<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Disinggung Luhut, PGN Amankan Gas dari Blok Cepu dan Muriah</title><description>PT PGN Tbk (PGAS) selaku Subholding Gas Pertamina menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan Pertamina EP Cepu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/14/320/3049215/disinggung-luhut-pgn-amankan-gas-dari-blok-cepu-dan-muriah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/14/320/3049215/disinggung-luhut-pgn-amankan-gas-dari-blok-cepu-dan-muriah"/><item><title>Disinggung Luhut, PGN Amankan Gas dari Blok Cepu dan Muriah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/14/320/3049215/disinggung-luhut-pgn-amankan-gas-dari-blok-cepu-dan-muriah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/14/320/3049215/disinggung-luhut-pgn-amankan-gas-dari-blok-cepu-dan-muriah</guid><pubDate>Rabu 14 Agustus 2024 19:55 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/14/320/3049215/disinggung-luhut-pgn-amankan-gas-dari-blok-cepu-dan-muriah-bwZFfRmAIg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PGN amankan gas dari Blok Cepu dan Muriah (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/14/320/3049215/disinggung-luhut-pgn-amankan-gas-dari-blok-cepu-dan-muriah-bwZFfRmAIg.jpg</image><title>PGN amankan gas dari Blok Cepu dan Muriah (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - PT PGN Tbk (PGAS) selaku Subholding Gas Pertamina menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan Pertamina EP Cepu untuk pasokan gas dari Blok Cepu dan Amandemen PJBG dengan Saka Energi Muriah Ltd untuk pasokan gas dari Blok Muriah.
Penandatanganan yang dilaksanakan pada gelaran IOG Supply Chain &amp;amp; National Capacity Summit 2024 (IOG SCM Summit) ini diwakili oleh Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis Rosa Permata Sari dan disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dan Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko.

BACA JUGA:
Dapat Pasokan LNG, PGN (PGAS) Sepakati Kontrak dengan Donggi-Senoro 


Industri minyak dan gas (migas) sangat penting bagi perekonomian, sehingga diperlukan eksplotasi sumber/ pasokan yang dimiliki untuk memaksimalkan pertumbuhan pembangunan. Dalam hal ini pemerintah, SKK Migas, badan usaha bersama pemangku kepentingan lainnya berperan untuk optimalisasi rantai pasokan.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa potensial gas yang besar berhasil ditemukan di IDD, Sulawesi Selatan yang bisa tumbuh kurang lebih 20 TCF. Selain itu, potensi gas lainnya juga ditemukan di Masela dan Andaman.
&quot;Tinggal bagaimana kita mengelolanya bersama-sama, bagaimana kita bekerja sama dan kita juga harus mempunyai orang-orang cakap untuk mengelolanya,&quot;  jelas saat menyampaikan keynote speech dalam opening ceremony IOG SCM Summit yang digelar di Jakarta Convention center, Senayan, Rabu, (14/8/2024).

