<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ExxonMobil Indonesia Catat Produksi Kumulatif 660 Juta Barel Minyak dari Blok Cepu</title><description>ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan SKK Migas mengumumkan pengapalan (lifting) ke-1.000 minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip dan Blok Cepu</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/320/3048636/exxonmobil-indonesia-catat-produksi-kumulatif-660-juta-barel-minyak-dari-blok-cepu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/320/3048636/exxonmobil-indonesia-catat-produksi-kumulatif-660-juta-barel-minyak-dari-blok-cepu"/><item><title>ExxonMobil Indonesia Catat Produksi Kumulatif 660 Juta Barel Minyak dari Blok Cepu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/320/3048636/exxonmobil-indonesia-catat-produksi-kumulatif-660-juta-barel-minyak-dari-blok-cepu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/320/3048636/exxonmobil-indonesia-catat-produksi-kumulatif-660-juta-barel-minyak-dari-blok-cepu</guid><pubDate>Selasa 13 Agustus 2024 21:04 WIB</pubDate><dc:creator>Gibran Khayirah Tavip</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/13/320/3048636/exxonmobil-indonesia-catat-produksi-kumulatif-660-juta-barel-minyak-dari-blok-cepu-l5zjkl0ONd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ExxonMobil dan SKK Migas mengumumkan lifting migas ke seribu (Foto: SKK Migas)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/13/320/3048636/exxonmobil-indonesia-catat-produksi-kumulatif-660-juta-barel-minyak-dari-blok-cepu-l5zjkl0ONd.jpg</image><title>ExxonMobil dan SKK Migas mengumumkan lifting migas ke seribu (Foto: SKK Migas)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan SKK Migas mengumumkan pengapalan (lifting) ke-1.000 minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris, Blok Cepu, pada Selasa (13/8/2024). Pengapalan ini sekaligus menandai total produksi kumulatif lebih dari 660 juta barel minyak melalui operasi produksi yang aman, andal, dan efisien. Jumlah produksi kumulatif telah melampaui target komitmen rencana pengembangan (POD) awal, dengan perkiraan volume cadangan minyak sebesar 450 juta barel.
EMCL mengapalkan 600 ribu barel minyak mentah dari kapal Alir Muat Terapung (FSO) Gagak Rimang ke kapal tanker MT Nectar milik Pertamina, lalu dikirim ke kilang-kilang Pemerintah yang ada di Indonesia. Minyak mentah milih Pemerintah ini berperan penting dalam mendukung kebutuhan energi Indonesia dan meningkatkan keamanan energi nasional.

BACA JUGA:
SKK Migas Dukung Kolaborasi Industri Hulu Migas Melalui SCM Summit 2024


Lapangan Banyu Urip memulai produksi minyak pada 15 tahun yang lalu, dan tahun 2015 tercatat sebagai pengapalan pertama. Hingga pengapalan keseribu kalinya, operasi Blok Cepu mencatatkan rekor keselamatan yang luar biasa, dengan nol insiden. Menghargai dedikasi tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan penghargaan Patra Nirbhaya Adhinugraha dan Patra Karya Tama kepada EMCL. Sebuah penghargaan tertinggi dari kementerian kepada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).
Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Kurnia Chairi menyampaikan pesan bahwa minggu lalu kita baru saja mengikuti peresmian minyak pertama dari Proyek Banyu Urip Infill Clastic atau BUIC, yang merupakan pengembangan lanjutan dari Lapangan Banyi Urip, Blok Cepu.

