berbasis energi hijau, dan tadi ART (autonomous rail transit)-nya itu listrik. Itu yang saya harapkan nanti bisa digunakan di IKN. Selain murah, itu energinya hijau,&quot; kata Jokowi dalam keterangannya kepada awak media di Pusat Pelatihan PSSI IKN, Selasa (13/8/2024).
Ketika ditanya tentang kesiapan ART untuk digunakan pada peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, Presiden menjelaskan bahwa moda transportasi tersebut sudah siap beroperasi.

BACA JUGA:
Jokowi Bandingkan Biaya Bangun Kereta Tanpa Rel IKN dengan MRT dan LRT


&quot;Tadi sudah digunakan. Jadi kalau kita pakai ART ini memang jalan itu harus lebar dan jalan di IKN memang sudah didesain lebar, jadi memang cukup untuk (ART),&quot; jelasnya.
Presiden juga menyoroti perlunya kota-kota lain di Indonesia untuk mempertimbangkan transportasi massal berbasis energi hijau, terutama kota-kota besar seperti Surabaya, Makassar, Medan, dan Bandung. Namun, ia juga mencatat tantangan yang ada, terutama terkait infrastruktur jalan yang mungkin belum memadai.
&quot;Kalau kita pengin kan harganya kira-kira Rp74 miliar per unit. Kalau  kita mau membangun MRT itu per kilonya Rp2,3 triliun. Kalau kita mau  membangun LRT itu kurang lebih Rp700 miliar per km. Bedanya di situ, ini  tidak berbasis rel jadi lebih murah, enggak bangun infrastruktur  dasarnya, memakai jalan yang sudah ada,&quot; ungkapnya.
Namun, Presiden juga mengakui bahwa tantangan terbesar dalam  penerapan ART di kota-kota lain adalah ketersediaan jalan yang cukup  lebar. &quot;Problemnya sekarang ini hampir di semua kota jalannya kurang  lebar, itu masalahnya, jadi tidak semua kota bisa memakai ART,&quot;  pungkasnya.
Mengutip siaran pers Otorita Ibu Kota Nusantara, trem otonom tersebut  merupakan teknologi baru di moda transportasi darat. Trem otonom ini  merupakan gabungan sistem dari sistem transportasi light rapid transit  (LRT) atau kereta ringan dan autonomous bus.</content:encoded></item></channel></rss>
