<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anggaran IKN Naik Jadi Rp42,5 Triliun di 2024, Ini Penyebabnya</title><description>Anggaran Ibu Kota Nusantara (IKN) tercatat naik menjadi Rp42,5 triliun dari sebelumnya Rp40,6 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/470/3048342/anggaran-ikn-naik-jadi-rp42-5-triliun-di-2024-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/470/3048342/anggaran-ikn-naik-jadi-rp42-5-triliun-di-2024-ini-penyebabnya"/><item><title>Anggaran IKN Naik Jadi Rp42,5 Triliun di 2024, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/470/3048342/anggaran-ikn-naik-jadi-rp42-5-triliun-di-2024-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/13/470/3048342/anggaran-ikn-naik-jadi-rp42-5-triliun-di-2024-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Selasa 13 Agustus 2024 13:04 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/13/470/3048342/anggaran-ikn-naik-jadi-rp42-5-triliun-di-2024-ini-penyebabnya-KryEQ74gW5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggaran IKN Naik Gegara Hal Ini. (Foto: Okezone.com/PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/13/470/3048342/anggaran-ikn-naik-jadi-rp42-5-triliun-di-2024-ini-penyebabnya-KryEQ74gW5.jpg</image><title>Anggaran IKN Naik Gegara Hal Ini. (Foto: Okezone.com/PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Anggaran Ibu Kota Nusantara (IKN) tercatat naik menjadi Rp42,5 triliun dari sebelumnya Rp40,6 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024.
Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata menjelaskan, kenaikan anggaran terutama karena untuk memenuhi kualitas dari bangunan-bangunan termasuk juga jalan tol.
&quot;Jadi di dalam pelaksanaan di lapangan ditemukan beberapa area yang memerlukan penguatan dari bangunannya maupun jalan tol sehingga itu perlu ditambahkan anggaran,&quot; ungkap Isa saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Agustus 2024 di Jakarta, Selasa (13/8/2024).

BACA JUGA:
Keliling IKN Bareng Kepala Daerah, Mendagri : Buatan Anak Indonesia

&quot;Ini untuk terutama untuk safety dari jalan tol dan bangunan tersebut,&quot; imbuhnya.
Selain itu, ada beberapa pekerjaan yang disegerakan tahun ini yang berupa perbaikan sarana sekolah mulai dari SD, SMP, SMA yang sudah ada di sekitar situ untuk mengantisipasi kepindahan dari beberapa ASN lebih pada tahun ini.
&quot;Kemudian juga pasar puskesmas yang ada di sekitar itu juga dilakukan upaya-upaya peningkatan kualitas, perbaikan baik sarana-prasarananya sehingga mampu nanti mengantisipasi kedatangan ASN pada tahun ini,&quot; pungkas Isa.

BACA JUGA:
Jokowi Bandingkan Biaya Bangun Kereta Tanpa Rel IKN dengan MRT dan LRT

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan realisasi anggaran untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mencapai Rp11,2 triliun per Juli 2024. Realisasi tersebut mencapai 26,4 persen dari pagu anggaran yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp42,5 triliun untuk 2024.
Secara rinci realisasi anggaran IKN ini terbagi dua yakni untuk klaster infrastruktur dan non infrastruktur. Realisasi klaster infrastruktur sebesar Rp9,0 triliun dari Pagu Rp39,3 triliun dipergunakan untuk berbagai aspek.Realisasi anggaran itu digunakan untuk pembangunan gedung di kawasan Istana Negara, Kawasan Kemenko dan Kementerian lain serta gedung Otorita IKN (OIKN). Pembangunan tower rusun ASN dan Hankam, rumah tapak menteri, dan rumah sakit IKN.
Pembangunan Jalan Tol IKN, jalan dan jembatan IKN, dan Bandara VVIP, Kegiatan pemetaan, pemantauan dan evaluasi: Penataan dan Penyempurnaan Kawasan Bendungan Sepaku Semoi, Embung KIPP, dan Pengendalian Banjir IKN.
Sementara, untuk klaster non infrastruktur tercatat Rp2,2 triliun dari pagu anggaran yang sebesar Rp3,3 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk perencanaan, koordinasi dan penyiapan pemindahan. Kemudian, promosi hingga sosialisasi IKN. Kegiatan pemetaan, pemantauan dan evaluasi, dukungan pengamanan POLRI, Operasional OIKN.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggaran Ibu Kota Nusantara (IKN) tercatat naik menjadi Rp42,5 triliun dari sebelumnya Rp40,6 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024.
Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata menjelaskan, kenaikan anggaran terutama karena untuk memenuhi kualitas dari bangunan-bangunan termasuk juga jalan tol.
&quot;Jadi di dalam pelaksanaan di lapangan ditemukan beberapa area yang memerlukan penguatan dari bangunannya maupun jalan tol sehingga itu perlu ditambahkan anggaran,&quot; ungkap Isa saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Agustus 2024 di Jakarta, Selasa (13/8/2024).

BACA JUGA:
Keliling IKN Bareng Kepala Daerah, Mendagri : Buatan Anak Indonesia

&quot;Ini untuk terutama untuk safety dari jalan tol dan bangunan tersebut,&quot; imbuhnya.
Selain itu, ada beberapa pekerjaan yang disegerakan tahun ini yang berupa perbaikan sarana sekolah mulai dari SD, SMP, SMA yang sudah ada di sekitar situ untuk mengantisipasi kepindahan dari beberapa ASN lebih pada tahun ini.
&quot;Kemudian juga pasar puskesmas yang ada di sekitar itu juga dilakukan upaya-upaya peningkatan kualitas, perbaikan baik sarana-prasarananya sehingga mampu nanti mengantisipasi kedatangan ASN pada tahun ini,&quot; pungkas Isa.

BACA JUGA:
Jokowi Bandingkan Biaya Bangun Kereta Tanpa Rel IKN dengan MRT dan LRT

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan realisasi anggaran untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mencapai Rp11,2 triliun per Juli 2024. Realisasi tersebut mencapai 26,4 persen dari pagu anggaran yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp42,5 triliun untuk 2024.
Secara rinci realisasi anggaran IKN ini terbagi dua yakni untuk klaster infrastruktur dan non infrastruktur. Realisasi klaster infrastruktur sebesar Rp9,0 triliun dari Pagu Rp39,3 triliun dipergunakan untuk berbagai aspek.Realisasi anggaran itu digunakan untuk pembangunan gedung di kawasan Istana Negara, Kawasan Kemenko dan Kementerian lain serta gedung Otorita IKN (OIKN). Pembangunan tower rusun ASN dan Hankam, rumah tapak menteri, dan rumah sakit IKN.
Pembangunan Jalan Tol IKN, jalan dan jembatan IKN, dan Bandara VVIP, Kegiatan pemetaan, pemantauan dan evaluasi: Penataan dan Penyempurnaan Kawasan Bendungan Sepaku Semoi, Embung KIPP, dan Pengendalian Banjir IKN.
Sementara, untuk klaster non infrastruktur tercatat Rp2,2 triliun dari pagu anggaran yang sebesar Rp3,3 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk perencanaan, koordinasi dan penyiapan pemindahan. Kemudian, promosi hingga sosialisasi IKN. Kegiatan pemetaan, pemantauan dan evaluasi, dukungan pengamanan POLRI, Operasional OIKN.</content:encoded></item></channel></rss>