BACA JUGA:
SKK Migas Ajukan Blok South Andaman Jadi PSN, Ini Alasannya


&amp;ldquo;Hari ini kita kembali mengikuti peringatan Pengapalan FSO ke-1000 dari Blok Cepu. Dua peristiwa ini merupakan milestone penting dari perjalanan panjang Blok Cepu sebagai salah satu aset hulu migas yang sangat strategis dalam upaya mencapai ketahanan energi negara kita&amp;rdquo;, kata Kurnia, Selasa (13/8/2024).
Kurnia menambahkan, produksi dari Blok Cepu merupakan penyumbang produksi migas nasional terbesar kedua untuk saat ini. Sedikit saja gangguan di blok ini akan sangat mempengaruhi profil produksi nasional. Kami menyampaikan apresiasi karena saat ini kinerja produksi minyak dari Blok Cepu berada di atas target, baik target WP&amp;amp;B maupun APBN. Kami berharap kinerja baik ini dapat diteruskan. Dia meminta agar EMCL dapat terus menjaga safety dengan baik agar tidak ada kejadian yang dapat mengganggu operasional lapangan Banyu Urip.
Lebih lanjut Kurnia mengingatkan bahwa ke depan masih banyak  pekerjaan yang harus dituntaskan, termasuk menyelesaikan pengeboran 6  sumur lanjutan dari Proyek BUIC agar kontribusi lapangan Banyu Urip  dapat terus dijaga dengan optimal agar dapat terus berkontribusi dalam  memberikan penerimaan negara maupun pencapaian target peningkatan  produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik  gas per hari (BSCFD).
&amp;ldquo;Kami juga memberikan apresiasi kepada EMCL yang telah memberikan  kesempatan dan prioritas pada sumber daya Indonesia untuk menjadi tenaga  kerja di ExxonMobil untuk mendukung operasinya sejak pengembangan Blok  Cepu dimulai. Dua ratus dari talenta terbaik tersebut telah dikirim  dalam penugasan internasional secara bergiliran untuk bekerja bersama  talenta-talenta terbaik dunia. Termasuk juga program pengembangan  masyarat (PPM) EMCL yang telah berkontribusi dalam mendukung  berkembangnya perekonomian daerah dan masyarakat sekitar wilayah  operasi&amp;rdquo;, terang Kurnia.
Pencapaian ini menegaskan komitmen EMCL untuk menjadi mitra yang  dapat diandalkan bagi pemerintah dalam mencapai swasembada energi di  tengah transisi menuju energi hijau. &amp;ldquo;Industri hulu migas sangat penting  bagi masa depan energi Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan  ekonomi,&amp;rdquo; kata Carole Gall, Presiden ExxonMobil Indonesia.
EMCL juga tengah mengembangkan program Banyu Urip Infill Clastic  (BUIC), dengan sumur B13 yang sudah produksi perdana sebanyak 13.300  barel minyak pada 6 Agustus lalu. Pengembangan ini akan semakin  meningkatkan produksi minyak Blok Cepu dan memperkuat keamanan energi  Indonesia, memberikan kontribusi sekitar 25% terhadap produksi minyak  mentah nasional.
Sejak tahun 2008 hingga 2023, dengan total investasi sekitar Rp57  triliun (sekitar USD4 miliar), Blok Cepu telah menghasilkan lebih dari  660 juta barel minyak mentah dan memberikan kontribusi lebih dari Rp442  triliun (USD29,5 miliar) terhadap pendapatan negara dalam bentuk  penerimaan pemerintah dan pajak.
Lebih dari itu, berdasarkan proyeksi Rencana Kerja dan Anggaran  (WP&amp;amp;B), karena perkiraan cadangan Banyu Urip berpotensi meningkat  dua kali lipat menjadi 1 miliar barel minyak, Indonesia dapat memperoleh  tambahan pendapatan sebesar Rp421 triliun (sekitar USD28,1 miliar)  dalam bentuk pendapatan pemerintah dan pajak. Menjadikan total  pendapatan keseluruhan proyek Blok Cepu bagi Indonesia mencapai angka  yang fantastis sebesar Rp864 triliun (sekitar USD57,6 miliar).
Selama proyek berlangsung, ExxonMobil telah mempekerjakan lebih dari  1.000 talenta terbaik Indonesia. Saat ini, lebih dari 99% operasi Blok  Cepu dikelola oleh putra-putri terbaik tanah air. Industri hulu migas  yang kuat, ditambah dengan kebijakan pemerintah yang mendukung, akan  terus meningkatkan manfaat berganda untuk kesejahteraan masyarakat  Indonesia.
&amp;ldquo;EMCL menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Energi dan Sumber  Daya Mineral (ESDM), Direktorat Jenderal Migas, KUPP Brondong,  pemerintah dan masyarakat lokal, serta mitra kami, Pertamina dan BKS PI  Blok Cepu, atas dukungan dan kerja sama yang berkelanjutan,&amp;rdquo; imbuh  Carole. Melalui kolaborasi dan kerja sama yang baik dari semua pihak,  Indonesia dapat mencapai target produksi target produksi sebesar 1 juta  barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas per hari  (BSCFD).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan SKK Migas mengumumkan pengapalan (lifting) ke-1.000 minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris, Blok Cepu, pada Selasa (13/8/2024). Pengapalan ini sekaligus menandai total produksi kumulatif lebih dari 660 juta barel minyak melalui operasi produksi yang aman, andal, dan efisien. Jumlah produksi kumulatif telah melampaui target komitmen rencana pengembangan (POD) awal, dengan perkiraan volume cadangan minyak sebesar 450 juta barel.
EMCL mengapalkan 600 ribu barel minyak mentah dari kapal Alir Muat Terapung (FSO) Gagak Rimang ke kapal tanker MT Nectar milik Pertamina, lalu dikirim ke kilang-kilang Pemerintah yang ada di Indonesia. Minyak mentah milih Pemerintah ini berperan penting dalam mendukung kebutuhan energi Indonesia dan meningkatkan keamanan energi nasional.