BACA JUGA:
Pipa Gas Bocor di Kuningan Jaksel, Ini Penjelasan PGN 


Luhut juga memaparkan bahwa ada tiga kunci strategis memastikan keseimbangan keamanan energi Indonesia, dan salah satu kuncinya adalah memanfaatkan pasokan dalam negeri.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri ESDM Arifin Tasrif juga menyampaikan bahwa pengembangan industri migas dalam negeri akan memperkuat rantai pasokan, mengurangi ketergantungan impor serta mempercepat penyediaan barang dan jasa. Lebih lanjut, pengembangan pasokan yang ada juga akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto berharap, diskusi dalam IOG SCM Summit  diselenggarakan untuk memperkuat industri hulu migas sesuai serta  memastikan pasokan yang tidak hanya kuat, tetapi juga cukup fleksibel  untuk beradaptasi dengan pasar global.
Ketiga concern dari pemerintah dan regulator ini juga menjadi  perhatian PGN. Dengan adanya PJBG dari Blok Cepu, PGN akan melanjutkan  pengelolaan jaringan gas rumah tangga (jargas) Lamongan yang sebelumnya  mendapatkan pasok gas dari Madura Offshore, beralih disalurkan dari  Jambaran Tiung Biru (JTB). Adapun besaran volume gas yang disalurkan  sebesar 0,2 MMSCFD sampai dengan tahun 2029 atau sampai berakhirnya  produksi gas bumi Lapangan JTB.
Selanjutnya melalui amandemen PJBG dari Blok Muriah, PGN juga  memperoleh kesepakatan untuk menambah jumlah volume kontrak sebesar  5.000 BBTU dari Lapangan Kepodang, Wilayah Kerja (WK) Muriah. Dengan  demikian, jumlah kontrak secara keseluruhan sebesar 19.000 BBTU. Alokasi  dan pemanfaatan gas bumi dari Lapangan Kepodang lalu disalurkan PGN  untuk memenuhi kebutuhan sektor kelistrikan dan industri domestik.
Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko mengungkapkan pemanfaatan  gas bumi domestik bagi kepentingan nasional merupakan concern utama  perseroan, dimana melalui kerjasama PGN dan pemerintah sampai  sektor-sektor penyerap gas bumi, bahu membahu dalam mengoptimalkan  energi domestik.
&quot;Salah satu kunci penyerapan gas adalah disisi ketersediaan  infrastruktur, dengan integrasi infrastruktur di Jawa Tengah terbukti  meningkatkan pemanfaatan gas bumi disekitar wilayah infrastruktur,&quot;  jelas Arief.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari  mengungkapkan, penandatanganan ini menjadi salah satu penguatan pasokan  atas demand yang semakin meningkat sehingga diharapkan multiplier effect  pemanfaatan gas dapat meningkatkan perekonomian daerah dan nasional.
&quot;PGN antusias untuk terus meningkatkan jumlah pelanggan, sehingga  penambahan volume yang didapatkan akan berperan bagi PGN untuk  pengembangan layanan dan aksesibilitas gas bumi khususnya di Jawa Tengah  dan Jawa Timur,&quot; katanya.
Dikatakan Rosa, saat ini jumlah pelanggan PGN di Jawa Tengah dan Jawa  Timur sebanyak 160 ribu pelanggan yang meliputi rumah tangga, pelanggan  kecil, komersial, industri dan kelistrikan. Diharapkan, masyarakat yang  menggunakan gas bumi akan semakin meningkat.
&quot;Melalui penandatanganan dua PJBG tersebut, diharapkan dapat memacu  PGN untuk menambah jangkauan pasar. Pemanfaatan sumber pasokan domestik  dari Cepu dan Muriah ditujukan untuk pengguna gas domestik di sektor  rumah tangga, industri, dan kelistrikan. Diharapkan, value added gas  bumi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masing-masing sektor,&quot;  katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT PGN Tbk (PGAS) selaku Subholding Gas Pertamina menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan Pertamina EP Cepu untuk pasokan gas dari Blok Cepu dan Amandemen PJBG dengan Saka Energi Muriah Ltd untuk pasokan gas dari Blok Muriah.
Penandatanganan yang dilaksanakan pada gelaran IOG Supply Chain &amp;amp; National Capacity Summit 2024 (IOG SCM Summit) ini diwakili oleh Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis Rosa Permata Sari dan disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dan Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko.

BACA JUGA:
Dapat Pasokan LNG, PGN (PGAS) Sepakati Kontrak dengan Donggi-Senoro 


Industri minyak dan gas (migas) sangat penting bagi perekonomian, sehingga diperlukan eksplotasi sumber/ pasokan yang dimiliki untuk memaksimalkan pertumbuhan pembangunan. Dalam hal ini pemerintah, SKK Migas, badan usaha bersama pemangku kepentingan lainnya berperan untuk optimalisasi rantai pasokan.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa potensial gas yang besar berhasil ditemukan di IDD, Sulawesi Selatan yang bisa tumbuh kurang lebih 20 TCF. Selain itu, potensi gas lainnya juga ditemukan di Masela dan Andaman.
&quot;Tinggal bagaimana kita mengelolanya bersama-sama, bagaimana kita bekerja sama dan kita juga harus mempunyai orang-orang cakap untuk mengelolanya,&quot;  jelas saat menyampaikan keynote speech dalam opening ceremony IOG SCM Summit yang digelar di Jakarta Convention center, Senayan, Rabu, (14/8/2024).