BACA JUGA:
SKK Migas Dukung Kolaborasi Industri Hulu Migas Melalui SCM Summit 2024


Lapangan Banyu Urip memulai produksi minyak pada 15 tahun yang lalu, dan tahun 2015 tercatat sebagai pengapalan pertama. Hingga pengapalan keseribu kalinya, operasi Blok Cepu mencatatkan rekor keselamatan yang luar biasa, dengan nol insiden. Menghargai dedikasi tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan penghargaan Patra Nirbhaya Adhinugraha dan Patra Karya Tama kepada EMCL. Sebuah penghargaan tertinggi dari kementerian kepada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).
Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Kurnia Chairi menyampaikan pesan bahwa minggu lalu kita baru saja mengikuti peresmian minyak pertama dari Proyek Banyu Urip Infill Clastic atau BUIC, yang merupakan pengembangan lanjutan dari Lapangan Banyi Urip, Blok Cepu.

BACA JUGA:
SKK Migas Ajukan Blok South Andaman Jadi PSN, Ini Alasannya


&amp;ldquo;Hari ini kita kembali mengikuti peringatan Pengapalan FSO ke-1000 dari Blok Cepu. Dua peristiwa ini merupakan milestone penting dari perjalanan panjang Blok Cepu sebagai salah satu aset hulu migas yang sangat strategis dalam upaya mencapai ketahanan energi negara kita&amp;rdquo;, kata Kurnia, Selasa (13/8/2024).
Kurnia menambahkan, produksi dari Blok Cepu merupakan penyumbang produksi migas nasional terbesar kedua untuk saat ini. Sedikit saja gangguan di blok ini akan sangat mempengaruhi profil produksi nasional. Kami menyampaikan apresiasi karena saat ini kinerja produksi minyak dari Blok Cepu berada di atas target, baik target WP&amp;amp;B maupun APBN. Kami berharap kinerja baik ini dapat diteruskan. Dia meminta agar EMCL dapat terus menjaga safety dengan baik agar tidak ada kejadian yang dapat mengganggu operasional lapangan Banyu Urip.
Lebih lanjut Kurnia mengingatkan bahwa ke depan masih banyak  pekerjaan yang harus dituntaskan, termasuk menyelesaikan pengeboran 6  sumur lanjutan dari Proyek BUIC agar kontribusi lapangan Banyu Urip  dapat terus dijaga dengan optimal agar dapat terus berkontribusi dalam  memberikan penerimaan negara maupun pencapaian target peningkatan  produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik  gas per hari (BSCFD).
&amp;ldquo;Kami juga memberikan apresiasi kepada EMCL yang telah memberikan  kesempatan dan prioritas pada sumber daya Indonesia untuk menjadi tenaga  kerja di ExxonMobil untuk mendukung operasinya sejak pengembangan Blok  Cepu dimulai. Dua ratus dari talenta terbaik tersebut telah dikirim  dalam penugasan internasional secara bergiliran untuk bekerja bersama  talenta-talenta terbaik dunia. Termasuk juga program pengembangan  masyarat (PPM) EMCL yang telah berkontribusi dalam mendukung  berkembangnya perekonomian daerah dan masyarakat sekitar wilayah  operasi&amp;rdquo;, terang Kurnia.
Pencapaian ini menegaskan komitmen EMCL untuk menjadi mitra yang  dapat diandalkan bagi pemerintah dalam mencapai swasembada energi di  tengah transisi menuju energi hijau. &amp;ldquo;Industri hulu migas sangat penting  bagi masa depan energi Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan  ekonomi,&amp;rdquo; kata Carole Gall, Presiden ExxonMobil Indonesia.
EMCL juga tengah mengembangkan program Banyu Urip Infill Clastic  (BUIC), dengan sumur B13 yang sudah produksi perdana sebanyak 13.300  barel minyak pada 6 Agustus lalu. Pengembangan ini akan semakin  meningkatkan produksi minyak Blok Cepu dan memperkuat keamanan energi  Indonesia, memberikan kontribusi sekitar 25% terhadap produksi minyak  mentah nasional.
Sejak tahun 2008 hingga 2023, dengan total investasi sekitar Rp57  triliun (sekitar USD4 miliar), Blok Cepu telah menghasilkan lebih dari  660 juta barel minyak mentah dan memberikan kontribusi lebih dari Rp442  triliun (USD29,5 miliar) terhadap pendapatan negara dalam bentuk  penerimaan pemerintah dan pajak.
Lebih dari itu, berdasarkan proyeksi Rencana Kerja dan Anggaran  (WP&amp;amp;B), karena perkiraan cadangan Banyu Urip berpotensi meningkat  dua kali lipat menjadi 1 miliar barel minyak, Indonesia dapat memperoleh  tambahan pendapatan sebesar Rp421 triliun (sekitar USD28,1 miliar)  dalam bentuk pendapatan pemerintah dan pajak. Menjadikan total  pendapatan keseluruhan proyek Blok Cepu bagi Indonesia mencapai angka  yang fantastis sebesar Rp864 triliun (sekitar USD57,6 miliar).
Selama proyek berlangsung, ExxonMobil telah mempekerjakan lebih dari  1.000 talenta terbaik Indonesia. Saat ini, lebih dari 99% operasi Blok  Cepu dikelola oleh putra-putri terbaik tanah air. Industri hulu migas  yang kuat, ditambah dengan kebijakan pemerintah yang mendukung, akan  terus meningkatkan manfaat berganda untuk kesejahteraan masyarakat  Indonesia.
&amp;ldquo;EMCL menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Energi dan Sumber  Daya Mineral (ESDM), Direktorat Jenderal Migas, KUPP Brondong,  pemerintah dan masyarakat lokal, serta mitra kami, Pertamina dan BKS PI  Blok Cepu, atas dukungan dan kerja sama yang berkelanjutan,&amp;rdquo; imbuh  Carole. Melalui kolaborasi dan kerja sama yang baik dari semua pihak,  Indonesia dapat mencapai target produksi target produksi sebesar 1 juta  barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas per hari  (BSCFD).</content:encoded></item></channel></rss>