BACA JUGA:
Pipa Gas Bocor di Kuningan Jaksel, Ini Penjelasan PGN 


Luhut juga memaparkan bahwa ada tiga kunci strategis memastikan keseimbangan keamanan energi Indonesia, dan salah satu kuncinya adalah memanfaatkan pasokan dalam negeri.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri ESDM Arifin Tasrif juga menyampaikan bahwa pengembangan industri migas dalam negeri akan memperkuat rantai pasokan, mengurangi ketergantungan impor serta mempercepat penyediaan barang dan jasa. Lebih lanjut, pengembangan pasokan yang ada juga akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto berharap, diskusi dalam IOG SCM Summit  diselenggarakan untuk memperkuat industri hulu migas sesuai serta  memastikan pasokan yang tidak hanya kuat, tetapi juga cukup fleksibel  untuk beradaptasi dengan pasar global.
Ketiga concern dari pemerintah dan regulator ini juga menjadi  perhatian PGN. Dengan adanya PJBG dari Blok Cepu, PGN akan melanjutkan  pengelolaan jaringan gas rumah tangga (jargas) Lamongan yang sebelumnya  mendapatkan pasok gas dari Madura Offshore, beralih disalurkan dari  Jambaran Tiung Biru (JTB). Adapun besaran volume gas yang disalurkan  sebesar 0,2 MMSCFD sampai dengan tahun 2029 atau sampai berakhirnya  produksi gas bumi Lapangan JTB.
Selanjutnya melalui amandemen PJBG dari Blok Muriah, PGN juga  memperoleh kesepakatan untuk menambah jumlah volume kontrak sebesar  5.000 BBTU dari Lapangan Kepodang, Wilayah Kerja (WK) Muriah. Dengan  demikian, jumlah kontrak secara keseluruhan sebesar 19.000 BBTU. Alokasi  dan pemanfaatan gas bumi dari Lapangan Kepodang lalu disalurkan PGN  untuk memenuhi kebutuhan sektor kelistrikan dan industri domestik.
Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko mengungkapkan pemanfaatan  gas bumi domestik bagi kepentingan nasional merupakan concern utama  perseroan, dimana melalui kerjasama PGN dan pemerintah sampai  sektor-sektor penyerap gas bumi, bahu membahu dalam mengoptimalkan  energi domestik.
&quot;Salah satu kunci penyerapan gas adalah disisi ketersediaan  infrastruktur, dengan integrasi infrastruktur di Jawa Tengah terbukti  meningkatkan pemanfaatan gas bumi disekitar wilayah infrastruktur,&quot;  jelas Arief.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari  mengungkapkan, penandatanganan ini menjadi salah satu penguatan pasokan  atas demand yang semakin meningkat sehingga diharapkan multiplier effect  pemanfaatan gas dapat meningkatkan perekonomian daerah dan nasional.
&quot;PGN antusias untuk terus meningkatkan jumlah pelanggan, sehingga  penambahan volume yang didapatkan akan berperan bagi PGN untuk  pengembangan layanan dan aksesibilitas gas bumi khususnya di Jawa Tengah  dan Jawa Timur,&quot; katanya.
Dikatakan Rosa, saat ini jumlah pelanggan PGN di Jawa Tengah dan Jawa  Timur sebanyak 160 ribu pelanggan yang meliputi rumah tangga, pelanggan  kecil, komersial, industri dan kelistrikan. Diharapkan, masyarakat yang  menggunakan gas bumi akan semakin meningkat.
&quot;Melalui penandatanganan dua PJBG tersebut, diharapkan dapat memacu  PGN untuk menambah jangkauan pasar. Pemanfaatan sumber pasokan domestik  dari Cepu dan Muriah ditujukan untuk pengguna gas domestik di sektor  rumah tangga, industri, dan kelistrikan. Diharapkan, value added gas  bumi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masing-masing sektor,&quot;  katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
